Uni Eropa Memperketat Aturan terkait Polusi, Pengkritik: Belum Cukup!

ADVERTISEMENT

Uni Eropa Memperketat Aturan terkait Polusi, Pengkritik: Belum Cukup!

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 27 Okt 2022 17:35 WIB
Brussels -

Komisi Eropa mengusulkan peraturan terkait polusi udara dan air yang lebih tegas untuk Uni Eropa pada hari Rabu (26/10), dengan mengurangi lebih dari separuh konsentrasi maksimum polutan tertentu yang diizinkan di udara pada tahun 2030, tetapi masih belum mendapatkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kami membayar polusi dengan pajak, kesehatan, dan nyawa manusia," kata Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans kepada wartawan di Brussels. "Dan semakin lama kita menunggu untuk mengurangi polusi ini, semakin tinggi biaya untuk masyarakat."

Menurut siaran pers yang diterbitkan oleh Komisi Eropa, sebagai bagian dari tujuan yang lebih luas untuk menghilangkan polusi berbahaya pada tahun 2050, proposal yang diresmikan Rabu (26/10) itu juga mencantumkan 25 polutan udara baru sebagai zat berbahaya, termasuk PFA (yang disebut bahan kimia selamanya), dan memudahkan warga untuk mencari kompensasi dari pencemar.

"Pembunuh" lingkungan terbesar Eropa

Angka dari Badan Lingkungan Eropa menunjukkan, polusi udara menjadi salah satu risiko lingkungan utama bagi kesehatan di seluruh dunia, yang menyebabkan lebih dari 350.000 kematian dini di Uni Eropa pada tahun 2019.

Yang menjadi perhatian khusus adalah partikel halus yang berasal dari industri, transportasi, dan produksi energi, yang terkait dengan masalah jantung, asma, dan kanker paru-paru. Paparan ozon dan nitrogen dioksida juga dikaitkan dengan ribuan kematian setiap tahun.

Untuk mengatasi hal ini, cabang eksekutif UE ingin melihat konsentrasi hukum maksimum materi partikel-partikel halus dibatasi pada 10 mikrogram per meter kubik pada akhir dekade, pengurangan yang signifikan dari tingkat saat ini 25g/m³.

Kecaman kritikus atas pengabaian ilmu pengetahuan

Namun, batas baru yang diusulkan masih dua kali lipat dari yang sekarang dianggap netral oleh WHO, belum bisa dipastikan aman untuk kesehatan manusia, seperti yang ditunjukkan anggota parlemen dan kelompok kampanye Uni Eropa.

"Kita dihadapkan pada keadaan darurat kesehatan masyarakat dari polusi udara - mengatasinya membutuhkan kemauan politik, untuk manfaat kesehatan yang segera bisa dirasakan dan tahan lama," kata Anne Staufer, Wakil Direktur Health and Environment Alliance, kelompok non-pemerintah, dalam sebuah pernyataan pers.

Anggota parlemen Eropa Jerman Michael Bloss mengecam rencana komisi itu dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (26/10), dengan menuduh para pejabat Uni Eropa "tebang pilih" ketika harus mengikuti saran WHO.

"Dengan melakukan itu, (Komisi) membahayakan kesehatan warga Eropa dan mengabaikan standar ilmiah minimum," tulisnya.

Masalah yang berkepanjangan

Terlepas dari ketatnya langkah-langkah yang diusulkan, sebagian besar negara anggota sudah gagal memenuhi semua standar saat ini, yang ditetapkan dari tahun 2008.

Polusi udara telah meningkat di sebagian besar blok dalam tiga dekade terakhir, dengan kematian dini akibat hal tersebut turun 33% sejak 2005. Namun, menurut Badan Lingkungan Eropa, 96% populasi perkotaan Eropa terpapar polusi pada tahun 2020 ke tingkat partikel halus yang dianggap tidak aman oleh WHO.

Aturan baru sekarang akan menjadi bahan perdebatan di Parlemen Eropa dan di antara 27 negara anggota UE, dan berpotensi mengalami revisi. Peraturan itu baru bisa mulai berlaku pada 2024.

(yas/ha)

(nvc/nvc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT