Tersangka Bos Scam Online Kamboja Diekstradisi ke China

Tersangka Bos Scam Online Kamboja Diekstradisi ke China

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 02 Apr 2026 16:43 WIB
Kamboja menyatakan berharap dapat menutup semua pusat penipuan daring pada akhir April [ARSIP: 11 Maret 2026] (Tang Chhin Sothy/AFP)
Kamboja menyatakan berharap dapat menutup semua pusat penipuan daring pada akhir April [ARSIP: 11 Maret 2026] (Tang Chhin Sothy/AFP)
Beijing -

Seseorang bernama Li Xiong, yang diduga sebagai anggota inti jaringan penipuan daring di Kamboja telah diekstradisi ke China, demikian dilaporkan media pemerintah China, CCTV, pada Rabu (03/04).

Kebenaran soal ekstradisi ini telah dikonfirmasi oleh pemerintah Kamboja melalui sebuah pernyataan.

"Penyelidikan menemukan bahwa Li Xiong, mantan ketua Huione Group di bawah naungan Prince Group, diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana," demikian laporan CCTV, media yang dikelola pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan CCTV itu, Li disebut sebagai "anggota inti dari geng kriminal Chen Zhi".

Sosok Chen Zhi, terduga otak pusat penipuan daring di Kamboja

Chen adalah pendiri Prince Group, salah satu konglomerat terbesar di Kamboja, yang menurut situs webnya berfokus pada "pengembangan properti, layanan keuangan, dan layanan konsumen."

ADVERTISEMENT

Pada Januari, ia diekstradisi ke China. Chen dituduh mengendalikan operasi kompleks kerja paksa di seluruh Kamboja.

Chen pernah menjabat sebagai penasihat bagi Perdana Menteri Kamboja Hun Manet serta ayahnya, mantan pemimpin Hun Sen.

Namun, dalam wawancara kepada AFP pada Februari, Hun Manet mengaku bahwa pemerintah "tidak tahu bahwa dia [Chen] adalah otak di balik jaringan tersebut," sehingga menolak tuduhan kolusi yang dilontarkan ke pemerintah.

Baik Chen maupun Li memiliki kewarganegaraan Kamboja, yang kemudian dicabut oleh pemerintah Kamboja.

Krisis penipuan daring

Pada 2025, Amerika Serikat menuduh bahwa Prince Group bertindak sebagai kedok bagi "salah satu organisasi kriminal transnasional terbesar di Asia."

Kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa Kamboja menjadi tuan rumah bagi puluhan ribu orang yang melakukan penipuan daring.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan "memberantas perjudian daring dan penipuan telekomunikasi merupakan tanggung jawab bersama komunitas global."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

Editor: Prihardani Purba

(nvc/nvc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads