AS Jawab Kekhawatiran UE Atas Persoalan Subsidi

ADVERTISEMENT

AS Jawab Kekhawatiran UE Atas Persoalan Subsidi

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 16:22 WIB
Jakarta -

Uni Eropa dan Amerika Serikat pada hari Senin (05/12) mengatakan mereka akan mengintensifkan pembicaraan untuk mengatasi kekhawatiran atas rencana subsidi AS terhadap sejumlah perusahaannya.

Undang-Undang Peredaman Inflasi Washington (IRA) telah memicu kekhawatiran di Eropa bahwa bantuan kepada perusahaan-perusahaan AS itu dapat merugikan perusahaan-perusahaan Eropa.

Rencana mengatasi perubahan iklim dan inflasi mencakup subsidi sekitar $370 miliar dan keringanan pajak untuk pembelian produk buatan AS. Hanya negara-negara yang memiliki kesepakatan perdagangan bebas dengan AS, seperti Kanada dan Meksiko, yang dapat memperoleh manfaat dari subsidi tersebut.

"Kami mengakui keprihatinan UE dan menekankan komitmen untuk mengatasinya secara konstruktif," kata kedua belah pihak dalam pernyataan bersama setelah bertemu di University of Maryland.

Pernyataan itu menambahkan bahwa dialog kedua belah pihak menghasilkan "kemajuan".

Optimisme Antony Blinken

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang ikut memimpin pertemuan tersebut, mengatakan Washington membentuk gugus tugas untuk menangani masalah tersebut.

"Hari ini, saya pikir kita melanjutkan diskusi itu," kata Blinken.

"Keluar dari percakapan ini dan masuk ke dalam kerja satuan tugas, saya yakin bahwa kami terus memberikan momentum untuk percakapan itu dan mengatasi perbedaan," tambahnya.

Blinken kemudian mencuitkan di Twitter bahwa AS dan UE "dapat menciptakan pekerjaan dengan pendapatan yang baik dan mengatasi krisis iklim."

Kekhawatiran Uni Eropa

Komisaris Perdagangan UE Dombrovskis, dalam sebuah wawancara dengan DW, mengakui bahwa Undang-Undang Pengurangan Inflasi "tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasi UE dan sekutu dekatnya."

Namun, dia menganjurkan agar UE menerima "perlakuan yang sama seperti yang sudah diterima Kanada dan Meksiko," yang tidak tunduk pada "ketentuan diskriminatif Undang-Undang Pengurangan Inflasi."

Dombrovskis mengatakan rekonsiliasi mengenai undang-undang AS diperlukan, karena hubungan perdagangan transatlantik dapat terpengaruh.

Presiden Prancis Emmanuel Macron baru-baru ini memperingatkan bahwa subsidi "super agresif" semacam itu dapat "memecah Barat".

Pada pekan lalu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan blok tersebut harus "menyesuaikan" aturannya sendiri untuk memfasilitasi investasi sambil mencegah "distorsi" yang dapat disebabkan oleh undang-undang semacam itu.

ha/hp (AFP, AP)

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT