AfD Menang Pemilu di Sachsen-Anhalt, Sayap Kanan Cetak Sejarah

AfD Menang Pemilu di Sachsen-Anhalt, Sayap Kanan Cetak Sejarah

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 07 Sep 2026 14:59 WIB
Ulrich Siegmund menyatakan partainya telah mencetak sejarah (Michael Kappeler/dpa/picture alliance)
Ulrich Siegmund menyatakan partainya telah mencetak sejarah (Michael Kappeler/dpa/picture alliance)
Berlin -

Partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) memperoleh 43,8% suara dalam pemilihan negara bagian Sachsen-Anhalt di Jerman, menurut hasil resmi sementara. Dengan hasil ini, AfD menjadi partai terbesar, tapi masih belum mencapai mayoritas yang dibutuhkan untuk memerintah sendiri di parlemen negara bagian.

Enam partai yang akan memiliki perwakilan di parlemen negara bagian Sachsen-Anhalt yang beranggotakan 83 kursi:

  • AfD: 43,8% (39 kursi)
  • CDU: 17,2% (15 kursi)
  • SPD: 9,3% (8 kursi)
  • Partai Hijau: 8,9% (8 kursi)
  • Partai Kiri: 8,6% (8 kursi)
  • Aliansi Sahra Wagenknecht (BSW): 5,3% (5 kursi)

Sementara itu, Partai Demokrat Bebas (FDP) yang berorientasi pada kepentingan dunia usaha hanya meraih 2,6% suara, gagal melampaui ambang batas 5% yang diperlukan untuk masuk parlemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut hasil sementara tersebut, tingkat partisipasi pemilih mencapai hampir 78%, yang merupakan angka tertinggi di Sachsen-Anhalt sejak reunifikasi Jerman pada tahun 1990.

"Kami telah membuat sejarah, ini harus dikatakan dengan tegas," kata Ulrich Siegmund, Ketua AfD di Sachsen-Anhalt, kepada stasiun penyiaran publik ARD.

Siegmund juga menyebut hasil ini sebagai "sinyal" bagi pemerintah federal Jerman yang dipimpin politisi CDU, Friedrich Merz.

Terkait kemungkinan membangun koalisi, di mana sebagian besar partai lain sebelumnya menyatakan menolak bekerja sama dengan AfD, Siegmund mengatakan partainya terbuka untuk bekerja sama, tapi dengan syarat-syaratnya sendiri.

"Kami tidak akan mengorbankan prinsip-prinsip dasar kami hanya demi memperoleh kekuasaan," katanya.

CDU gagal menangkan satu pun mandat langsung

Pukulan telak bagi Kanselir Friedrich Merz, CDU pulang dengan tangan kosong dari seluruh daerah pemilihan. Berdasarkan hasil sementara dari otoritas pemilu negara bagian, kandidat CDU kalah di semua 41 daerah pemilihan.

Kandidat AfD menang di 38 daerah pemilihan, termasuk kandidat utama Ulrich Siegmund di Genthin. Tiga daerah pemilihan sisanya dimenangkan oleh kandidat Partai Kiri, satu di Magdeburg dan dua di Halle.

Ini merupakan pembalikan dramatis dari pemilu negara bagian 2021, di mana CDU memenangkan mandat langsung di 40 dari 41 daerah pemilihan, sementara AfD hanya merebut satu.

Dalam sistem pemilu Jerman, pemilih memiliki dua suara. "Suara pertama" menentukan pemenang di daerah pemilihan dan mandat langsung, sementara "suara kedua" menentukan distribusi kursi antarpartai di parlemen negara bagian.

Perdana Menteri Sachsen-Anhalt sekaligus kandidat utama CDU, Sven Schulze, mengakui skala kekalahan partainya.

"Itulah demokrasi, rakyat telah mengirimkan sinyal," katanya. Schulze memberi selamat kepada AfD atas kemenangannya dan menyebut CDU kini harus mencari cara menghadapi hasil ini.

"Dalam 25 tahun berpolitik, saya belum pernah mengalami kampanye pemilu seperti ini," ujarnya.

Ekonom peringatkan dampak kemenangan AfD

Para ahli ekonomi memperingatkan bahwa reputasi ekonomi Sachsen-Anhalt terancam jika AfD memenangkan kekuasaan di negara bagian Jerman timur tersebut.

Ekonom Monika Schnitzer mengatakan bahwa akan makin sulit menarik investasi dan tenaga kerja terampil dari luar negeri ke Sachsen-Anhalt.

"Berdasarkan program politik partai tersebut, jika AfD mengambil alih pemerintahan, dapat diperkirakan bahwa negara bagian ini akan menjadi jauh kurang menarik bagi tenaga kerja terampil dan perusahaan," kata Schnitzer kepada surat kabar Klner Stadt-Anzeiger.

"Siapa pun yang ingin bersaing mendapatkan tenaga kerja terampil dari luar negeri tidak boleh memperkuat partai yang secara terbuka menyerukan pengusiran mereka," kata Marcel Fratzscher, Direktur Institut Riset Ekonomi Jerman (DIW).

Ia mengatakan kepada Rheinische Post bahwa tanpa imigrasi, tren demografis dapat menyebabkan jumlah penduduk usia kerja di negara bagian tersebut menyusut sekitar 25% pada tahun 2045 sehingga jumlah penduduk yang tidak bekerja bisa melebihi jumlah penduduk usia kerja.

Christian Bruch, CEO Siemens Energy, juga memperingatkan bahwa kebijakan energi AfD yang mengusulkan kembalinya penggunaan batu bara dan tenaga nuklir akan berdampak buruk bagi industri Jerman.

"Politik yang bernostalgia pada masa lalu justru terus membuat kita makin tertinggal," katanya.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Hani Anggraini

Simak juga Video: PM Inggris: Kerusuhan Anti-Imigran Sasar Muslim Adalah Premanisme Sayap Kanan

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini