Elon Musk Ajak Pemilih AS Pilih Partai Republik

ADVERTISEMENT

Elon Musk Ajak Pemilih AS Pilih Partai Republik

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 08 Nov 2022 17:29 WIB
Jakarta -

"Kekuasaan (yang) seimbang membatasi ekses terburuk dari kedua belah pihak, oleh karena itu saya merekomendasikan untuk memilih Kongres Republik, mengingat kepresidenan (saat ini) adalah Demokrat," kata Elon Musk dalam sebuah tweet pada hari Senin (7/11) kepada lebih dari 110 juta pengikutnya. Dia kemudian menambahkan, "Saya terbuka dengan gagasan untuk memilih Demokrat lagi di masa depan" dan mengatakan bahwa dia secara historis adalah seorang independen yang telah memilih Demokrat.

Partai Republik dalam jajak pendapat memang diunggulkan untuk memenangkan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu sela hari Selasa (8/11), sementara di Senat Partai Republik juga bisa merebut mayoritas. Saat ini kedua kamar parlemen itu dikuasai oleh Partai Demokrat Presiden Joe Biden.

Elon Musk, orang terkaya dunia dan pemilik Tesla, membeli Twitter bulan lalu seharga USD 44 miliar dan telah melakukan tindakan drastis, termasuk memecat jajaran direktur dan setengah staf Twitter. Saat ini, dia menjabat sebagai satu-satunya direktur Twitter dan menamakan dirinya "Chief Twit".

Hasil pemilu sela akan berdampak besar pada dua tahun ke depan kepresidenan Joe Biden, dan mempengaruhi kebijakan politik AS dalam segala hal, mulai dari anggaran pemerintah hingga dukungan militer untuk Ukraina. Demokrat telah mencoba untuk memfokuskan kampanye pada soal mendasar tentang nilai-nilai politik bangsa.

Musk kesal dengan rencana "pajak orang kaya"

Elon Musk telah kritis terhadap pemerintahan Joe Biden dan Demokrat atas proposal mereka untuk mengenakan pajak kepada para miliarder dan memberikan lebih banyak insentif pajak untuk kendaraan listrik di perusahaan yang memiliki serikat pekerja. Tesla tidak memiliki serikat pekerja di pabriknya di AS.

Jika menang, Partai Republik dapat menggunakan mayoritas di salah satu kamar parlemen untuk menghentikan agenda Biden dan meluncurkan penyelidikan yang berpotensi merusak secara politis pemerintahan yang didukung Demokrat.

Pengamat politik Kyle Kondik dari Pusat Politik Universitas Virginia berpendapat, ajakan Elon Musk tidak akan mempengaruhi hasil pemilihan. "Sulit untuk mengharapkan 'dukungan' selebritas apa pun, karena pada dasarnya, ini tidak memiliki banyak efek pada perilaku pemilih," katanya.

Ditanya tentang ajakan Elon Musk itu, sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan, "Presiden sering berbicara tentang pentingnya pemungutan suara, dan saya akan membiarkannya di sana agar tidak terlibat dalam percakapan pemilihan apa pun."

Mantan Ketua DPR dari Partai Republik Newt Gingrich menggambarkan komentar Musk sebagai "sangat menggembirakan."

Pemilu sela jadi peluang bagi Donald Trump untuk kembali?

Sampai jam-jam terakhir kampanye, Partai Republik sangat antusias tentang prospek merebut kembali mayoritas di Kongres AS. Sedangkan Partai Demokrat mengingatkan pemilih bahwa kemenangan Partai Republik dapat secara mendalam merugikan negara itu, dengan menghilangkan hak aborsi secara nasional dan menjadi ancaman serius terhadap masa depan demokrasi AS.

"Kami tahu betul, bahwa demokrasi kami dalam bahaya," kata Joe Biden selama rapat umum di Maryland, di mana Demokrat memiliki salah satu peluang terbaik mereka untuk merebut kembali kursi gubernur yang saat ini dipegang Partai Republik.

Mantan Presiden Donald Trump berada di Ohio untuk rapat umum terakhir. Trump telah berulang kali mengisyaratkan bahwa dia mungkin mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada 2024. Pada rapat umum di Ohio, Trump mengatakan dia akan membuat pengumuman seminggu setelah pemilu sela di rumahnya di Florida. "Saya akan membuat pengumuman yang sangat besar pada hari Selasa, 15 November, di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida," katanya.

hp/yf (rtr, ap)

Simak juga 'Trump soal Maju Pilpres AS 2024: Sangat, Sangat, Sangat Mungkin!':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT