ADVERTISEMENT

Negara Timur Tengah Minta Netflix Hapus Konten Sensitif

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 13:37 WIB
dw
Jakarta -

Arab Saudi dan negara-negara lain dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada Selasa (06/09) meminta Netflix untuk menghapus "konten sensitif" di platform streamingnya.

Anggota Dewan mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa sejumlah konten "bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam dan masyarakat" dan mengancam tindakan hukum terhadap Netflix jika tidak dihapus.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa Netflix menyiarkan konten-konten yang melanggar peraturan konten media yang berlaku di negara-negara Teluk.

Arab Saudi dan UEA juga menerbitkan pernyataan itu di saluran milik pemerintah. Netflix, yang berbasis di California, belum menanggapi pemintaan tersebut. GCC adalah aliansi politik dan ekonomi dari enam negara Timur Tengah: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Omar dan Qatar.

Televisi pemerintah Arab Saudi menayangkan video yang mengutuk hubungan sesama jenis. Selain itu, saluran televisi milik pemerintah Saudi pada Selasa juga menayangkan wawancara dengan seorang perempuan, dengan atribusi sebagai "konsultan perilaku," yang menyebut Netflix sebagai "sponsor resmi homoseksualitas."

Pada saat yang sama, ia juga menayangkan cuplikan acara kartun dengan dua perempuan berpelukan, meskipun bagiannya diburamkan.

Televisi pemerintah Saudi juga menayangkan segmen yang menyarankan Netflix dapat dilarang jika program tersebut menjangkau anak-anak.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara GCC meminta Netflix untuk menghapus beberapa kontennya untuk anak-anak juga.

Tuntutan untuk menghapus konten LGBTQ

Meskipun hanya spekulasi bahwa konten LGBTQ diminta untuk ditarik, beberapa negara Timur Tengah sebelumnya secara khusus meminta perusahaan untuk menghapus adegan di mana gay dan lesbian berciuman.

Pada bulan Juni, beberapa negara Timur Tengah dan Asia seperti Arab Saudi, UEA dan Malaysia melarang pemutaran film animasi Disney "Lightyear" di bioskop karena menampilkan karakter dalam hubungan sesama jenis dan karena itu bertentangan dengan standar peraturan media di negara-negara tersebut.

Setelah itu, layanan streaming Disney+ mengatakan kontennya harus "selaras dengan persyaratan peraturan lokal" di negara-negara Teluk.

Homoseksualitas dianggap kriminal di banyak negara Timur Tengah. Salah satunya di Iran yang menghukum mati dua aktivis LGBTQ atas tuduhan "perdagangan manusia" pada Senin.

Pada 2019, Netflix menghapus dari layanan streaming di Arab Saudi sebuah episode "Patriot Act with Hasan Minhaj" karena mengkritik kerajaan.

rs pkp (AFP, AP, Reuters)

Simak video 'NETFLIX Kehilangan 1 Juta Pengikut di Pertengahan 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT