Sejumlah nama tokoh elite dan politisi papan atas dari Eropa muncul dalam berkas Epstein yang dirilis pekan lalu. Beberapa di antaranya adalah mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) Peter Mandelson, mantan Perdana Menteri Norwegia Thorbjorn Jagland, serta Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit.
Pada Kamis (05/02), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan pernyataan terkait keterlibatan Peter Mandelson sebagai duta besarnya di AS. Ia berupaya meredam kritik publik atas keputusannya menunjuk Mandelson pada Desember 2024, meski saat itu hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein telah diketahui publik.
Mandelson diberhentikan sebagai Duta Besar AS pada September lalu ketika bukti kedekatan hubungannya dengan Epstein makin banyak terungkap. Namun, dokumen yang baru dirilis kini memberikan gambaran yang lebih jelas akan intensitas hubungan mereka. Kini, politisi tersebut tengah diselidiki polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permohonan maaf PM Inggris terkait keterlibatan Mandelson
"Publik sudah sejak lama mengetahui bahwa Mandelson mengenal Epstein, tetapi tidak ada di antara kita yang mengetahui seberapa erat hubungan mereka," kata Starmer dalam sebuah acara di Inggris selatan.
Pasalnya, email yang dirilis Departemen Kehakiman AS menunjukkan bahwa pada 2009, Mandelson mengirim memo pemerintah kepada Epstein terkait kemungkinan penjualan aset Inggris dan perubahan pajak. Pada 2010, pria berusia 72 tahun yang pernah menjabat sebagai Komisaris Eropa untuk perdagangan itu menginfokan Epstein soal rencana paket bail-out Uni Eropa senilai β¬500 miliar (sekitar Rp9.950 triliun) pada puncak krisis utang blok tersebut.
Starmer menyebut ia "dibohongi" sebelum menunjuk Mandelson. Menurutnya, Mandelson kerap mengecilkan dan menutup-nutupi kedekatan hubungannya dengan Epstein.
Starmer mengaku ia turut merasakan "amarah dan frustrasi" para politisi, termasuk sekutu di Partai Buruh serta publik. PM Inggris tersebut pun meminta maaf kepada para korban Epstein.
"Saya minta maaf. Maaf atas apa yang telah terjadi pada kalian, maaf karena begitu banyak orang berkuasa yang mengecewakan kalian, maaf karena saya mempercayai kebohongan Mandelson dan menunjuknya."
Akankah posisi Starmer terancam?
Starmer menyebut ingin mempublikasikan hasil saran pemeriksaan keamanan yang diterimanya saat memilih Mandelson, seorang politisi yang sebelumnya dua kali terpaksa mundur secara memalukan dari posisi penting di pemerintahan. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya harus mematuhi permintaan polisi untuk tidak melakukan apapun yang bisa mengganggu penyelidikan.
"Meski secara pribadi saya sangat frustrasi, namun saya tidak akan mengambil langkah apapun, seberapapun menggiurkannya secara politik, selama itu bisa mengganggu keadilan bagi para korban," kata Starmer yang sebelumnya sempat menjabat sebagai mantan jaksa agung Inggris.
Mandelson sendiri tidak dituduh melakukan pelanggaran seksual dan mengaku tidak pernah menyaksikan kejahatan tersebut.
Pemimpin Partai Konservatif, Kemi Badenoch, pada Kamis (05/02) menilai posisi Starmer "tidak dapat dipertahankan" dan mendesak anggota parlemen Partai Buruh untuk mendukung oposisi agar ia menghadapi mosi tidak percaya di Majelis Rendah. Ia menyebut, kepergian Starmer hanya tinggal menunggu waktu.
Namun, Partai Buruh memiliki mayoritas sangat besar di Majelis Rendah, yakni 404 dari 650 kursi. Oleh karena itu, posisi Starmer hanya berpotensi terancam jika terjadi pemberontakan besar di dalam jajaran partainya sendiri.
Keterkaitan mantan PM Norwegia dengan Epstein
Selain Mandelson, politisi Eropa lain yang diduga terlibat dengan Epstein adalah mantan Perdana Menteri Norwegia Thorbjorn Jagland. Jagland, 75, menjabat sebagai Perdana Menteri Norwegia dari 1996 hingga 1997 sebelum menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa dari 2009 hingga 2019.
Belakangan, pertukaran pesan antara Jagland dan Epstein memicu kemarahan publik di Norwegia.
"Saya telah berada di Tirana (Albania) dengan remaja-remaja perempuan yang luar biasa," tulis Jagland dalam pesan kepada Epstein pada Mei 2012.
"Seperti yang kamu tahu, saya tidak bisa terus-terusan hanya dengan perempuan muda," katanya pada Januari 2013.
Jagland mengatakan kepada harian Aftenposten pada Minggu (01/02) bahwa ia telah mengambil "keputusan buruk" ketika mempertahankan hubungan dengan Epstein.
Kini, polisi sedang melakukan investigasi atas "dugaan korupsi berat" terkait keterkaitannya dengan Epstein.
"Kami menganggap ada pertimbangan yang masuk akal untuk melakukan penyelidikan, mengingat dia menjabat sebagai Ketua Komite Nobel sekaligus Sekretaris Jenderal organisasi The Council of Europe ketika ia aktif berhubungan dengan Epstein," kata Paal Loeseth, direktur unit kejahatan ekonomi Norwegia, Oekokrim, dalam sebuah pernyataan.
"Selain itu, Oekokrim juga akan menyelidiki apakah hadiah, perjalanan, dan pinjaman yang diterima berhubungan dengan posisinya," tambah pernyataan tersebut.
Polisi juga meminta pencabutan kekebalan hukum Jagland untuk mempermudah penyelidikan.
Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide mengatakan pada Kamis (05/02) bahwa Norwegia akan mengajukan proposal ke organisasi The Council of Europe untuk mencabut kekebalan hukum Jagland. The Council of Europe adalah organisasi hak asasi manusia internasional, dan bukan bagian dari Uni Eropa.
Sementara itu, Jagland juga sempat menjabat sebagai ketua komite yang menganugerahi Hadiah Nobel Perdamaian sejak Januari 2009 sampai Maret 2015.
"Jika terbukti bahwa Jagland menerima manfaat finansial signifikan dari Jeffrey Epstein saat menjabat sebagai anggota Komite Nobel, hal itu akan bertentangan dengan kode etik kami," kata Kristian Berg Harpviken, Direktur Institut Nobel Norwegia.
Politikus Norwegia lain yang terekspos dalam dokumen
Selain Jagland, beberapa nama figur publik dan tokoh elite asal Norwegia juga terekspos dalam dokumen Epstein.
Salah satunya adalah Putri Mahkota Mette-Marit yang menyesali keputusannya untuk tetap mempertahankan hubungan dengan Epstein setelah ia dijatuhi hukuman.
Pada Senin (02/02), Norwegia juga menangguhkan diplomat ternama Mona Juul sembari menunggu penyelidikan terkait dugaan keterkaitannya. Sementara itu, Forum Ekonomi Dunia mengumumkan tinjauan independen terhadap CEO dan mantan Menteri Luar Negeri Norwegia Borge Brende atas kedekatannya dengan Epstein.
Munculnya nama dalam dokumen tidak langsung berarti bahwa mereka bersalah, tetapi setidaknya menunjukkan keterkaitan antara lingkaran Epstein dengan tokoh publik yang kerap menutup-nutupi atau menyangkal hubungan tersebut.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Adelia Dinda Sani
Editor: Yuniman Farid
Simak juga Video 'Muncul Laporan Kasus Prostitusi di Istana Buckingham Terkait Epstein':











































