Ukraina Bersiap untuk Kemungkinan Serangan Rusia di Wilayah Timur

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 09 Apr 2022 19:47 WIB
Serangan roket di stasiun kereta api di Kramatorsk, Ukraina timur, menewaskan 52 orang (Fadel Senna/AFP/Getty Images)
Serangan roket di stasiun kereta api di Kramatorsk, Ukraina timur, menewaskan 52 orang (Fadel Senna/AFP/Getty Images)
Kiev -

Intelijen militer Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan Rusia terus menyerang non-kombatan di Ukraina. Salah satu perbuatan Rusia adalah serangan roket pada hari Jumat (08/04) di stasiun kereta api Kramatorsk di Ukraina timur yang menelan puluhan korban jiwa.

Pernyataan itu mengatakan bahwa operasi Rusia terus berfokus pada wilayah Donbas, Mariupol dan Mykolaiv.

Operasi tersebut termasuk peluncuran rudal jelajah ke Ukraina oleh pasukan angkatan laut Rusia, kata intelijen kementerian pertahanan Inggris.

"Aktivitas udara Rusia diperkirakan akan meningkat di selatan dan timur Ukraina untuk mendukung aktivitas ini," tambah pernyataan itu.

Intelijen kementerian pertahanan Inggris mengatakan bahwa upaya Rusia untuk membangun koridor darat antara Krimea dan Donbas "terus digagalkan" oleh Ukraina.

Ukraina mengatakan 10 koridor kemanusiaan disetujui pada hari Sabtu (09/04)

Sebanyak 10 koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi orang-orang dari wilayah terkepung Ukraina telah disepakati pada Sabtu (09/04), kata Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk. Salah satu koridor tersebut adalah yang diperuntukkan bagi orang yang mengungsi dengan kendaraan pribadi dari kota pelabuhan Mariupol, tambah Vereshchuk.

Mereka yang berada di kota Enerhodar, Tokmak, Berdyansk, dan Melitopol akan dapat mengungsi ke Zaporizhzhia, sementara penduduk Severodonetsk, Lysychansk, Popasna, Girske, dan Rubizhne dapat mengungsi ke kota Bakhmut di wilayah Donetsk.

yp/ (AFP, AP, Reuters, dpa)

(nvc/nvc)