Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada Senin (05/01). Ia menyebut pertemuan ini sebagai kesempatan penting untuk memulihkan hubungan bilateral.
Lee mengatakan Korea Selatan dan Cina akan terus mengembangkan kemitraan kerja sama strategis, setelah hubungan keduanya sempat tegang dalam beberapa tahun terakhir karena isu-isu seperti Korea Utara dan sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.
Ia berharap bisa membuka "fase baru" dalam hubungan bilateral, dengan "dasar kepercayaan" antara dirinya dan Xi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lee juga berjanji akan mencari cara yang realistis bersama Cina untuk menjaga perdamaian di Semenanjung Korea, di tengah ketegangan yang masih terjadi dengan Korea Utara, negara yang masih didukung oleh Cina.
Xi: Cina dan Korea Selatan punya banyak kepentingan bersama
Dalam konferensi pers bersama, Xi Jinping mengatakan perbedaan antara kedua negara sebaiknya diselesaikan lewat dialog dan konsultasi. Ia juga menekankan pentingnya bekerja sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Asia Timur Laut.
"Dunia saat ini sedang mengalami perubahan yang cepat, hanya dalam waktu satu abad, dan situasi internasional semakin kompleks," kata Xi, mengutip kantor berita Xinhua.
Xi menambahkan, Cina dan Korea Selatan memiliki "tanggung jawab besar" dalam menjaga perdamaian kawasan dan memiliki "banyak kepentingan bersama."
"Kedua negara harus membuat pilihan strategis yang tepat sesuai dengan arah perkembangan sejarah dan membuat pilihan strategis yang tepat," ujar Xi.
Arah kebijakan Seoul terhadap Cina berubah setelah pergantian presiden
Lee adalah presiden Korea Selatan pertama dalam enam tahun terakhir yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.
Ia berasal dari Partai Demokrat Korea (DPK), yang biasanya mendorong hubungan lebih terbuka dengan Cina dibanding Partai Kekuatan Rakyat (PPP) milik pendahulunya, Yoon Suk-yeol. Partai yang lebih berhaluan kiri ini juga cenderung memilih pendekatan lebih lunak terhadap Korea Utara.
Pertemuan ini berlangsung beberapa hari setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik ke lepas pantai timurnya, dan setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolรกs Maduro.
Selain itu, pertemuan tersebut berlangsung tak lama setelah latihan militer besar-besaran Cina di sekitar Taiwan. Korea Selatan tidak mengecam latihan tersebut seperti yang dilakukan Taiwan dan Jepang.
Agenda lain Presiden Lee
Selama pertemuan hari Senin (05/01), Lee dan Xi menandatangani serangkaian nota kesepahaman untuk kerja sama di berbagai bidang seperti teknologi, lingkungan, transportasi, dan perdagangan.
Setelah penandatanganan tersebut, keduanya dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan.
Lee datang ke Cina bersama rombongan besar pengusaha dan pemimpin industri teknologi untuk memperkuat hubungan dengan mitra dagang terbesar Korea Selatan.
Sebelumnya pada Senin (05/01) pagi, perwakilan dari perusahaan Cina seperti produsen baterai CATL, produsen ponsel ZTE, dan raksasa teknologi Tencent hadir dalam pertemuan di Gedung Tamu Negara Diaoyutai di Beijing. Lee juga didampingi oleh pemimpin Samsung Electronics, Lee Jae-yong, dan pimpinan Hyundai Motor Group, Chung Eui-sun.
Pada Selasa (06/01), Presiden Lee dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Cina Li Qiang, yang mengurusi kebijakan ekonomi, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Pratama Indra
Editor: Melisa Ester Lolindu
Simak Video: Korsel-China Teken 9 Kerja Sama di Bidang AI-Budaya











































