YouTube Setujui Penyelesaian Gugatan Kesehatan Mental Remaja AS

YouTube Setujui Penyelesaian Gugatan Kesehatan Mental Remaja AS

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 24 Jun 2026 15:42 WIB
YouTube Setujui Penyelesaian Gugatan Kesehatan Mental Remaja AS
Jakarta -

YouTube telah mencapai kesepakatan dalam gugatan yang diajukan seorang remaja di Florida, Amerika Serikat, yang menuduh platform tersebut dirancang secara adiktif dan berdampak pada kesehatan mentalnya, menurut pengacara penggugat pada Selasa.

Namun, isi kesepakatan tersebut tidak dipublikasikan.

Gugatan itu juga turut menargetkan Instagram milik Meta, Snapchat milik Snap Inc., dan TikTok milik ByteDance, yang dijadwalkan menghadapi persidangan pada Juli mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjuangan kesehatan mental akibat kecanduan media sosial

Dalam dokumen pengadilan, seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun asal Florida yang diidentifikasi dengan inisial R.K.C. menyebut dirinya mengalami kecanduan media sosial setelah mulai diperkenalkan pada platform tersebut sejak usia delapan tahun.

Ia secara khusus menyoroti fitur seperti infinite scroll dan autoplay yang mendorong penggunaan secara kompulsif. Akibat kebiasaannya tersebut, R.K.C. mengaku mengalami gangguan tidur, serta gejala depresi dan kecemasan.

Kuasa hukum penggugat menyebut keputusan YouTube untuk menyelesaikan perkara ini tanpa menghadapi juri "sudah cukup menjelaskan posisinya".

Sementara itu, juru bicara Google, Jose Castaneda, mengatakan bahwa perusahaan berfokus pada pengembangan produk yang sesuai usia serta kontrol orang tua yang mendukung komitmen tersebut, dan menambahkan bahwa gugatan ini telah diselesaikan secara damai.

Perusahaan media sosial klaim sudah terapkan langkah keamanan

Ribuan gugatan di Amerika Serikat menuduh perusahaan media sosial merancang platform mereka untuk memaksimalkan keterlibatan pengguna, dengan mengorbankan kesejahteraan anak dan remaja.

Sejumlah negara di dunia telah melarang remaja menggunakan media sosial, atau tengah mempertimbangkan kebijakan serupa.

Pihak perusahaan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka telah menerapkan berbagai langkah keamanan yang ekstensif.

Pada Maret, sebuah persidangan penting di California terhadap Meta dan YouTube berakhir dengan putusan juri yang menyatakan kedua perusahaan itu bertanggung jawab karena merancang platform yang dianggap adiktif tanpa memperhatikan kesejahteraan pengguna muda.

Seorang penggugat berusia 20 tahun mengklaim kesehatan mentalnya terganggu akibat penggunaan media sosial sejak kecil hingga mengalami kecanduan.

Juri menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut lalai dan memerintahkan Meta membayar ganti rugi sebesar sekitar $4,2 juta atau setara Rp75,39 miliar, serta Google sebesar sekitar $1,8 juta atau setara Rp32,31 miliar.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu

Editor: Muhammad Hanafi

Tonton juga video "YouTube Resmi Patuhi PP Tunas, Bagaimana Nasib YouTube Kids?"

(ita/ita)


Berita Terkait