AS Tuding Kanada Diskriminatif, Terapkan Tarif 50%

AS Tuding Kanada Diskriminatif, Terapkan Tarif 50%

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 21 Jul 2026 15:33 WIB
Gedung Putih tuduh Kanada lakukan praktik perdagangan diskriminatif (Foto: Mario Tama/Getty Images/AFP)
Gedung Putih tuduh Kanada lakukan praktik perdagangan
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (20/07) mengumumkan mereka akan memberlakukan penerapan tarif sebesar 50% terhadap berbagai produk asal Kanada.

Gedung Putih mengatakan tarif tersebut akan mulai berlaku dalam 30 hari dan mencakup "berbagai produk, mulai dari wine (minuman anggur), tongkat hoki, hingga semen."

Trump menandatangani tiga putusan resmi tersebut berdasarkan Pasal 338 Undang-Undang (UU) Tarif tahun 1930, aturan perdagangan yang telah berusia hampir satu abad dan memungkinkan penerapan tarif hingga 50% terhadap impor dari negara tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, tarif baru tersebut tidak berlaku untuk energi, potasium (yang digunakan dalam pupuk pertanian), ikan, mineral kritis, serta barang-barang yang sudah tercakup dalam tarif berdasarkan Pasal 232 dalam UU tersebut, yang berkaitan dengan keamanan nasional.

Gedung Putih tuduh Kanada lakukan "perlakuan diskriminatif"

Gedung Putih mengatakan langkah tersebut merupakan respons terhadap "perlakuan diskriminatif" Kanada terhadap produk-produk Amerika.

Gedung Putih menyebut Kanada menerapkan tarif dan kuota terhadap mobil buatan AS yang tidak diberlakukan terhadap mobil dari negara lain. Pemerintah AS juga mengatakan bahwa hampir semua provinsi dan wilayah Kanada, kecuali dua provinsi, membatasi distribusi minuman beralkohol asal Amerika.

"Dalam satu setengah tahun terakhir, hanya dua negara yang memilih membalas tarif Presiden Trump daripada bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina dan Kanada," kata Gedung Putih.

Respons Kanada terhadap rencana tarif baru AS

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan tarif AS tersebut "secara langsung melanggar" Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (CUSMA), yaitu "perjanjian perdagangan bebas antara Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko."

Carney mengatakan Kanada telah mengajukan sejumlah proposal untuk "memodernisasi" CUSMA dan "kami siap mempercepat pembahasan tersebut dalam beberapa pekan mendatang."

Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, mengecam rencana tarif AS tersebut dan memperingatkan bahwa kebijakan itu akan membawa konsekuensi ekonomi bagi kedua negara.

Dalam unggahan di X, Ford berjanji akan terus memperjuangkan kepentingan Ontario. Ia mengatakan Kanada harus membalas tarif AS dengan langkah yang setara.

Ia mengatakan, "saya tidak akan pernah berhenti memperjuangkan Ontario. Jika tarif ini diberlakukan, Kanada harus merespons dengan tarif yang sama, dolar demi dolar."

Candace Laing, Presiden dan CEO Kamar Dagang Kanada, menyayangkan langkah terbaru pemerintahan Trump tersebut dalam pernyataannya kepada kantor berita AP.

Ia meminta kedua negara memanfaatkan waktu 30 hari sebelum tarif berlaku "untuk mencapai hasil dalam perundingan resmi".

Menurut Scott Lincicome, wakil presiden bidang ekonomi umum di Cato Institute, lembaga penelitian berhaluan libertarian di Washington, D.C., dampak tarif ini tidak hanya dirasakan Kanada. Dalam pernyataan kepada kantor berita AP, ia memperingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat menciptakan "ketidakpastian besar" bagi ekonomi global dan memengaruhi berbagai mitra dagang AS.

"Kita telah melewati batas penting," kata Lincicome. Ia menggambarkan penggunaan Pasal 338 sebagai "opsi paling ekstrem" dalam kebijakan tarif Trump.

Kebakaran hutan tambah ketegangan AS-Kanada

Trump juga sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan penerapan tarif tambahan sebagai respons terhadap asap kebakaran hutan Kanada yang berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah Amerika Serikat.

Meski Trump dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menghadiri final Piala Dunia FIFA 2026 bersama-sama, pejabat AS mengatakan pertemuan tersebut tidak dimaksudkan untuk membahas isu perdagangan.

Langkah tarif terbaru ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara kedua negara. Trump sebelumnya, pada awal masa jabatan keduanya, mengejek Kanada dan mengatakan negara itu seharusnya menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari warga Kanada dan penolakan dari Carney.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Pratama Indra

Editor: Muhammad Hanafi

Simak juga Video 'Jawaban Harvard Usai Dicurigai Pemerintahan Trump soal Dana dari China':

(ita/ita)


Berita Terkait