Skandal Epstein, yang Perlu Diketahui tentang Andrew

Skandal Epstein, yang Perlu Diketahui tentang Andrew

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 20 Feb 2026 17:23 WIB
Andrew Mountbatten-Windsor telah dicabut gelar kerajaannya karena memiliki hubungan dengan Jeffrey Epstein (Foto: Phil Noble/REUTERS)
Andrew Mountbatten-Windsor telah dicabut gelar kerajaannya karena memiliki hubungan dengan Jeffrey Epstein (Foto: Phil Noble/REUTERS)
Jakarta -

Meski polisi Inggris belum menyebut nama secara resmi, Andrew Mountbatten-Windsor secara luas diberitakan ditangkap pada Kamis (19/02) pagi waktu setempat.

Kepolisian Thames Valley menyatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan atas "dugaan penyalahgunaan jabatan publik," sebuah common law offense, yaitu tindak kejahatan yang dibentuk melalui preseden hukum dan kebiasaan, bukan melalui undang-undang formal.

Pada Kamis (19/02) sore waktu setempat, polisi mengatakan Andrew telah "dibebaskan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski dugaan pelanggaran belum dijelaskan secara rinci, Mountbatten-Windsor, yang dulu dikenal sebagai Pangeran Andrew, telah lama dikaitkan dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, yang kini telah meninggal.

Berkas terbaru Epstein Files berisi banyak e-mail dari seseorang yang menggunakan alamat dengan inisial "A" atau "The Duke."

ADVERTISEMENT

Tidak lagi jadi pangeran

Meski Andrew selalu membantah melakukan kesalahan terkait Epstein, kakaknya, Raja Charles, secara resmi mencabut gelar kerajaan Andrew pada November 2025 karena hubungan keduanya. Gelar militernya serta gelar His Royal Highness (HRH) sudah lebih dulu dicabut pada 2022.

Keputusan tahun 2025 itu muncul tak lama setelah memoar mendiang Virginia Giuffre dirilis pada Oktober lalu.

Giuffre merupakan salah satu orang yang paling vokal menuduh Epstein dan mengeklaim bahwa Epstein memperdagangkannya kepada Andrew. Mantan pangeran itu menyelesaikan gugatan perdata dengan Giuffre pada 2022, dengan membayar sejumlah besar uang kepada Giuffre dan yayasannya tanpa mengakui kesalahan.

Keputusan raja mencabut gelarnya juga membuat Andrew harus meninggalkan kediamannya yang dimiliki kerajaan, sebuah rumah dengan 30 kamar di Windsor tempat ia tinggal lebih dari 20 tahun. Ia pun pindah ke Marsh Farm, di sebuah rumah yang jauh lebih kecil di dalam kawasan pribadi Sandringham milik raja di Norfolk.

Menurut media Inggris, di tempat inilah penangkapannya dilakukan.

Mantan pewaris takhta Kerajaan Inggris

Andrew Albert Christian Edward Mountbatten-Windsor adalah anak ketiga Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, lahir tahun 1960.

Ia awalnya berada di urutan kedua pewaris takhta setelah kakaknya, Charles. Meskipun sudah kehilangan gelarnya (sebelumnya juga dikenal sebagai Duke of York), secara teknis ia masih berada di urutan kedelapan dalam garis suksesi, setelah Pangeran William, Pangeran Harry, dan anak-anak mereka. Namun, kemungkinan Andrew naik takhta dianggap nyaris mustahil.

Seperti banyak anggota kerajaan, Andrew masuk militer, dalam hal ini Angkatan Laut Inggris pada 1978, dan kemudian bertugas di Perang Falklands pada 1982. Pada masa itulah media Inggris menjulukinya "Randy Andy" karena banyaknya hubungan asmara yang dikabarkan.

Ia diyakini sebagai anak kesayangan mendiang Ratu Elizabeth II, yang terlihat dari gaya hidupnya yang glamor.

Ia menikah dengan Sarah Ferguson pada 1986 dalam resepsi besar yang ditonton sekitar 500 juta orang di televisi dan dihadiri berbagai selebritas.

Mereka memiliki dua putri, Beatrice dan Eugenie, dan berpisah pada 1992. Ferguson juga memiliki beberapa hubungan dengan Epstein, bahkan mengakui pernah menerima uang dari Epstein sejak 2011.

Deretan skandal yang melibatkan Andrew

Skandal terbesar tentu adalah hubungannya dengan Epstein. Andrew diperkenalkan kepada Epstein oleh Ghislaine Maxwell, dan sejak itu Epstein kerap menghadiri berbagai acara di properti Kerajaan Inggris.

Tuduhan Giuffre membuat reputasi Andrew merosot tajam, diperburuk oleh wawancara aneh dan kontroversial di program Newsnight BBC tahun 2019, ketika ia mengaku tidak ingat pernah bertemu Giuffre dan bahkan mengeklaim bahwa ia "tidak pernah berkeringat." Tahun itu ia mundur dari tugas publik, diikuti pencabutan gelar dan hak-hak kerajaan secara bertahap.

Sebelumnya, pada 2011 ia mundur dari posisinya sebagai Utusan Khusus Inggris untuk Perdagangan dan Investasi Internasional setelah disorot soal pembelanjaan serta hubungannya dengan tokoh-tokoh kontroversial dari Libya, Arab Saudi, dan awal keterlibatannya dengan Epstein. Namun, ia tetap menjalankan tugas resmi untuk Ratu Elizabeth II hingga 2019.

Hubungannya dengan seorang terduga mata-mata Cina terungkap dalam dokumen pengadilan tahun 2024, dan petugas keamanan disebut khawatir atas pengaruh pria tersebut terhadap Andrew.

Di sisi lain, peristiwa seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah keluarga kerajaan modern, terutama di lingkungan House of Windsor.

Anne, kakak Andrew, menjadi anggota keluarga kerajaan pertama yang dihukum karena tindak pidana pada 2002, ketika ia mengaku bersalah melanggar Undang-Undang Anjing Berbahaya.

Satu-satunya yang memiliki kekebalan hukum adalah raja yang berkuasa, saat ini Raja Charles, yang berarti ia tidak dapat dituntut secara pidana. Untuk saat ini, Andrew belum menghadapi tuntutan apa pun, meski sebelumnya disebut berada dalam tahanan.

Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Hani Anggraini

Editor: Tezar Aditya

Tonton juga video "Dugaan Kirim Dokumen Rahasia ke Epstein, Eks Pangeran Andrew Diperiksa"

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads