China Kewalahan Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19

ADVERTISEMENT

China Kewalahan Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 23 Des 2022 09:27 WIB
Jakarta -

Rumah Sakit Deji di Shanghai pada Rabu (21/12) mengimbau pegawainya untuk bersiap diri menghadapi "pertempuran tragis" melawan Covid-19. Hingga akhir tahun, hampir separuh penduduk Shanghai yang berjumlah 25 juta orang itu diprediksi akan terinfeksi virus corona.

"Perayaan Natal dan Tahun Baru ditakdirkan berbahaya," tulis RS Deji di akun WeChat. "Dalam pertempuran tragis ini, kawasan metropolitan Shanghai akan jatuh. Kita tidak punya pilihan dan kita tidak bisa melarikan diri."

Pembukaan kembali di Cina dilakukan secara mendadak awal Desember lalu, menyusul gelombang aksi protes warga terhadap kebijakan "nol-Covid." Tanpa persiapan yang memadai, pemerintah diyakini akan kewalahan menghadapi lonjakan kasus infeksi.

Meski demikian, angka kematian Covid-19 di Cina yang totalnya 5.241 kasus, tergolong sangat kecil dibandingkan negara-negara lain. Kasus kematian dilaporkan nol sejak 21 Desember. Padahal, industri pemakaman mencatat lonjakan pesanan dalam beberapa pekan terakhir.

Otoritas Cina sendiri mengklaim sebanyak hampir 390.000 orang mengalami gejala Covid-19. Namun analis pandemi meragukan laporan pemerintah, karena minimnya pengujian dan tes pasca pencabutan pembatasan pandemi.

Satu juta kematian

Analis pandemi memprediksi Cina berpotensi mencatatkan satu juta kasus kematian akibat Covid-19 tahun depan. Penyebabnya adalah tingkat vaksinasi yang rendah di kalangan lanjut usia. Sejauh ini, baru sekitar 42,3 persen warga berusia di atas 80 tahun yang sudah mendapat imunisasi, lapor otoritas kesehatan.

Di sebuah rumah sakit di ibu kota Beijing, laporan stasiun televisi CCTV menampilkan sederet pasien lansia bernafas dengan tabung oksigen di Unit Perawatan Intensif. Tidak jelas apakah mereka merupakan pasien Covid-19.

Kepada CCTV, wakil direktur rumah sakit mengaku mendapat 400 pasien baru setiap hari, empat kali lipat di atas jumlah normal.

"Pasien-pasien ini adalah warga lansia yang punya penyakit bawaan, mengalami demam dan infeksi saluran pernafasan. Mereka berada dalam kondisi yang serius," kata Han Xue.

Mobilisasi tenaga kesehatan

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sempat mewanti-wanti terhadap lonjakan kasus penularan di Cina pasca pembukaan kembali. Lembaga PBB itu menyambut rencana pemerintah mempercepat laju vaksinasi di kelompok usia rentan.

Direktur Jendral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pihaknya membutuhkan informasi tambahan terkait perkembangan pandemi di Cina. Hingga kini, Beijing belum melaporkan secara utuh, berapa jumlah kasus penularan atau pasien bergejala berat.

Sejumlah kota di Cina saat ini sudah membagikan obat pereda demam kepada warga secara cuma-cuma. Pemerintah Tongchuan, sebuah kota berpenduduk 700.000 jiwa di Provinsi Shaanxi, memanggil pensiunan tenaga kesehatan untuk kembali bekerja.

"Semua lembaga kesehatan di kota ini berada di bawah tekanan besar," tulis pemerintah kota itu dalam sebuah pernyataan publik.

rzn/as (rtr,ap)

Lihat juga video 'Analisis WHO Terkait Sebab Covid-19 Mengamuk Lagi di China':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT