Arus Migrasi ke Jerman Tahun 2022 Lampaui Krisis Pengungsi 2015

ADVERTISEMENT

Arus Migrasi ke Jerman Tahun 2022 Lampaui Krisis Pengungsi 2015

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 18:00 WIB
Jakarta -

Akan ada lebih banyak orang yang mencari perlindungan dan suaka di Jerman pada tahun 2022 dibandingkan pada saat puncak krisis migran Eropa tahun 2015 lalu, terutama pengungsi dari Ukraina. Demikian laporan surat kabar Jerman, Welt am Sonntag, Minggu (04/12).

Welt am Sonntag mengatakan, Jerman akan kedatangan sekitar 1,2 juta migrasi dan pengungsi sampai akhir tahun ini. Jumlah ini meningkat 35% daripada angka tahun 2015, ketika Jerman menerima kedatangan 890.000 migran dan pengungsi, terutama mereka yang melarikan diri dari perang Suriah.

Angka untuk tahun ini termasuk lebih dari satu juta pengungsi Ukraina yang diterima di Jerman sejak invasi Rusia pada Februari 2022, serta jumlah pencari suaka yang pada akhir tahun jumlahnya diperkirakan akan mencapai sekitar 200.000 orang.

Pada akhir Oktober, tercatat ada 181.612 permohonan suaka, Welt am Sonntag melaporkan, sebagian besar dari warga Suriah, Afghanistan, Turki, dan Irak.

Kota-kota mulai kewalahan

Kota-kota Jerman dilaporkan telah mencapai batas kapasitasnya dalam memproses sejumlah besar pendatang baru. Hal ini memicu kekhawatiran para politisi.

"Kita mendekati 200.000 pencari suaka tahun ini," kata seperti Armin Schuster, menteri dalam negeri negara bagian Sachsen kepada Welt am Sonntag. Jumlah ini sebelumnya sudah ditetapkan sebagai batas atas, jelasnya.

Anggota Parlemen Eropa dari Jerman, Manfred Weber, memperingatkan kemungkinan meningkatnya jumlah pengungsi secara dramatis pada musim dingin. Ia mengacu pada perkiraan peningkatan kedatangan migran dan pengungsi selama bulan-bulan musim dingin.

Sejumlah analis telah memperingatkan bahwa ratusan ribu warga Ukraina kemungkinan masih akan terus mengungsi dari negara itu karena pasukan Rusia terus menargetkan infrastruktur energi yang memicu meluasnya pemadaman listrik selama musim dingin.

Bulan lalu, badan pengungsi Uni Eropa mengatakan permohonan suaka telah mencapai titik tertinggi baru sejak 2015.

Negara bagian butuh lebih banyak dana

Welt am Sonntag mengutip sejumlah pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya dari berbagai otoritas imigrasi negara bagian, yang mengatakan bahwa banyak wilayah di negara bagian telah mencapai batas maksimum, dan bahwa dukungan lebih lanjut dari pemerintah federal sangat dibutuhkan.

Pemerintah federal di Berlin mengatakan, mereka mendukung negara bagian dan kota-kota dengan anggaran tambahan senilai €3,5 miliar tahun ini. Sedangkan untuk tahun 2023 disediakan anggaran sebesar €2,75 miliar, dan telah menyediakan lebih dari 67.000 ruang untuk akomodasi.

Armin Schuster mengatakan, kebijakan migrasi Jerman membutuhkan lebih dari sekedar "kata-kata hangat" dan menyerukan upaya nyata untuk meredam arus migrasi ke wilayah UE melalui Turki dan Yunani.

Hari Jumat lalu (2/12), parlemen Jerman Bundestag mengesahkan undang-undang untuk mempercepat prosedur suaka dan pemberian izin tinggal permanen. Mereka yang telah tinggal di Jerman selama lima tahun dan tidak melakukan tindak pidana akan memenuhi syarat mendapat izin tinggal jangka panjang.

(ae/hp)

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT