Kantor kejaksaan Paris pada Sabtu (14/02) mengumumkan pembentukan tim khusus jaksa untuk menelaah bukti yang mungkin melibatkan warga negara Prancis dalam kejahatan yang dilakukan oleh terpidana pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak, Jeffrey Epstein.
Tim khusus tersebut dibentuk "agar dapat mengekstrak setiap bagian yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kerangka penyelidikan baru," papar kantor kejaksaan kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP).
Menurut sejumlah media Prancis termasuk Franceinfo, tim ini akan bekerja sama erat dengan kepolisian serta jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus Brunel akan diperiksa ulang
Di antara kasus yang akan mendapat perhatian khusus adalah kasus mendiang eksekutif agen model, JeanLuc Brunel, yang merupakan rekan dekat Epstein.
Ia ditemukan tewas tergantung di selnya di La Sante Prison pada tahun 2022 setelah didakwa memperkosa anak di bawah umur dan melakukan pelecehan seksual.
Brunel diduga telah memperkosa, menyerang, dan melecehkan sejumlah korban anak di bawah umur maupun dewasa, serta mengatur transportasi dan penyediaan tempat bagi perempuan-perempuan muda untuk Epstein.
Jaksa menyatakan bahwa Brunel melakukan tindakan seksual dengan gadis-gadis di bawah umur di Amerika Serikat, Kepulauan Virgin AS, Paris, dan wilayah selatan Prancis.
Kasus terhadapnya dihentikan pada tahun 2023 setelah kematiannya, dan tidak ada pihak lain yang didakwa.
Tokoh publik Prancis dalam "Berkas Epstein"
Sejumlah tokoh publik Prancis muncul dalam berkas yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman AS, dan para jaksa kini sedang menyelidiki diplomat senior Fabrice Aidan atas permintaan Kementerian Luar Negeri Prancis.
"Sebuah penyelidikan sedang berlangsung untuk mengumpulkan berbagai bukti yang dapat memperkuat laporan ini," ujar kantor kejaksaan.
Kantor kejaksaan juga menerima pengaduan yang diajukan seorang perempuan asal Swedia terhadap Daniel Siad, seorang perekrut model yang memiliki hubungan dekat dengan Epstein.
Jaksa menyatakan bahwa perempuan tersebut menuduh Siad melakukan "tindakan seksual yang ia sebut sebagai pemerkosaan dan yang mungkin dilakukan di Prancis pada tahun 1990."
Sebuah pengaduan juga diajukan terhadap dirigen asal Prancis, Frederic Chaslin, dengan tuduhan tindakan pelecehan seksual pada tahun 2016, kata jaksa.
Lebih dari sepekan lalu, jaksa kejahatan keuangan Prancis mengonfirmasi bahwa penyelidikan awal terhadap mantan menteri kebudayaan, Jack Lang, dan putrinya, produser film Caroline Lang, telah dibuka atas dugaan "pencucian hasil penipuan pajak berat."
Pekan lalu, Lang mengumumkan pengunduran dirinya dari sebuah pusat kebudayaan bergengsi di Paris. Namanya disebut lebih dari 670 kali dalam "Berkas Epstein."
Disebut dalam "Berkas Epstein" tidak serta-merta berarti telah terjadi melakukan pelanggaran hukum.
Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid
Lihat juga Video 'Dokumentasi saat Epstein Diinterogasi Pada 2010':
(nvc/nvc)










































