Akankah Adik-Putri Kim Jong Un Berebut Status Pewaris Tahta?

Akankah Adik-Putri Kim Jong Un Berebut Status Pewaris Tahta?

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 04 Mar 2026 18:16 WIB
Kim Yo Jong adalah adik perempuan Kim Jong Un dan figur berpengaruh dalam rezim Korea Utara (Foto: Yuri Smityuk/TASS/dpa/picture alliance)
Kim Yo Jong adalah adik perempuan Kim Jong Un dan figur berpengaruh dalam rezim Korea Utara (Foto: Yuri Smityuk/TASS/dpa/picture alliance)
Jakarta -

Berita terbaru dari Korea Utara memicu spekulasi tentang masa depan rejim di Pyongyang dan rencana suksesi Kim Jong Un, dengan saudara perempuannya memperoleh kekuasaan formal yang lebih besar sementara putrinya yang masih muda semakin sering muncul di ruang publik.

Kim Yo Jong, adik dari pemimpin saat ini, dipromosikan ke posisi setingkat menteri sebagai direktur partai dalam Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea Utara yang berkuasa, lapor Kantor Berita Pusat Korea KCNA pekan lalu.

Ia juga dinominasikan sebagai kandidat anggota Politbiro, badan elite partai yang melapor langsung kepada Kim Jong Un.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat yang sama, diktator Korea Utara tersebut tampak mengambil langkah yang dapat menempatkan putrinya, Kim Ju Ae yang diyakini berusia 13 tahun, sebagai sosok yang suatu hari akan memegang kekuasaan. Ia beberapa kali terlihat mendampingi ayahnya dalam acara-acara besar, termasuk parade militer malam hari pada Rabu lalu.

Rivalitas mungkin terjadi di keluarga Kim

Upaya Kim Jong Un untuk mendorong putrinya ke garis depan dapat memicu perebutan kekuasaan dengan bibinya yang berpengaruh, Rah Jong-yil, mantan wakil kepala Badan Intelijen Nasional Korea Selatan dan mantan duta besar untuk Inggris, menurut laporan The Telegraph Inggris.

ADVERTISEMENT

Namun, mantan wakil kepala NIS lainnya, Han Ki Bum, mengatakan kepada DW bahwa spekulasi mengenai perebutan kekuasaan tersebut adalah "skenario hipotetis dengan kredibilitas rendah."

"Misalnya, ketegangan psikologis atau rivalitas mungkin ada antara Ri Sol Ju, istri Kim Jong Un, dan Kim Yo Jong. Ri Sol Ju bisa saja menyampaikan ketegangan itu kepada suaminya, tetapi Kim Yo Jong, sebagai pembantu pemimpin, harus tunduk pada otoritas kakaknya. Karena itu, meskipun ketegangan di antara mereka mungkin ada saat ini, hal tersebut tidak dapat dibicarakan secara terbuka," kata Han.

"Poin kuncinya adalah Kim Ju Ae berusia sekitar 13 tahun dan tidak menghadiri kongres. Ia terlalu muda untuk dianggap sebagai pewaris," kata Han. "Selain itu, basis kekuasaan Kim Jong Un sendiri belum sepenuhnya terkonsolidasi. Pembicaraan mengenai suksesi adalah skenario yang masih jauh, relevan hanya jika Kim menghadapi masalah kesehatan serius sekitar dua dekade mendatang."

Han menjelaskan bahwa kemunculan publik Kim Jong Un yang sering bersama putrinya bertujuan menegaskan kesinambungan dan memvalidasi kepemimpinannya.

"Membawa Kim Ju Ae ke peluncuran rudal atau lokasi latihan militer mengirimkan pesan tentang generasi masa depan," ujarnya.

Spekulasi tentang suksesi Kim "prematur"

Kim Hyongseok, mantan wakil menteri unifikasi Korea Selatan, juga mengatakan kepada DW bahwa Kim Ju Ae mungkin digunakan secara simbolis untuk merepresentasikan generasi masa depan. Namun, ia juga mencatat bahwa pemberian gelar formal kepadanya akan sulit diterima mengingat usianya yang masih muda.

Terkait spekulasi tentang rivalitas antara putri dan saudara perempuan Kim Jong Un, pakar tersebut menyatakan bahwa skenario itu kecil kemungkinannya untuk saat ini.

"Rumor ini muncul ketika Kim Yo Jong semakin menonjol dalam kebijakan antar-Korea dan kebijakan luar negeri, bersamaan dengan kembali mencuatnya pembicaraan tentang suksesi Kim Ju Ae," katanya. "Jika Kim Ju Ae secara resmi dikonfirmasi sebagai penerus dan muncul situasi yang tidak biasa terkait Kim Jong Un, kemungkinan itu dapat dipertimbangkan."

Mantan juru bicara Kementerian Unifikasi, Jeong Joon Hee, juga mengatakan kepada DW bahwa Kim Jong Un kemungkinan akan terus meningkatkan profil putrinya secara informal.

"Spekulasi tentang perebutan kekuasaan terlalu dini. Kerangka suksesi hanya dapat berjalan setelah semua penantang benar-benar disingkirkan," kata Jeong.

Ia juga memperingatkan bahwa jika Kim Yo Jong suatu saat menjadi hambatan bagi rencana suksesi Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara itu akan menanganinya secara tegas, "terlepas dari fakta bahwa ia adalah saudara perempuannya."

Namun, jika Kim Jong Un meninggal secara tiba-tiba, "Kim Yo Jong dapat muncul sebagai figur kekuasaan utama, meskipun tokoh-tokoh ambisius di militer juga mungkin akan bermunculan," tambah Jeong.

Popularitas Kim Ju Ae hambat rencana studi

Seorang mantan pejabat senior Kementerian Unifikasi Korea Selatan lainnya, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan para pakar masih terpecah mengenai apakah Kim Ju Ae telah ditetapkan sebagai pewaris.

"Mungkin ada gestur seremonial untuk meningkatkan posisinya, tetapi terlalu dini untuk secara resmi menyatakannya sebagai penerus," kata pejabat tersebut. "Seharusnya ini adalah waktu baginya untuk belajar di luar negeri, seperti yang dilakukan ayah dan bibinya di Swiss. Namun, tingkat eksposur publiknya saat ini membuat pendidikan di luar negeri menjadi sulit."

Ia menambahkan, "seorang diplomat Korea Utara yang membelot pernah mengatakan kepada saya bahwa mustahil bagi Kim Yo Jong untuk menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di Korea Utara."

Hal ini karena "keturunan langsung secara tradisional memiliki prioritas dalam suksesi kekuasaan di Korea Utara, sehingga sangat kecil kemungkinan seorang saudara perempuan mewarisi kepemimpinan," menurut pejabat Korea Selatan tersebut.

Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Rahka Susanto

Editor: Rizki Nugraha

Simak juga Video 'Ju Ae Makin Kuat Disebut sebagai Calon Penerus Kim Jong Un':

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads