Ukraina Gempur Jalur Logistik Utama Rusia

Ukraina Gempur Jalur Logistik Utama Rusia

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 11 Jun 2026 15:36 WIB
Tentara Rusia semakin tertekan oleh drone-drone canggih Ukraina, tetapi apakah hal ini cukup untuk mengubah jalannya perang? (Alexander Polegenko/TASS/ZUMA/picture alliance)
Tentara Rusia semakin tertekan oleh drone-drone canggih Ukraina, tetapi apakah hal ini cukup untuk mengubah jalannya perang? (Alexander Polegenko/TASS/ZUMA/picture alliance)
Moskow -

Pasukan Ukraina kini berupaya merebut kendali atas jalur pasokan utama tentara Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki oleh pihak Kremlin. Menurut pejabat militer Ukraina, senjata jarak menengah yang baru dikembangkan kini mampu menjangkau jalur logistik Rusia hingga di garis depan.

Drone Ukraina dilaporkan melakukan pengintaian dan serangan di sekitar Mariupol. Artinya, sebagian koridor darat yang menghubungkan wilayah Ukraina yang diduduki Rusia dengan Semenanjung Krimea, yang berjarak sekitar 160 kilometer, kini berada dalam jangkauan serangan Ukraina.

Sebagai bukti, militer Ukraina telah mengunggah sejumlah video di internet yang diklaim memperlihatkan kendaraan militer Rusia hangus terbakar di sepanjang jalur menuju Krimea melalui wilayah pendudukan di Ukraina bagian selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama perang yang mencekam dan berkepanjangan dari 2022 hingga 2026, pembentukan koridor darat ke Krimea dianggap sebagai pencapaian potensial terbesar Moskow," tulis Ihor Lutsenko, prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina sekaligus pendiri Air Intelligence Support Center, di Facebook.

"Namun sekarang, jelas bahwa itu hanyalah keuntungan sementara," sambungnya.

Dia menambahkan bahwa "pada kenyataannya, drone Ukraina sudah berputar di atas koridor tersebut, yang kini tidak lagi dapat digunakan warga sipil. Krimea sedang berubah menjadi wilayah yang semakin sulit dijangkau bagi Rusia. Tentu saja, kami tidak akan berhenti sampai di situ."

Jadi titik balik perang di Ukraina?

Menurut Mykola Bielieskov, penasihat di Ukrainian National Institute for Strategic Studies, kendali penuh atas jalur pasokan Rusia masih jauh dari kenyataan.

"Jika kami benar-benar menguasainya sepenuhnya, pasukan Rusia di selatan akan merasakan dampaknya secara berbeda," kata Bielieskov kepada DW.

Namun, dia mengakui bahwa kerentanan pasukan Rusia terus meningkat.

Menurut Bielieskov, bukti berupa foto dan video menunjukkan bahwa serangan Ukraina pada jarak menengah kini semakin efektif. "Rusia kini tidak seaktif sebelumnya, meskipun wilayah operasinya cukup luas dan serangan yang terjadi sangat intens," paparnya.

Dia menambahkan bahwa "kami belum bisa menyebut ini sebagai titik balik. Ini hanya menunjukkan bahwa situasi tidak semakin memburuk bagi kami."

Teknologi militer canggih bisa bantu Ukraina

Para ahli menilai kemajuan Ukraina didorong oleh terobosan teknologi. Salah satu yang disebut adalah drone produksi perusahaan Ukraina Wild Hornets yang telah dilengkapi sistem Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Namun, keunggulan ini kemungkinan hanya memberi keuntungan sementara. Pakar militer sekaligus sejarawan Mykhailo Zhyrokhov menjelaskan bahwa Rusia kemungkinan akan segera menyiapkan kelompok serbu tambahan dan strategi perlindungan menyeluruh untuk jalur menuju Krimea, termasuk pemasangan jaring antidrone.

Meski demikian, menurut Zhyrokhov, langkah semacam itu justru menguntungkan Ukraina.

"Setiap langkah pertahanan membutuhkan sumber daya dan itu menjadi beban tambahan bagi Rusia," ujarnya kepada DW. Dia menambahkan bahwa Rusia akan dipaksa mengeluarkan dana serta mengalihkan sumber daya untuk mengamankan jalur tersebut.

Menurutnya, efektivitas serangan Ukraina saat ini sangat bergantung pada unsur kejutan yang lambat laun akan berkurang. "Begitu sesuatu terbukti efektif, langkah penanggulangannya akan segera muncul," sambungnya.

Menurut Zhyrokhov, pengalaman empat tahun perang telah menunjukkan pola tersebut.

"Itulah sebabnya momen ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, selagi Rusia belum membangun pertahanan udara yang efektif di sektor front ini," tambahnya.

Tekanan Ukraina terus meningkat

Zhyrokhov menyebut ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan tekanan terhadap logistik militer Rusia.

Pertama, memperluas serangan drone yang sejauh ini terbukti efektif. Kedua, melengkapi drone dengan hulu ledak yang lebih besar untuk menghancurkan kendaraan lapis baja Rusia. Ketiga, mengalihkan sasaran ke infrastruktur di sepanjang ratusan kilometer jalur logistik tersebut.

Menurutnya, serangan terhadap stasiun pengisian bahan bakar dan bengkel perbaikan dapat mengganggu sistem logistik Rusia secara lebih menyeluruh dibandingkan hanya menghancurkan kendaraan satu per satu.

Sementara itu, Bielieskov menyoroti faktor lain. Dia menegaskan bahwa banyak tugas harus dijalankan secara bersamaan di garis depan.

"Seberapa canggih pun teknologinya, potensi penuh tidak akan tercapai tanpa tenaga ahli," ungkapnya. Menurutnya, perang yang dibantu robot dan teknologi canggih tetap sangat bergantung pada manusia.

"Menurut saya, di sinilah salah satu keterbatasan terbesar berada," jelasnya. Bielieskov menambahkan bahwa hampir semua unit yang menangani operasi jarak menengah masih kekurangan personel terlatih.

Berbagai tantangan tersebut, sambung Bielieskov, memperparah kekurangan personel di garis depan. Akibatnya, bahkan solusi teknologi yang paling efektif pun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Ukraina

Diadaptasi dari bahasa Inggris oleh Muhammad Hanafi

Editor: Tezar Aditya Rahman

Simak juga Video 'Trump Dukung Presiden Ukraina-Rusia Bertemu, Bahas Perdamaian Perang':

(nvc/nvc)


Berita Terkait