ADVERTISEMENT

Ukraina Bukukan Kemenangan Kecil di Kharkiv

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 22:59 WIB
Ilustrasi rudal (DW)
Jakarta -

Kantor Staf Angkatan Darat Ukraina mengklaim, sejumlah desa dan pemukiman di dekat pembangkit nuklir Zaporizhzhia dibombardir oleh "tank, mortir dan artileri," milik Rusia.

"Rusia terutama menyasar kota terdekat, Nikopol, yang mendapat empat serangan selama 24 jam terakhir", kata gubernur setempat, Valentyn Reznichenko, melalui Telegram. Serangan tersebut setidaknya merusak 11 rumah dan sejumlah bangunan lain.

Sehari sebelumnya, pemerintah Ukraina sudah mengimbau penduduk sekitar agar mengungsi ke tempat lain. "Penjajah sengaja menembaki obyek sipil untuk meneror penduduk," kata Mykola Lukashuk, Kepala Dewan Wilayah Dnipro.

Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan pembangkit nuklir di Zaporizhzhia yang dikuasai militer Rusia, sejauh ini belum menjadi sasaran serangan Ukraina. "Tapi drone kadang-kadang masih menyusup masuk," kata Alexander Volga, yang ditunjuk Moskow mengepalai administrasi di Enerhodar.

"Drone-drone itu menjatuhkan mortir dan sejenisnya di wilayah sekitar pembangkit selama dua hari terakhir," imbuhnya.

Semua mata mengarah ke Kherson

Eskalasi perang dipicu operasi militer yang dilancarkan Ukraina terhadap sepanjang garis pertahanan Rusia di selatan. Namun berbeda dengan serangan-serangan lalu, Rusia kali ini cenderung terdesak dan dilaporkan mengalami kerugian yang lebih besar.

Penyebabnya adalah sistem peluru kendali dan tank kiriman negara-negara NATO yang mulai digunakan Ukraina, setelah serdadunya menjalani pelatihan selama musim panas di beberapa negara anggota NATO.

Kyiv terutama membidik kota Kherson yang strategis. Serangan bertubi-tubi Ukraina terhadap kota di Muara Sungai Dnipro itu memaksa Rusia memindahkan pasukannya untuk memperkuat Kherson. Langkah itu membuka celah pertahanan yang dimanfaatkan Ukraina untuk memukul mundur Rusia di sekitar kota Kharkiv.

Institut for the Study of War dalam siaran persnya mengklaim, Ukraina merebut area sekitar 400 km persegi di timur Kharkiv dari Rusia. Terobosan itu dikatakan sebagai "kabar baik" oleh Presiden Volodomyr Zelenskiy.

Bincang amunisi di Rammstein

Pada Kamis (8/9), Amerika Serikat menjamu 40 negara sekutu di pangkalan militer Rammstein, Jerman. Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin mengatakan, pertemuan itu digelar untuk menggarisbawahi "kesatuan dan solidaritas" dengan Ukraina.

Dalam kesempatan itu, Kyiv kembali mengimbau negara-negara sekutu untuk mengirimkan lebih banyak senjata. "Tingkat konsumsi amunisi dalam perang Ukraina tergolong tinggi," kata Jendral AS, Mark Milley.

Pertemuan di Rammstein sebabnya membahas negara mana yang masih memiliki cadangan amunisi dan berapa banyak yang harus dipesan dari industri.

Terutama senjata artileri terbukti krusial dalam perang di Ukraina. Saat ini Kyiv sudah menghabiskan semua cadangan persenjataan buatan Rusia miliknya dan sepenuhnya bergantung kepada sistem persenjataan NATO.

Sementara Rusia, yang juga kehabisan amunisi, membeli sejumlah besar roket dan peluru artileri dari Korea Utara, lapor pemerintah AS belum lama ini.

rzn/as (afp,rtr)

(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT