Iran menunjukkan diri lebih tangguh dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel daripada yang diperkirakan Washington. Presiden AS Donald Trump pun memperkeras retorikanya.
"Kami akan menghancurkan sepenuhnya rezim teroris Iran, secara militer, ekonomi, dan dengan cara lain," tulis Presiden AS Donald Trump di platform onlinenya, Truth Social.
Menurutnya, angkatan laut Iran sudah lenyap, angkatan udaranya tidak lagi ada, sementara rudal, drone, dan semua persenjataan lainnya akan dihancurkan. Ia juga menyatakan para pemimpin Iran telah "dihapus dari muka Bumi".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki "kekuatan tembak yang tak tertandingi, amunisi tak terbatas, dan banyak waktu."
Presiden AS itu juga menyebut para anggota kepemimpinan Iran sebagai "bajingan yang terganggu jiwanya", dan mengatakan bahwa merupakan "kehormatan besar" baginya untuk membunuh mereka.
Trump sebelumnya sudah beberapa kali menyatakan bahwa perang dengan Iran bisa segera berakhir. Namun serangan Iran dan milisi sekutunya terhadap Israel dan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah masih terus berlangsung.
Dalam serangan rudal pada Jumat dini hari, puluhan orang terluka di Sarsir, di utara Israel, menurut layanan penyelamat Magen David Adom. Sejumlah rumah di kota yang terletak dekat Nazareth itu mengalami kerusakan.
Negara-negara Teluk juga kembali menjadi sasaran serangan. Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat banyak drone. Di Oman, dua orang dilaporkan tewas akibat drone yang jatuh. Sementara di Dubai, Uni Emirat Arab, puing-puing dari proyektil yang ditembak jatuh menghantam sebuah bangunan dekat pusat keuangan.
Dalam serangan di wilayah Kurdi Erbil di utara Irak, seorang anggota tentara Prancis tewas. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan serangan itu "tidak dapat diterima." Ia menambahkan, "Perang di Iran tidak bisa dijadikan pembenaran atas serangan seperti ini."
Militer AS juga kehilangan sebuah pesawat tanker di Irak. Namun komando militer AS menegaskan bahwa insiden itu bukan akibat tembakan musuh maupun tembakan dari pihak sekutu. Empat awak pesawat tewas. Sebaliknya, sebuah milisi yang didukung Iran mengklaim merekalah yang menembak jatuh pesawat tersebut.
Israel menargetkan infrastruktur
Sementara itu, militer Israel meluncurkan gelombang baru serangan terhadap ibu kota Iran, Teheran. Menurut militer Israel, serangan tersebut menargetkan infrastruktur milik "rezim teroris."
Israel juga kembali menyerang sasaran di Lebanon untuk melemahkan milisi Hezbollah. Jembatan Srarieh di atas Sungai Litani turut dibombardir.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan semua sumber daya militer Amerika saat ini diarahkan untuk menghancurkan kemampuan ofensif Iran, juga terkait blokade di Selat Hormuz. Ia mengakui bahwa saat ini AS belum mampu mengawal kapal tanker melalui selat tersebut, namun Angkatan Laut AS diperkirakan akan segera mampu melakukannya.
AS melonggarkan sanksi minyak Rusia
Dengan harga minyak sekitar 100 dolar per barel, pemerintahan Trump memberikan izin sementara untuk pembelian minyak Rusia. Pengecualian sementara dari sanksi AS ini berlaku hingga 11 April.
Hal ini memungkinkan Rusia, yang telah menjalankan perang melawan Ukraina selama lebih dari empat tahun, untuk setidaknya sementara waktu meningkatkan pendapatan dari penjualan minyak mentahnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik keputusan Washington tersebut. "Melonggarkan sanksi sekarang, apa pun alasannya, menurut kami adalah langkah yang salah," kata Merz saat berkunjung ke Norwegia.
Utusan Kremlin Kirill Dmitriev menulis di Telegram bahwa langkah tersebut menunjukkan pengakuan atas kenyataan: "AS pada dasarnya mengakui hal yang jelas—tanpa minyak Rusia, pasar energi global tidak dapat tetap stabil."
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman.
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid
Simak juga Video: Dugaan Trump soal Putin Bantu Iran dalam Perang Lawan AS‑Israel











































