Kanselir Jerman Sebut Ancaman Nuklir Rusia Bisa Diatasi untuk Saat Ini

ADVERTISEMENT

Kanselir Jerman Sebut Ancaman Nuklir Rusia Bisa Diatasi untuk Saat Ini

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 15:58 WIB
Berlin -

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Kamis (8/12) bahwa risiko Rusia menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina berkurang berkat tekanan internasional.

Saat ditanya apakah menurut Scholz ancaman eskalasi nuklir telah dihindari. Dia berkata, "Untuk saat ini, kami telah menghentikannya."

"Satu hal telah berubah untuk saat ini, Rusia telah berhenti mengancam untuk menggunakan senjata nuklir. Menanggapi komunitas internasional yang sebelumnya telah mewanti-wanti," katanya dalam wawancara dengan grup media Funke Jerman.

Ketika ditanya terkait komentar kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang memberikan jaminan keamanan untuk Rusia, Scholz mengatakan bahwa prioritasnya adalah agar Rusia "segera mengakhiri perang dan menarik pasukannya".

"Memang benar pertanyaannya adalah bagaimana kami dapat mencapai keamanan untuk Eropa. Tentu saja kami siap untuk berbicara dengan Rusia tentang pengendalian senjata di Eropa. Kami menawarkan ini sebelum perang, dan posisi ini tidak berubah," kata kanselir Jerman itu.

Wawancara tersebut dilakukan dalam peringatan satu tahun koalisi penguasa tiga partai Scholz.

"Kami masih waras," kata Putin

Pada hari Rabu (7/12), Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan risiko perang nuklir meningkat tetapi Rusia tidak akan sembarangan menggunakan senjata semacam itu.

"Kami masih waras, kami menyadari apa itu senjata nuklir," kata Putin pada pertemuan dewan hak asasi manusia.

"Kami memiliki sarana ini dalam bentuk yang lebih maju dan modern daripada negara nuklir lainnya. Tapi kami tidak akan mengacungkan senjata ini kepada dunia."

Pemimpin Rusia itu menyarankan bahwa negaranya hanya akan menggunakan senjata nuklir sebagai pembalasan atas serangan semacam itu.

Pernyataan itu disampaikan setelah lebih dari sembilan bulan sejak Putin memerintahkan apa yang digambarkan Kremlin sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina, sembari meluncurkan invasi skala penuh.

Akibat Rusia kehilangan sebagian besar tujuan utamanya dalam perang, kekhawatiran dunia terhadap Putin yang menggunakan senjata nuklir telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

bh/pkp (AFP, reuters)

(nvc/nvc)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT