Bagaimana Jeffrey Epstein, seseorang yang pernah putus kuliah kemudian memulai karier sebagai guru matematika dan fisika, bisa membangun kekayaan besar?
Setidaknya pada awalnya, pria dari keluarga kelas pekerja di Coney Island, New York, itu tampaknya cukup beruntung.
Melalui koneksinya, Epstein mendapat pekerjaan di bank investasi Bear Stearns, yang memberinya wawasan tentang dunia keuangan tingkat tinggi. Pada tahun1980, ia diangkat menjadi mitra terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima tahun kemudian, ia meninggalkan bank tersebut, tetapi memanfaatkan pengalaman dan jaringan yang ia bangun di sana sebagai bukti kredibilitasnya.
Sosok penuh misteri di dunia keuangan
Setelah keluar dari Bear Stearns, nama Epstein kembali muncul di kalangan pelaku bisnis keuangan, namun sulit memastikan apa sebenarnya pekerjaannya.
"Ia seperti teka-teki," kata Charles Gasparino, koresponden senior Fox Business Network, dalam dokumenter Netflix tahun 2020 "Jeffrey Epstein: Filthy Rich." Biasanya, pelaku Wall Street meninggalkan jejak yang jelas, tetapi Epstein sulit dilacak.
"Banyak orang membicarakannya, tetapi hampir tak ada jejak nyata aktivitasnya di dunia investasi," ujar Gasparino.
Dugaan keterkaitan dengan skema Ponzi
Steven Hoffenberg, mantan CEO Towers Financial Corporation, mengaku mengetahui sebagian ceritanya.
Pada akhir 1980-an, ia merekrut Epstein, yang disebutnya sebagai "rekan dalam kejahatan" dalam wawancara di dokumenter Netflix tersebut. Hoffenberg ternyata menjalankan skema Ponzi senilai 460 juta dolar Amerika Serikat.
Menurut Hoffenberg, Epstein "mengambil alih sisi sekuritas, aset-aset palsu, memanipulasi harga saham dan melakukan perdagangan saham ilegal."
Pada 1993, skema itu runtuh. Hoffenberg mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Epstein tidak pernah didakwa, sehingga sulit mengetahui sejauh mana perannya dan apa keuntungan finansial yang ia peroleh.
Hubungan dengan Les Wexner
Pada pertengahan 1980-an, Epstein bertemu Les Wexner, pengusaha ritel asal Columbus, Ohio, di balik Victoria's Secret dan The Limited. Epstein mempromosikan dirinya sebagai penasihat keuangan dan pada 1991 memperoleh kendali atas urusan keuangan pribadi miliarder tersebut.
Epstein mengendalikan keuangan pribadi Wexner, membayar dirinya dalam jumlah besar, serta memperoleh portofolio properti dan jet pribadi.
Keduanya berpisah pada 2007 ketika skandal mulai melingkupi Epstein. Saat itulah Wexner menyadari bahwa Epstein telah "menyalahgunakan dana dalam jumlah sangat besar dari saya dan keluarga saya," seperti yang kemudian ia tulis.
Dari mana asal kekayaan awal Epstein?
Menurut laporan jaksa AS yang baru dipublikasikan, Epstein telah mencuri atau menyalahgunakan ratusan juta dolar milik Wexner.
Pengacara dalam laporan tersebut menyebut, tindakan ituβditambah bayaran besar yang ia tetapkan untuk dirinya sendiriβtampaknya menjelaskan hampir seluruh kekayaan Epstein.
Epstein menjual jet pribadi milik Wexner kepada dirinya sendiri dengan harga jauh di bawah nilai sebenarnya. Hal serupa dilakukan terhadap sebuah townhouse di New York. Ia juga membeli properti atas nama Wexner lalu menjualnya kembali kepada dirinya sendiri dengan harga diskon.
Pada 2008, Epstein mengembalikan 100 juta dolar kepada Wexner melalui penyelesaian tertutup, alih-alih menghadapi sidang terbuka. Wexner memutuskan hubungan, tetapi tidak pernah mengajukan laporan resmi.
Meski demikian, Epstein tetap membawa pergi sejumlah aset dan uang tunai dalam jumlah besar. Karena Wexner tidak mengungkapkannya ke publik selama lebih dari satu dekade, publik tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Memanfaatkan jaringan Wexner
Wexner juga memberi Epstein sesuatu yang tak kalah penting: kredibilitas. Jika Wexner mempercayainya, orang lain pun merasa wajar untuk percaya pada dirinya dan nasihatnya.
Epstein menggunakan kepercayaan itu untuk membangun jaringan elite. Ia kerap menyebut nama-nama seperti Clinton dan Rockefeller. Strategi itu tampaknya berhasil, dan sejumlah tokoh ternama masuk ke lingkarannya, termasuk miliarder private equity Leon Black.
Selama bertahun-tahun, ada tudingan diam-diam soal biaya berlebihan atau praktik eksploitatif, tetapi tampaknya hanya Wexner yang secara terbuka menuduh adanya pencurian langsung.
Peran JPMorgan dan Deutsche Bank
Bahkan setelah Epstein terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual pada 2008 dan menjalani hukuman penjara, banyak orang masih meminta nasihatnya, seperti juga ditegaskan oleh rilis dokumen terbaru Departemen Kehakiman.
Epstein menggunakan JPMorgan dari 1998 hingga 2013, sebelum bank tersebut menutup rekeningnya. Satu dekade kemudian, tanpa mengakui kesalahan, bank itu membayar 75 juta dolar untuk menyelesaikan gugatan dari Kepulauan Virgin AS dan 290 juta dolar untuk menyelesaikan gugatan dari sekelompok korban Epstein.
Setelah keluar dari JPMorgan, Deutsche Bank membuka rekening untuknya pada 2013. Ia kemudian memiliki sekitar 40 rekening sebelum bank itu mengakhiri hubungan bisnis tak lama sebelum kematiannya.
Bank tersebut menyatakan menyesal atas hubungannya dengan Epstein dan menyetujui penyelesaian sebesar 75 juta dolar kepada sekelompok korbannya tanpa mengakui kesalahan.
Apa yang terjadi dengan kekayaan Epstein?
Epstein ditangkap pada 6 Juli 2019 dan didakwa atas perdagangan seks anak di bawah umur. Ia ditemukan tewas di sel tahanannya pada 10 Agustus tahun yang sama.
Dalam dokumen wasiat yang diajukan ke pengadilan waris di Kepulauan Virgin ASβtempat ia tercatat sebagai pendudukβterdapat daftar aset senilai 577 juta dolar AS.
Jumlah itu termasuk 56,5 juta dolar AS dalam bentuk tunai, hampir 194 juta dolar dalam dana lindung nilai dan investasi private equity, serta 112 juta dolar dalam saham. Tercantum pula perusahaan-perusahaan yang memiliki properti miliknya di Kepulauan Virgin, New Mexico, New York City, Palm Beach, dan Paris.
Namun pajak, biaya perawatan, ongkos hukum, dan penyelesaian besar telah menggerus nilai warisan tersebut. Meski begitu, upaya menelusuri asal-usul kekayaannya terus berlanjut.
The New York Times, setelah investigasi berbulan-bulan pada Desember 2025, menyimpulkan bahwa Epstein membangun kekayaannya melalui "penipuan, pencurian, dan kebohongan."
"Epstein bukanlah jenius keuangan, melainkan manipulator dan pembohong ulung," tulis surat kabar tersebut. "Berkali-kali ia terbukti bersedia bergerak di tepi kriminalitas dan membakar jembatan demi mengejar kekayaan dan kekuasaan."
Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid
Tonton juga video "Dokumentasi saat Epstein Diinterogasi Pada 2010"
(ita/ita)










































