Kanselir Merz Terguncang, Hasil Pemilu AfD 'Mengubah Seluruh Jerman'

Kanselir Merz Terguncang, Hasil Pemilu AfD 'Mengubah Seluruh Jerman'

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 16:43 WIB
Kanselir Merz Terguncang, Hasil Pemilu AfD Mengubah Seluruh Jerman
Jakarta -

Ada kalanya dua politisi yang tak lagi sejalan harus berdiri bersama di hadapan pers. Begitulah yang terjadi ketika Kanselir Friedrich Merz (CDU) dan rekan separtainya, Sven Schulze, Perdana Menteri Sachsen-Anhalt, membahas hasil pemilu negara bagian pada Minggu (06/09). Keduanya menyebut hasil itu sebagai pukulan telak bagi CDU. Merz tampak terguncang, bahkan hancur—dan itu barangkali masih cara yang halus untuk mengatakannya.

Merz berterima kasih kepada Schulze atas kerja kerasnya selama kampanye. Tetapi kemudian ia berkata: "Bukan hanya sesuatu yang berubah di Sachsen-Anhalt kemarin, tapi di seluruh Jerman. Ini akan berdampak, termasuk di panggung internasional."

Sebab, pemenang pemilu negara bagian itu, AfD, menentang dukungan bagi Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia. Banyak politisi AfD juga memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin, jelas Merz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengabaikan supremasi hukum?

Berbicara tentang AfD, Merz mengambil nada yang hampir konfrontatif. Mayoritas bisa berubah, katanya, dan para demokrat harus selalu menyadari itu dan menerimanya.

Namun, kata Merz, sangat mengejutkan bahwa 60% pemilih di Sachsen-Anhalt memilih partai-partai yang mengabaikan supremasi hukum di Jerman. Merz tidak hanya berbicara tentang AfD, tapi juga Partai Kiri yang sosialis dan Aliansi Sahra Wagenknecht (BSW), yang memisahkan diri dari Partai Kiri atas isu-isu yang membuat BSW sehaluan dengan AfD.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, Merz menyebut, pemerintahannya akan selalu membela nilai-nilai konstitusi Jerman: "Di negara kita, nilai-nilai ini tidak bisa diperdebatkan. Kekuasaan diberikan, bukan direbut. Dan minoritas bukanlah musuh mayoritas."

Para sejarawan sudah lama menggambarkan naiknya kekuasaan Nazi di Jerman sebagai "perebutan kekuasaan," itulah mengapa pernyataan Merz dipastikan akan menjadi bahan diskusi yang panjang.

Untuk meyakinkan mitra internasional Jerman di Uni Eropa dan NATO, ia mengatakan: "Kami tahu bahwa Jerman menanggung tanggung jawab khusus karena sejarahnya. Kami akan selalu membela tatanan politik kami dan keterlibatan kami yang kokoh di Eropa."

Bisakah politisi CDU di Sachsen-Anhalt bantu AfD berkuasa?

Berdiri di sampingnya, Schulze tetap diam. Pada malam pemilu sebelumnya, jauh setelah kekalahannya, Schulze berulang kali menekankan dalam berbagai pernyataan bahwa ketidakpuasan publik yang meluas terhadap pemerintah Merz di Berlin telah memberikan pukulan besar baginya.

Untuk saat ini, skenario terburuk baru saja terhindar dengan sangat tipis: AfD tidak memiliki mayoritas absolut di parlemen negara bagian Magdeburg, tapi hanya dengan selisih yang sangat kecil.

Dan ini menjadi masalah bagi Friedrich Merz: Ketidakpuasan kian tumbuh, bahkan di dalam barisannya sendiri. Bisakah ia mencegah anggota parlemen CDU secara individual di Sachsen-Anhalt untuk memilih, melawan garis resmi partai, Ulrich Siegmund, pemenang pemilu AfD, sebagai kepala pemerintahan?

Jika tidak, maka kedua kursi kekuasaan Merz akan berada dalam bahaya serius: posisinya sebagai ketua partai dan kanselir.

Merz pertahankan reformasi kontroversial

Namun hingga hari ini, Merz masih mempertahankan reformasi-reformasi sulit yang diambil pemerintahannya. Salah satunya adalah perombakan sistem pensiun yang sudah lama defisit kronis, yang akan membawa penderitaan besar bagi banyak orang di Jerman dan menghadapi penentangan sengit selama kampanye pemilu.

Pada malam pemilu, Wakil Kanselir sekaligus pemimpin Partai Demokrat Sosial (SPD) tengah-kiri Lars Klingbeil menyarankan untuk mengevaluasi ulang reformasi menyusul kekalahan koalisi pemerintah di Berlin. Namun Merz belum menyebut perubahan arah semacam itu.

AfD tampil percaya diri

Beberapa jam sebelum penampilan Merz di markas CDU, AfD tampil di Konferensi Pers Federal. Calon utama di Sachsen-Anhalt, Ulrich Siegmund, secara sarkastis mengucapkan terima kasih kepada media, yang sebagian besar menggambarkannya selama kampanye sebagai ancaman bagi demokrasi dan supremasi hukum.

"Juga berkat kalian kami berhasil," kata Siegmund, menambahkan, "Terima kasih banyak atas liputan yang luar biasa selama kampanye pemilu ini."

Sebagai contoh, majalah berita berpengaruh Der Spiegel baru-baru ini memberi label politisi AfD itu sebagai "pria paling berbahaya di Jerman" dalam sebuah laporan utama yang banyak beredar.

Siegmund kemudian menatap dengan penuh kemenangan ke aula yang penuh sesak dan menyatakan: "Belum pernah ada jurang yang begitu lebar antara anggota media yang berusaha mendiktekan kepada kami di sini, di Sachsen-Anhalt, bagaimana kami harus hidup dan realita kehidupan warga di negara bagian ini."

Namun Siegmund menghindari pertanyaan tentang apakah hasil pemilu merupakan mandat yang jelas bagi partainya untuk membentuk pemerintahan, bahkan tanpa mayoritas sendiri jika perlu, atau mungkin dengan dukungan diam-diam dari Aliansi Sahra Wagenknecht (BSW) yang populis dan beraliran kiri secara ekonomi.

Siegmund memang mengatakan ia tidak ingin menjadi mitra koalisi, ia menginginkan kekuasaan penuh, tapi ia tidak memilikinya. Situasi di Sachsen-Anhalt dipastikan akan menjadi bahan diskusi panjang selama berhari-hari, bahkan mungkin berminggu-minggu ke depan.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Prihardani Purba

Simak juga Video 'Kanselir Jerman: Iran adalah Pusat Terorisme Internasional':

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini