Temui Blinken, Zelensky Berharap AS Kirim Senjata Khusus

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 16:34 WIB
Jakarta -

Inggris: Rusia merencanakan 'referendum' di Kherson

Kementerian Pertahanan Inggris menyebut Rusia sedang merencanakan "referendum bertahap di kota selatan Kherson yang bertujuan untuk membenarkan pendudukannya." Pernyataan sejalan dengan penilaian serupa oleh Ukraina yang memperingatkan Rusia atas rencana referendum palsu untuk mengambil alih wilayah pendudukan di selatan negara itu.

Pada 2014, Rusia mengadakan referendum palsu di Krimea yang secara retrospektif membenarkan pencaplokannya atas wilayah tersebut. Rusia bisa menggunakan referendum untuk mendeklarasikan apa yang disebut Republik Rakyat Kherson mirip dengan republik yang dideklarasikan sendiri di Luhansk dan Donetsk.

Intelijen militer Inggris menyoroti fakta pemilihan domestik Rusia telah dilanda tuduhan kecurangan dan melihat politisi oposisi terkemuka dihalangi untuk mencalonkan diri.

Zelenskyy bertemu Blinken dan Austin di Kyiv

Seorang penasihat Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Minggu (24/04) mengatakan, bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin bertemu dengan pemimpin Ukraina di Kyiv.

Penasihatnya, Oleksiy Arestovych dalam sebuah wawancara pada Minggu (24/04) malam mengatakan, pembicaraan sedang berlangsung "sekarang".

Perjalanan dua anggota kabinet utama Presiden Joe Biden dirahasiakan. Gedung Putih belum mengonfirmasi kunjungan apa pun.

Zelenskyy sebelumnya mengatakan, dia "mengharapkan hal-hal khusus dan senjata khusus" dari para pemimpin dunia yang datang ke negara itu. Dia menyebut akan meminta Blinken dan Austin persenjataan yang lebih kuat pada momen pembicaraan mereka.

PBB: Hampir 5,2 juta warga Ukraina jadi pengungsi

Badan pengungsi PBB mengatakan 5.186.744 warga Ukraina telah menyelamatkan diri sejak invasi Rusia dimulai. Pada Sabtu (23/04), angkanya meningkat 23.058 orang. Pada April 2022, lebih dari 1.151.000 penduduk meninggalkan Ukraina.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi di Twitter mencuitkan bahwa Paskah Ortodoks kali ini "akan menjadi hari lain dari ketakutan, kesedihan, kehilangan, dan perpisahan dari orang-orang terkasih, karena perang terus berkecamuk tanpa ampun."

Organisasi Migrasi Internasional (IOM) memperkirakan lebih dari 7,7 juta orang menjadi pengungsi internal di Ukraina.

rw/ha (AFP, AP, dpa, Reuters)

(ita/ita)