×
Ad

Hyrox, Olahraga dari Jerman Jadi Fenomena Kebugaran Dunia

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 19 Agu 2026 17:20 WIB
Jakarta -

Mungkin tidak ada olahraga lain di dunia yang mengalami lonjakan popularitas sebesar Hyrox dalam beberapa tahun terakhir. Berawal dari sebuah ide pada 2017, Hyrox telah berkembang menjadi salah satu gerakan kebugaran dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Format ini dikembangkan oleh penyelenggara acara, Christian Toetzke, pakar komunikasi Michael Trautmann, dan Moritz Frste, mantan anggota tim hoki lapangan nasional Jerman yang meraih medali emas pada Olimpiade 2008 dan 2012.

Ide dasarnya sederhana. Mereka ingin menciptakan kompetisi yang menggabungkan atmosfer perlombaan lari dengan intensitas latihan kekuatan fungsional yang sudah dikenal banyak orang dari aktivitas di gimnasium (gym). Hyrox terdiri dari delapan stasiun latihan fungsional yang diselingi delapan sesi lari sejauh satu kilometer.

"Orang senang menantang diri sendiri atau berkompetisi dengan orang lain, mengikuti perlombaan, dan melawan rasa ragu dalam diri mereka," kata Frste kepada DW.

Aktivitas semacam ini sebenarnya sudah dilakukan banyak orang. Hyrox hanya mengubahnya menjadi format kompetisi yang terstandar.

Tujuan baru

Untuk mengembangkan konsepnya, para pendiri Hyrox menganalisis peta olahraga global dan menemukan celah yang belum banyak terisi.

"Sebagian besar olahraga, seperti tenis, sepak bola, atau olahraga beregu secara umum, memiliki aturan dan format yang sudah jelas," ujar Frste.

"Olahraga-olahraga itu sudah ada selama ratusan tahun. Namun, satu bagian dari dunia olahraga yang belum memiliki format kompetisi yang jelas adalah aktivitas di gym. Kami ingin memberi orang-orang ini tujuan untuk berlatih, selain sekadar menjaga kesehatan atau mendapatkan bentuk tubuh yang mereka inginkan."

Hyrox bukan satu-satunya upaya untuk menjadikan latihan di gym sebagai kompetisi. CrossFit mungkin menjadi pesaing yang paling dikenal. Olahraga ini mulai berkembang pada 2007, dengan jenis latihan yang berubah setiap hari dan mencakup angkat beban Olimpiade serta senam. Sementara itu, format Hyrox selalu sama dan lebih berfokus pada pengembangan kebugaran fungsional. Kompetisi yang paling mirip dengan Hyrox adalah DEKA Fit, meski jangkauan globalnya masih terbatas karena lebih berfokus pada jaringan gym afiliasi di Amerika Serikat (AS).

Bagi Frste, ukuran keberhasilan Hyrox terlihat setelah perlombaan berakhir.

"Tidak ada orang yang menyelesaikan perlombaan dengan sisa tenaga. Semua benar-benar kelelahan. Tetapi setelah itu, semua orang berpikir untuk menjadi lebih cepat di perlombaan berikutnya," kata Frste.

Hyrox tentu bukan satu-satunya cara untuk berlatih. Namun, Frste menilai format tersebut menjadi cara yang menarik bagi mereka yang ingin berlatih untuk sebuah kompetisi.

Format yang terstandar juga membuat hasil perlombaan dapat dibandingkan di berbagai negara, baik saat seseorang bertanding di Hamburg, London, New York, maupun Sydney. Hal ini turut mendorong lonjakan minat terhadap Hyrox dalam beberapa tahun terakhir.

Hyrox tumbuh 100% di berbagai pasar

Dalam wawancara dengan Sports Illustrated pada 2025, Frste menyebut ada dua momen penting dalam perkembangan Hyrox. Pertama, ketika 650 peserta mengikuti kompetisi perdana mereka. Kedua, ketika tiket kompetisi di London habis terjual pada 2022, setelah pandemi. Saat itu, mereka mulai melihat potensi besar dari olahraga tersebut.

Pada musim 2022–2023, sekitar 90.000 atlet mengikuti kompetisi Hyrox. Pada 2025, jumlah tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 650.000 atlet.

"Ke mana pun kami pergi sejauh ini, kami melihat pertumbuhan yang luar biasa dalam dua hingga tiga tahun pertama," kata Frste.

"Tidak ada satu pun pasar yang tidak tumbuh 100% dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya. Ini menunjukkan bahwa konsep kami berhasil. Peserta mendapatkan pengalaman yang luar biasa."

Target berikutnya Olimpiade 2032

Dengan lebih dari satu juta atlet yang diperkirakan mengikuti kompetisi Hyrox di seluruh dunia musim ini, popularitas olahraga tersebut tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.

"Ini menunjukkan bahwa kami bukan sekadar tren atau olahraga niche. Kami sudah memberikan bukti di dunia olahraga," kata Frste.

Kini, Hyrox telah hadir di lebih dari 85 kota di sekitar 30 negara. Sejumlah studi juga mengonfirmasi pertumbuhan pesat kompetisi ini. Hingga akhir musim 2023-2024 saja, tercatat lebih dari 278.000 peserta telah menyelesaikan perlombaan Hyrox.

"Saya menginvestasikan banyak hal dan bertemu dengan orang-orang yang sudah bertahun-tahun bekerja di industri ini," ujar Frste. Ia melihat Hyrox sebagai versi modern dari festival musik dalam dunia olahraga.

"Saya harus mempertaruhkan segalanya untuk bisa sampai di posisi saya sekarang dan menjadi bagian dari tim ini."

Meski sejak awal yakin Hyrox akan sukses, Frste mengaku tidak pernah membayangkan olahraga tersebut akan berkembang sebesar sekarang. Kini, target berikutnya sudah di depan mata.

Kepada Sports Illustrated, Frste mengatakan ingin membawa Hyrox masuk ke dalam program Olimpiade Brisbane 2032, sehingga kompetisi kebugaran yang tengah populer ini dapat tampil di panggung olahraga terbesar di dunia.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi dari bahasa Jerman oleh Cinta Zanidya

Editor: Muhammad Hanafi

width="1" height="1" />

Simak juga Video 'Demam Hyrox Melanda, tapi Jangan Remehkan Risiko Saraf Kejepit':




(ita/ita)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork