Turki Luncurkan Serangan Darat dan Udara ke Markas Kurdi Irak

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 14:37 WIB
dw
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan operasi ke wilayah Kurdi bertujuan untuk "mencegah serangan teror"
Jakarta -

Menteri Pertahanan Turki mengumumkan pada Senin pagi (18/04), bahwa negaranya telah meluncurkan serangan lintas perbatasan darat dan udara yang baru terhadap gerilyawan Kurdi di Irak utara.

Pesawat jet dan artileri Turki menargetkan Partai Pekerja Kurdistan atau PKK, sebelum pasukan komando menyeberang ke wilayah negara tetangga melalui darat atau terbang dengan helikopter, kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar dalam sebuah video yang diposting di situs kementerian.

Akar mengatakan pesawat tempur yang dikerahkan berhasil menyerang tempat perlindungan, bunker, gua, terowongan, depot amunisi, dan markas milik PKK. Seperti diketahui, kelompok itu mempertahankan pangkalan militer di Irak utara dan menggunakan wilayah tersebut untuk menyerang Turki.

Turki melakukan banyak operasi darat dan udara lintas perbatasan melawan PKK selama beberapa dekade terakhir. Serangan terbaru dipusatkan di wilayah Metina, Zap, dan Avashin-Basyan di Irak utara, kata Akar.

"Hingga saat ini, operasi kami berjalan dengan sukses sesuai rencana. Target yang diidentifikasi pada tahap pertama telah ditangkap," katanya, tetapi tidak memberikan informasi tentang korban akibat operasi tersebut.

Operasi yang dijulukinya sebagai "Operasi Claw Lock" bertujuan untuk "mencegah serangan teror" dan "memastikan keamanan perbatasan kita". Serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye Turki yang berkelanjutan di Irak dan Suriah melawan militan PKK dan milisi YPG Kurdi Suriah, keduanya dianggap oleh Ankara sebagai kelompok teroris.

Upaya Turki menumpas PKK

"Kami bertekad untuk menyelamatkan bangsa kita yang mulia dari bencana teror yang telah melanda negara kita selama 40 tahun," kata Akar. "Perjuangan kami akan berlanjut sampai teroris terakhir dinetralisir."

Serangan itu menargetkan "teroris" dan bahwa tindakan "sensitivitas maksimum" ditunjukkan untuk menghindari kerusakan pada warga sipil dan struktur budaya dan agama.

Belum ada pernyataan dari kelompok militan Kurdi.

Puluhan ribu orang telah tewas sejak PKK, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, memulai pemberontakan di wilayah tenggara mayoritas Kurdi di Turki pada tahun 1984.

yas/ha (AP, Reuters)

(ita/ita)