Inovasi Penggunaan Alga Lawan Penyakit Mata Ganas

ADVERTISEMENT

Inovasi Penggunaan Alga Lawan Penyakit Mata Ganas

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 24 Des 2022 15:36 WIB
Jakarta -

Di pantai Jerman terdapat harta karun tak ternilai di bawah laut, yaitu ganggang atau alga coklat. Ada 1.800 jenis. Salah satunya dibudidayakan di Schnren, di pertanian alga milik Inez Linke dan timnya. Ahli biologi laut itu yakin dengan potensi besar jenis alga Saccharina Latissima.

Inez Lingke mengungkapkan, alga tidak hanya mengagumkan karena tumbuhan itu sudah sangat lama ada di bumi. Tanaman juga bisa menyesuaikan diri dengan habitat dan ekosistem di bawah laut dan di tepian pantai. Selain itu, alga juga mengandung beranekaragam bahan aktif.

Alga kaya mineral, vitamin dan serat makanan. Karena itu, alga dianggap bahan pangan yang sehat. Di negara-negara seperti Jepang, di mana alga menjadi santapan sehari-hari, banyak orang hidup sampai usia sangat lanjut. Apakah itu berkaitan? Apakah alga punya lebih banyak potensi, daripada sekadar membungkus sushi? Apakah alga memperkuat sistem kekebalan tubuh?

Penelitian yang membuktikan alga benar-benar mendorong kesehatan, jumlahnya masih sedikit. Tapi ilmuwan Susanne Alban yakin, di dalam Alga terkandung obat-obatan. Ia mengatakan, alga coklat mengandung polisakarida, yaitu karbohidrat yang dibentuk oleh penggabungan banyak molekul monosakarida.

"Fucoidane" bisa hentikan penyakit mata ganas

"Dampak biologisnya bagus. Molekul ini sangat baik untuk kebutuhan farmasi, tentu jika dilihat dari jangka panjang," demikian ditekankan Susanne Alban. Bersama ahli biologi Alexa Klettner dan timnya, Susanne Alban meneliti molekul gula rantai panjang, yang berasal dari dinding sel alga.

Apa yang disebut "Fucoidane" bisa ditemukan di semua jenis alga coklat, dalam berbagai konsentrasi dan kondisi. "Fucoidane" terbukti bisa menghentikan penyakit mata ganas yang berkaitan dengan usia, dan tersebar luas di masyarakat, yaitu "macular degeneration," atau degenerasi makula.

Penyakit itu menyebabkan makula, yang merusak titik penglihatan paling tajam. Di bawah retina, pembuluh darah tumbuh tak terkendali, didorong faktor pertumbuhan tertentu. Tapi pembuluh darah itu bisa bocor dan darah tertumpah ke luar. Itu menyebabkan sel-sel penglihatan rusak dan mati. Dalam kasus terburuk, itu menyebabkan kebutaan.

Profesor Alexa Klettner dari Insitut Retinologi Eksperimental di Universitas Kiel mengatakan, penyakit degenerasi makula ditemukan dalam beberapa bentuk. Pada bentuk yang buruk, yaitu yang lembab, faktor pertumbuhan memegang peranan utama. Disebut sebagai VEGF. "Kami sudah bisa menunjukkan sejak lama, bahwa 'Fucoidane" bisa menahan perkembangan VEGF", papar Klettner.

Melindungi mata dari stres oksidatif

Tapi "Fucoidane" mana, dan dari alga mana yang paling ampuh mencegah pertumbuhan? Itu yang ingin diketahui para ilmuwan. Selain itu, mereka melihat ciri positif lain dari "Fucoidane". Yaitu, melindungi sel dari stres oksidatif.

Di mata, stres oksidatif disebabkan cahaya. Sinar ultraviolet menjadi penyebab utama bagi degenerasi makula, sejalan dengan bertambahnya usia. Di dalam laboratorium bisa dilihat, sel-sel mata yang diberikan "Fucoidane" bisa menahan stres oksidatif, dan selamat.

Profesor Alexa Klettner berharap, nantinya mereka bisa mengembangkan obat dengan "Fucoidane", yang bisa diberikan kepada penderita, sebelum simtom muncul. Jadi saat dokter sudah melihat masalah, tapi penderita belum merasakan apa-apa, karena belum parah. "Dan kalau diberikan 'Fucoidane', mungkin kita bisa mencegah hilang totalnya penglihatan. Itulah impian kami."

Untuk itu, "Fucoidane" diteliti secara sistematis. Karena rantai panjang molekul gula bisa tampak berbeda-beda. Tapi kualitas unsur aktifnya harus tetap sama, jika itu akan dijadikan unsur aktif obat mata. Jadi masih banyak yang harus dikerjakan para ilmuwan, sampai seluruh potensi tanaman istimewa ini bisa dimengerti dengan baik. (ml/INOVATOR)

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT