ADVERTISEMENT

Krisis Energi, Bagaimana Pariwisata Jerman Bertahan Lewati Musim Dingin?

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 12:48 WIB
Jakarta -

Hotel Resor Mark Brandenburg di Jerman wilayah timur laut menawarkan banyak kolam renang pemandian air panas, beberapa di antaranya bahkan mencapai 32 derajat Celsius. Namun, berhubung biaya energi meningkat pesat, memanaskan kolam-kolam ini akan jadi sangat mahal.

"Biaya listrik dan pemanas kami naik secara dramatis," ujar Martin Wenzel, direktur hotel tersebut. "Kami akan merugi karena tidak bisa meneruskan kenaikan biaya ini kepada tamu hotel kami."

Dengan biaya energi yang meroket, banyak bisnis di sektor perhotelan di Jerman menghadapi masa depan yang tidak pasti. Banyak perusahaan berisiko gulung tikar, kata Patrick Rothkopf dari Asosiasi Hotel dan Restoran Jerman (DEHOGA).

Sektor perhotelan, ujar Rothkopf, sangat terpukul oleh kenaikan biaya listrik, minyak dan gas. Selain itu, pemilik restoran dan hotel menghadapi prospek kekurangan listrik yang sangat nyata. "Karena itu, saya berharap politisi agar melakukan segala upaya guna meminimalkan tekanan yang dialami perusahaan-perusahaan ini," kata Rothkopf.

Hemat listrik dan pemanas

Aturan terbaru pemerintah untuk menghemat energi telah menetapkan lembaga publik seperti museum dapat dipanaskan hingga tidak lebih dari 19 derajat Celsius. Aturan ini juga menuntut adanya pencahayaan eksterior, ruang iklan yang membutuhkan penerangan juga harus dimatikan sebelum pukul 10 setiap malam untuk menghemat energi.

Konsekuensi dari krisis energi sudah menjadi nyata di banyak tempat wisata terkemuka di Jerman. Di Hamburg, pihak berwenang memutuskan untuk mematikan Air Mancur Alster yang ikonik dua bulan lebih awal pada tahun ini. Kota Kln juga berhenti menerangi katedralnya yang termahsyur.

Sementara itu, otoritas Berlin tidak lagi menerangi Reichstag, yakni tempat parlemen Jerman berkantor. Rostock, kota pelabuhan di Baltik, telah membatalkan pertunjukan cahaya tahunan yang biasanya berlangsung selama seminggu di seluruh kota.

Perwakilan industri pariwisata juga telah memperingatkan bahwa kenaikan tagihan biaya energi dapat berdampak buruk pada olahraga musim dingin tahun ini.

Sauna bersuhu suam-suam kuku?

Liburan akan jadi semakin mahal, itu sudah pasti. "Meningkatnya biaya berarti layanan wisata dan kunjungan restoran akan menjadi lebih mahal," kata juru bicara Asosiasi Turis Jerman, Huberta Sasse. Ia menambahkan bahwa kenaikan biaya ini tidak dapat dihindari karena bisnis tidak bisa beroperasi apabila merugi.

Menemukan keseimbangan yang tepat antara kenaikan harga dan tindakan penghematan biaya adalah kuncinya. Salah satu metode pemotongan biaya yang dapat dengan cepat dan mudah diterapkan adalah dengan mengelola penggunaan pemanas dan air hangat dengan lebih baik. Banyak bisnis telah melakukan upaya ini untuk lebih menghemat energi.

"Hotel-hotel melakukan investasi yang cukup besar dalam langkah-langkah penghematan energi, menjalankan bisnis mereka lebih efisien, menyesuaikan harga dan mengoptimalkan layanan sebanyak mungkin," kata Tobias Warnecke dari Asosiasi Hotel Jerman (IHA). Sektor perhotelan juga menghadapi kenaikan biaya makanan dan upah tenaga kerja. Beberapa restoran bahkan terpaksa mengurangi jam buka mereka.

Operator spa dan sauna, khususnya, perlu mengurangi konsumsi energi mereka secara drastis. Lutz Hertel dari Asosiasi Spa Jerman mengatakan operator sangat prihatin karena musim gugur dan musim dingin sudah dekat. Ini adalah saat-saat di mana spa paling sering dikunjungi tamu.

Kenaikan biaya dapat menyebabkan "penurunan jumlah tamu, yang akan membawa bisnis ini ke dalam masalah keuangan serius." Itulah sebabnya banyak yang sekarang berupaya keras untuk mengurangi konsumsi energi mereka. Satu caranya bisa dengan mengurangi jam operasional, atau menurunkan suhu di sauna dan kolam renang.

"Namun, siapa yang mau menghabiskan waktu di dalam sauna (yang suhunya) suam-suam kuku?," dia bertanya. Para tamu juga tidak akan senang dengan adanya pembatasan waktu yang boleh mereka habiskan di spa.

Air kolam renang tidak sehangat dulu

Resort Hotel Mark Brandenburg telah bergerak maju dengan langkah-langkah penghematan biaya, kata Martin Wenzel. Kini, pencahayaan eksterior hotel akan dimatikan pada pukul 10 malam. Suhu air di salah satu kolam yang berada di luar juga akan menjadi 2 derajat lebih dingin.

Mereka pun berencana melakukan penghematan lebih lanjut. Namun, Wenzel tidak berencana menutup kolam renang atau sauna karena akan mengecewakan para tamu dan mungkin menyebabkan mereka berlibur ke tempat lain.

"Ketakutan terbesar kami adalah bahwa spa akan diminta untuk ditutup total," atau bahwa resornya tidak akan lagi menerima aliran pemanasan distrik, katanya.

(ae/ha)

Simak juga 'Saat Potret Sungai Rhine Jerman yang Terancam Jadi Daratan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT