"Api belum sepenuhnya dapat dikendalikan, meski saat ini masih terbatas di area fasilitas," kata petugas pemadam kebakaran di Victoria dalam pernyataan pada Kamis (16/04) pagi waktu setempat.
Pihak berwenang menyebut kebakaran melibatkan bahan bakar cair dan gas di unit produksi bensin di kilang tersebut.
Warga di Geelong dan sekitarnya diminta tetap berada di dalam rumah, menutup jendela dan pintu, serta mematikan sistem pendingin maupun pemanas.
Sekitar 300.000 orang tinggal di kota pelabuhan tersebut, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Melbourne.
Petugas pemadam kebakaran Victoria memastikan seluruh pekerja kilang telah terdata dan tidak ada laporan korban luka.
Seorang warga, Ronnie Hayden mengatakan kepada penyiar nasional Australia ABC bahwa sekitar 100 pekerja berada di lokasi saat kejadian, dan semuanya berhasil menyelamatkan diri tanpa cedera.
Otoritas pemadam kebakaran menurunkan tingkat peringatan pada Kamis pagi, dengan menyatakan bahwa "kebakaran masih ditangani, tetapi tidak ada ancaman bagi masyarakat."
Wali Kota Geelong, Stretch Kontelj, mengatakan kepada ABC Radio Melbourne bahwa kebakaran ini merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa jam ke depan.
Australia hanya punya dua kilang minyak aktif
Kilang milik Viva Energy di Geelong merupakan satu dari hanya dua kilang minyak yang masih beroperasi di Australia.
Sebagian besar unit di kilang tersebut masih berjalan, namun dengan kapasitas minimum demi menjaga keselamatan, kata CEO Viva Energy, Scott Wyatt, kepada wartawan pada Kamis pagi.
"Kami hanya akan kembali meningkatkan produksi setelah yakin itu bisa dilakukan dengan aman," ujarnya.
Kilang Corio ini memasok lebih dari 50% kebutuhan bahan bakar di negara bagian Victoria dan sekitar 10% kebutuhan nasional, menurut situs resminya. Fasilitas ini mampu mengolah hingga 120.000 barel minyak per hari.
Australia sendiri tengah menghadapi kekhawatiran terkait ketahanan energi, terutama sejak konflik Iran yang hampir menutup Selat Hormuz.
Negara tersebut mengimpor sekitar 90% kebutuhan bahan bakar olahannya.
Menteri Energi Australia, Chris Bowen, mengatakan kepada Nine News bahwa kebakaran ini terutama berdampak pada produksi bensin.
"Saat ini, produksi bahan bakar pesawat dan diesel masih berjalan di kilang, namun pada tingkat yang lebih rendah demi alasan keselamatan sebagai langkah pencegahan," ujarnya pada Kamis pagi waktu setempat.
Ia menambahkan, insiden ini tampaknya merupakan kecelakaan, dan penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu
Editor: Muhammad Hanafi
Lihat juga Video: Kilang Minyak di Haifa Israel Terbakar seusai Diserang Rudal
(nvc/nvc)











































