Rusia Setuju Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Gandum

ADVERTISEMENT

Rusia Setuju Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Gandum

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 03 Nov 2022 09:24 WIB
Jakarta -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hari Rabu (2/11) bahwa Rusia telah setuju untuk melanjutkan kesepakatan untuk mengizinkan ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam pada Rabu siang.

Erdogan mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah berbicara dengan rekannya dari Turki Hulusi Akar dan mengatakan bahwa koridor gandum akan "berlanjut dengan cara yang sama seperti sebelumnya."

Presiden Turki itu menambahkan, ekspor ke negara-negara Afrika akan diprioritaskan, dengan mengatakan bahwa Rusia khawatir sebagian besar biji-bijian yang diekspor berakhir di negara-negara kaya.

Rusia selama akhir pekan menangguhkan keterlibatannya dalam kesepakatan yang ditengahi PBB yang memungkinkan ekspor biji-bijian yang aman dari Ukraina. Rusia mengatakan keputusan itu diambil setelah serangan terhadap armada Laut Hitamnya.

PBB mengatakan hari Senin (31/10), bagaimanapun gandum harus terus meninggalkan pelabuhan Ukraina, meskipun ada penangguhan kesepakatan oleh Rusia.

Pengiriman gandum dari Ukraina perlu perlindungan jangka panjang"

Dalam pidato video Selasa malam (1/11), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan kapal-kapal masih bergerak keluar dari pelabuhan Ukraina dengan kargo berkat kerja Turki dan PBB.

"Tetapi pertahanan yang andal dan jangka panjang diperlukan untuk koridor biji-bijian," kata Zelenskyy. "Rusia jelas harus disadarkan bahwa mereka akan menerima tanggapan keras dari dunia terhadap langkah apa pun yang mengganggu ekspor pangan kita," katanya. "Yang dipermasalahkan di sini jelas adalah kehidupan puluhan juta orang."

Kesepakatan biji-bijian bertujuan untuk membantu mencegah kelaparan di negara-negara miskin dengan menyuntikkan lebih banyak gandum, minyak bunga matahari dan pupuk ke pasar dunia dan untuk mengurangi kenaikan harga yang dramatis.

Rusia serang rangkaian pembangkit listrik dan jaringan air bersih

Rusia terus menembakkan rudal ke kota-kota Ukraina, termasuk ibukota Kyiv, dalam apa yang disebut Presiden Vladimir Putin sebagai pembalasan atas serangan terhadap Armada Laut Hitam Rusia.

Kyiv diserang lebih lanjut semalam, kata pihak berwenang. Kepala staf Presiden Zelenskyy, Andriy Yermak mengatakan, tentara Ukraina menembak jatuh 12 dari 13 drone Iran. "Kami sekarang aktif melakukan dialog mengenai pasokan sistem pertahanan udara modern, kami mengerjakan ini setiap hari," katanya di aplikasi pesan Telegram.

Ukraina mengatakan pihaknya menembak jatuh sebagian besar rudal itu, tetapi beberapa telah menghantam pembangkit listrik, melumpuhkan pasokan listrik dan air. Sembilan daerah mengalami pemadaman listrik. "Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyediakan listrik dan panas untuk musim dingin mendatang," kata Zelenskyy. "Tetapi kita harus memahami bahwa Rusia akan melakukan apa saja untuk menghancurkan kehidupan normal."

Pihak berwenang di Kyiv sedang mempersiapkan lebih dari 1.000 titik pemanas di seluruh kota jika sistem pemanas distriknya dinonaktifkan, kata Walikota Vitali Klitschko.

hp/vlz (rtr, afp, ap)

Simak Video 'Kapal Kargo Mulai Tinggalkan Laut Hitam Usai Rusia Kembali ke Perjanjian Pangan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT