Reporter TV Diskors karena Oles Lumpur ke Wajah-Baju Saat Liputan Banjir

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 09:16 WIB
Jakarta -

Wartawan Jerman dari stasiun TV RTL, Susanna Ohlen, membuat heboh. Pasalnya, Ohlen ketahuan mengolesi lumpur di pakaian dan wajahnya sebelum melaporkan dari lokasi banjir besar di Jerman baru-baru ini. Menurutnya, saat itu dia berupaya untuk membuat laporannya terasa lebih otentik.

Reporter televisi Jerman itu meminta maaf setelah sebuah video tentang dirinya yang mengolesi lumpur ke diri sendiri beredar menjelang siaran dari daerah barat Jerman yang dilanda banjir minggu lalu.

Reporter RTL berusia 39 tahun itu mengatakan, adalah suatu "kesalahan serius" bahwa dia mengoleskan lumpur ke pakaiannya sebelum melaporkan dari daerah yang dilanda lokasi banjir besar di Jerman mematikan di Jerman.

Minta maaf

"Sebagai seorang jurnalis, ini seharusnya tidak pernah terjadi pada saya. Sebagai orang yang menganggap serius penderitaan semua orang yang terkena dampak.. Saya minta maaf," tulisnya di Instagram.

"Setelah secara pribadi ikut membantu di wilayah itu di hari-hari sebelumnya, saya malu berdiri di depan kamera dengan pakaian bersih, di depan para pekerja relawan lain. Jafi, tanpa berpikir dua kali, saya mengolesi lumpur di pakaian saya," kata Susanna Ohlen.

Tayangan video yang tersebar tampaknya menunjukkan dia juga mengolesi wajahnya dengan lumpur.

Susanna Ohlen, yang juga menjadi pembawa acara "Selamat Pagi, Jerman" ini diperkenalkan ke program tersebut sebagai orang yang telah membantu melakukan kegiatan bersih-bersih di Bad M√ľnstereifel, sebuah kota di negara bagian Nordrhein-Westfalen yang rusak parah diterjang banjir minggu lalu.

Diskors oleh RTL

Sebuah klip video anonim yang beredar juga menunjukkan Susanna Ohlen dan krunya berdiri di tengah tumpukan sampah dan puing-puing, mungkin menunggu waktu syuting dimulai. Pada satu titik, Ohlen membungkuk, meraih genangan air dan menyebarkan kotoran ke wajah dan pakaiannya.

"Tindakan reporter kami jelas bertentangan dengan prinsip jurnalistik dan standar kami sendiri. Oleh karena itu, kami memberikan suspensi pada hari Senin (19/07), setelah kami mengetahui hal ini," kata juru bicara RTL, Kamis (22/07). RTL adalah salah satu penyiar komersial terbesar di Jerman.

Banjir melanda Jerman bagian tengah, barat, dan selatan pekan lalu, menewaskan sedikitnya 165 orang dan menyebabkan kerugian hingga miliaran euro. Banjir juga menimbulkan pertanyaan tentang sistem manajemen bencana Jerman dan dampak perubahan iklim di masa depan.

ae/hp (dpa, EPD)

Tonton juga Video: Ribuan Orang Datang Melayat Reporter Belanda yang Dibunuh

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)