Sejak dini hari, polisi Jerman dengan lebih dari 1.200 personelnya telah menggeledah lebih dari 50 lokasi di 28 kota, di Nordrhein-Westfalen (NRW), Jerman. Menurut penjelasan polisi dan kementerian, yang dikutip dari kantor berita epd, yang digeledah adalah tempat tinggal serta ruang usaha milik anggota dan pendukung organisasi tersebut.
"Ini merupakan salah satu operasi terbesar dalam sejarah Nordrhein-Westfalen untuk memerangi kejahatan geng motor," tandas Menteri Dalam Negeri NRW, Herbert Reul (CDU), di Dsseldorf, sebagaimana dilansir kantor berita AFPD. "Siapa pun yang mencari uang dengan senjata, narkoba, dan intimidasi harus siap jika polisi gerebek ke kamar tidurnya di pagi hari," ujar Reul.
Kejahatan yang dilakukan geng motor itu menurut pemerintah setempat merupakan ancaman bagi keamanan negara. "Hal itu menciptakan rasa takut di masyarakat dan berusaha melemahkan monopoli negara atas penggunaan kekuatan ," tegasnya. "Dan hal itu tidak akan kami biarkan."
Aset yang disita mencapai 2,5 juta euro
Penyelidikan ditujukan terhadap 44 orang tersangka yang berusia antara 21 hingga 59 tahun. Petugas antara lain menyita sepeda motor dan senjata. Indikasi awal juga menunjukkan adanya budidaya narkoba yang berorientasi keuntungan. Selain itu, terjadi penyitaan aset sekitar 2,5 juta euro. Demikian dilansir dari AFPD.
Menurut Kementerian Dalam Negeri NRW, yang digeledah adalah tempat tinggal dan ruang usaha anggota serta pendukung organisasi tersebut—antara lain di Leverkusen,Kln, Dortmund, dan Duisburg. Dasar pelarangan organisasi dan penggeledahan tersebut adalah hasil dari penyelidikan yang sedang berlangsung.
Para tersangka diduga antara lain melakukan pembentukan atau keanggotaan dalam organisasi kriminal, menurut penyelidik. Di Langenfeld, seorang pria berusia 46 tahun ditangkap, sebagaimana disampaikan oleh Kepolisian Dsseldorf dan kejaksaan yang berwenang.
Di bengkel miliknya, ditemukan banyak sepeda motor merek Harley-Davidson, papar Reul. Dikutip dari dpa, saat ini pihak berwenang masih menyelidiki kepemilikannya. Selain itu, dalam penggerebekan juga ditemukan senjata dan sebuah brankas bank di Lnen turut digeledah. Aset organisasi tersebut akan "disita dan dialihkan untuk kepentingan Negara Bagian Nordrhein-Westfalen," tandas kementerian.
Baru berdiri dua tahun
Dilansir dari dpa, menurut Kementerian Dalam Negeri NRW, cabang Leverkusen baru didirikan pada Mei 2024 sebagai "Prospect Charter" (semacam status calon anggota) dan pada Juni 2025 ditingkatkan menjadi cabang resmi. "Para anggota kerap terlibat dalam berbagai tindak pidana – termasuk perdagangan narkotika ilegal, ancaman, pemaksaan, penganiayaan, dan pemerasan dengan kekerasan," demikian pernyataan kementerian.
Penggeledahan dilakukan oleh Kepolisian Dsseldorf di bawah pimpinan unit pusat dan koordinasi penuntutan tindak pidana terorganisir di Nordrhein-Westfalen (Kejaksaan Dsseldorf).
Personel dari berbagai badan kepolisian, termasuk unit khusus dan polisi siaga, turut terlibat. Sebagian penggeledahan masih berlangsung pada saat laporan ini dibuat.
*Editor: Yuniman Farid
Simak juga Video 'Tagihan Listrik di Desa Ini Murah Banget, Kok Bisa?':
(ita/ita)











































