Korut Gelar Latihan Tembak Langsung, Tunjukkan Daya Hancur Sangat Besar!

Korut Gelar Latihan Tembak Langsung, Tunjukkan Daya Hancur Sangat Besar!

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 15 Sep 2026 10:31 WIB
Korut Gelar Latihan Tembak Langsung, Tunjukkan Daya Hancur Sangat Besar!
Jakarta -

Pada hari Senin (14/09), Korea Utara mengatakan bahwa latihan "tembak langsung" yang baru-baru ini mereka lakukan menunjukkan "daya hancur yang sangat besar."

Dalam uji coba yang berlangsung pada hari Sabtu (12/09) tersebut, berbagai jenis senjata ditembakkan secara bersamaan dengan tujuan meningkatkan moral pasukan Korea Utara serta meningkatkan kemampuan mereka untuk "menghancurkan musuh sepenuhnya," demikian menurut kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA.

KCNA melaporkan bahwa latihan tersebut melibatkan lima unit angkatan darat dan menguji berbagai sistem persenjataan, termasuk drone serang, rudal jelajah taktis, rudal balistik taktis, serta sistem persenjataan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pakar mengatakan bahwa Korea Utara tidak mengurangi aktivitas pengembangan dan pengujian senjatanya, meskipun Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengurangi skala latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan. Langkah tersebut tampaknya dilakukan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Korea Utara mengklaim memiliki kekuatan militer yang besar

Marsekal Korea Utara Pak Jong Chon, sebagaimana dikutip KCNA, mengatakan bahwa latihan tersebut bertujuan untuk "meningkatkan tingkat spesialisasi agar dapat melumpuhkan angkatan bersenjata musuh secara organisatoris dan struktural begitu perintah diberikan."

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa sistem persenjataan yang dikerahkan dalam latihan tersebut menunjukkan "daya hancur yang sangat besar dari tembakan terkonsentrasi."

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa beberapa rudal ditembakkan pada Sabtu (12/09) dan meluncur sekitar 250 kilometer (155 mil) hingga mencapai perairan di lepas pantai timur Korea Utara.

Jarak tempuh tersebut menunjukkan bahwa senjata-senjata itu dirancang untuk menyerang sasaran di Korea Selatan, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat.

Respons Korea Utara terhadap "provokasi"

Latihan penembakan tersebut dilakukan sehari setelah Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang menyelesaikan latihan militer trilateral yang dianggap Korea Utara sebagai sebuah provokasi.

Pada bulan Agustus, Trump memerintahkan Pentagon untuk "mengurangi secara signifikan" skala latihan Ulchi Freedom Shield yang dilaksanakan bersama Korea Selatan. Menurut presiden AS tersebut, keputusan itu diambil karena hubungannya yang baik dengan Kim Jong Un.

Korea Utara menolak langkah Trump tersebut dengan mengatakan bahwa mempersingkat latihan itu tidak mengubah "sifat provokatif dan agresifnya."

Latihan tersebut berakhir enam hari lebih awal dari jadwal yang semula direncanakan. Para pakar mengatakan bahwa Kim Jong Un kemungkinan merasa posisinya dalam setiap kemungkinan perundingan dengan Amerika Serikat telah menjadi lebih kuat dibandingkan sebelumnya, sejak pertemuan pertamanya dengan Trump pada 2018 dan 2019.

Kim sebelumnya mengatakan bahwa ia dapat kembali ke meja perundingan apabila Amerika Serikat meninggalkan apa yang disebutnya sebagai "kebijakan bermusuhan" terhadap negaranya dan mengakui status Korea Utara sebagai negara nuklir, sebagaimana yang diklaim oleh Pyongyang.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid

Tonton juga video "Pidato Kim Jong Un di HUT ke-78 Korut: Bahas Operasi Militer LN"

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini