ADVERTISEMENT

Topan Hinnamnor Paksa Ribuan Warga Korea Selatan Mengungsi

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 06 Sep 2022 15:53 WIB
Jakarta -

Ribuan orang terpaksa mengungsi saat Topan Hinnamnor menerjang bagian selatan Korea Selatan pada Selasa (06/09). Pihak berwenang menyebutkan, topan itu adalah salah satu badai paling kuat yang melanda Korea Selatan dalam beberapa dekade terakhir.

Angin topan menerjang Korea Selatan beberapa minggu setelah ibu kota Seoul dan daerah sekitarnya dilanda hujan deras dan banjir bandang yang menewaskan sedikitnya 14 orang.

Kerusakan akibat Topan Hinnamnor

Topan Hinnamnor bergerak meninggalkan semenanjung Korea di lepas pantai tenggara kota Ulsan sekitar pukul 07:10 waktu setempat, setelah menghantam kota pesisir Geoje, lapor Badan Administrasi Meteorologi Korea.

"Hujan lebat, angin kencang dan gelombang badai diperkirakan terjadi sampai Selasa (06/09)," kata badan cuaca negara itu, seraya memperingatkan masyarakat akan potensi gelombang yang sangat tinggi di daerah pesisir.

Hujan deras dan angin kencang menumbangkan pepohonan di wilayah selatan. Pemadaman listrik dilakukan dan berdampak pada lebih dari 20.000 rumah.

Hingga Selasa (06/09) pagi, 3.463 orang telah dievakuasi dan seorang berusia 25 tahun dilaporkan hilang di Ulsan, kata pihak berwenang.

Lebih dari 600 sekolah ditutup atau dipindahkan ke kelas online, lebih dari 250 penerbangan dibatalkan, dan 70 layanan feri dihentikan. Tidak hanya itu, lebih dari 66.000 kapal nelayan juga dievakuasi ke pelabuhan.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengadakan pertemuan tanggap darurat, dan mendesak para pejabat untuk mengambil tindakan pencegahan sampai topan benar-benar hilang.

Ke mana arah Hinnamnor selanjutnya?

Korea Utara juga bersiap menghadapi kerusakan akibat topan Hinnamor. Pemimpin Kim Jong Un menggelar pertemuan selama dua hari untuk membahas upaya pencegahan bencana dan memerintahkan pelepasan air dari bendungan di dekat perbatasannya dengan Korea Selatan.

Meskipun Seoul telah berulang kali meminta ada pemberitahuan sebelum melepaskan air ke hilir, Pyongyang tetap tidak merespons.

Topan diperkirakan bergerak menuju timur laut dan melintas sekitar 400 kilometer di barat laut Sapporo, Jepang sekitar tengah malam pada hari Selasa (06/09).

ha/as (Reuters, AP)

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT