ADVERTISEMENT

Banyak Wartawan Dibunuh, Meksiko Jadi Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 17 Mar 2022 14:42 WIB
Mexico City -

Jaksa di negara bagian Michoacan barat melaporkan, reporter Armando Linares ditembak mati di sebuah rumah di kota Zitacuaro, enam minggu setelah kematian jurnalis Roberto Toledo dari outlet yang sama, Monitor Michoacan. Sebelumnya, Linares mengumumkan kematian Toledo pada 31 Januari lalu dalam sebuah video yang diposting ke media sosial.

Zitacuaro adalah salah satu kota di negara bagian Michoacan yang paling ke kawasan pegunungan sebelah barat Mexico City. Negara bagian ini merupakan yang paling berbahaya. Geng bersenjata dari kartel narkoba kerap baku tembak memperebutkan kawasan kekuasaan. Ditambah lagi aksi pemerasan oleh geng-geng bersenjata terhadap para petani alpukat dan jeruk nipis, produksi andalan kawasan itu.

Ditambah lagi maraknya aksi pembalakan liar, perselisihan tata kelola lokal dan deforestasi terkait dengan perluasan produksi alpukat membuat kawasan makin tidak aman. Penebangan liar merusak hutan pinus dan cemara, habitat kupu-kupu menghabiskan musim dingin setelah bermigrasi dari Amerika Serikat dan Kanada.

Linares, yang jadi wartawan kedelapan yang dibunuh di kawasan itu, adalah Direktur Monitor Michoacan, yang terus menerus mengulas festival budaya merayakan kupu-kupu raja. Namun, tidak ada informasi terkait kemungkinan motif pembunuhan itu.

Sementara Toledo, seorang operator kamera dan editor video untuk Monitor Michoacan, ditembak mati pada 31 Januari lalu saat ia bersiap untuk melakukan wawancara di Zitacuaro.

Menjelang aksi pembunuhan Toledo, Linares mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia telah menerima beberapa ancaman pembunuhan setelah mendaftarkan diri ke dalam program perlindungan jurnalis dari pemerintah.

Klaim palsu pelaku kejahatan di Meksiko

Ketika ditanya siapa yang dia pikir berada di balik ancaman itu, Linares mengatakan, "mereka menyamar sebagai kelompok bersenjata, mereka menyamar sebagai geng kriminal. Kami tidak dapat memverifikasi apakah benar atau tidak bahwa mereka adalah geng bersenjata ini."

Para penjahat di Meksiko sering mengklaim bahwa mereka adalah bagian dari geng bersenjata kartel narkoba. Klaim palsu ini terutama untuk menanamkan rasa takut kepada para korbannya, terlepas dari apakah mereka benar-benar anggota geng kartel narkoba atau bukan

"Mimpi buruk terus berlanjut bagi pers di Meksiko," tulis kelompok pers Reporters Without Borders di akun media sosialnya.

Reaksi Presiden Lopez Obrador

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador sebelumnya bereaksi marah terhadap kritik dunia atas pembunuhan tersebut. Pada Februari lalu, Lopez Obrador mengatakan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menerima informasi keliru, setelah Blinken menulis "saya bergabung dengan mereka yang menyerukan akuntabilitas dan perlindungan yang lebih besar bagi jurnalis Meksiko."

Lopez Obrador mengklaim pemerintah sedang menyelidiki semua pembunuhan dan menyarankan Blinken menerima informasi tidak benar dari lembaga AS lainnya seperti CIA, FBI, dan Drug Enforcement Administration (DEA).

"Mereka menipunya," kata Obrador. "Kami tidak mentolerir impunitas siapa pun."

Pada pekan lalu, Lopez Obrador juga mengeluarkan tanggapan marah terhadap kritik Parlemen Eropa atas pembunuhan jurnalis di Meksiko. Dia bahkan balik menuduh orang Eropa memiliki "mentalitas penjajah."

Parlemen Eropa menyetujui resolusi pada Kamis (10/03) lalu yang mendesak presiden Lopez Obrador untuk menghentikan serangan verbalnya yang keras terhadap wartawan Meksiko yang mengkritiknya dan memastikan keselamatan mereka.

Kelompok pers mengatakan kritik harian Lopez Obrador terhadap jurnalis, yang dia sebut "konservatif" dan "tentara bayaran" membuat para insan pers lebih rentan terhadap aksi kekerasan.

Seruan untuk menghentikan tindakan penghinaan terhadap pers

Inter American Press Association Februari lalu meminta presiden Meksiko itu untuk "segera menghentikan agresi dan penghinaan, karena serangan dari puncak kekuasaan seperti itu mendorong kekerasan terhadap pers."

Resolusi UE menyerukan kepada pihak berwenang dan khususnya yang tertinggi di Meksiko, untuk menahan diri dari mengeluarkan pernyataan apa pun yang dapat menstigmatisasi pembela hak asasi manusia, jurnalis, dan pekerja media, memperburuk suasana terhadap mereka atau mendistorsi jalur investigasi mereka.

Wartawan sering menjadi sasaran aksi kekerasan kartel narkoba Meksiko, yang berusaha mengintimidasi dan memanipulasi liputan mengenai aktivitas dan saingan mereka. Politisi lokal dan pejabat pemerintah juga sering dikaitkan dengan pembunuhan, menurut pemerintah, yang telah mengakui bahwa impunitas dalam pembunuhan tersebut mencakup lebih 90% kasus.

Ratusan wartawan dibunuh di Meksiko

Pembunuhan Armando Linares menambah panjang daftar wartawan yang terbunuh atau sengaja dibunuh di Meksiko saat menjalankan profesinya. Sejak tahun 2000 hingga 2021 tercatat sedikitnya 150 kasus pembunuhan jurnalis di Meksiko. Catatan hitam dari asal tahun ini, juga menunjukkan aksi pembunuhan wartawan terus berlanjut.

Pada awal Maret, orang-orang bersenjata membunuh Juan Carlos Muiz, yang meliput tindakan kejahatan untuk situs berita online Testigo Minero di negara bagian Zacatecas.

Jorge Camero, direktur sebuah situs berita online yang sampai saat ini adalah seorang pekerja kota di negara bagian utara Sonora, terbunuh pada akhir Februari lalu.

Pada awal Februari, Heber Lopez, Direktur situs berita online Noticias Web, ditembak mati di negara bagian Oaxaca di selatan.

Reporter Lourdes Maldonado Lopez ditemukan tewas tertembak di dalam mobilnya di Tijuana pada 23 Januari, beberapa hari sebelumnya atau pada 17 Januari, fotografer kriminal Margarito Martnez ditembak mati di luar rumahnya di Tijuana.

Reporter Jose Luis Gamboa terbunuh di negara bagian pantai Teluk Veracruz pada 10 Januari lalu.

ha/as (AP)

(nvc/nvc)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT