Bertemu Johnson, Biden Ingatkan Inggris Hindari Pertikaian dengan Uni Eropa

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 10:58 WIB
Jakarta -

Dalam perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat sebagai presiden, Joe Biden bertemu PM Inggris Boris Johnson hari Kamis (10/6) di resor tepi laut Carbis Bay. Joe Biden memperingatkan agar Inggris tidak terlibat perselisihan panjang dengan Uni Eropa. Boris Johnson adalah salah satu tokoh politik yang dulu lantang memimpin kampanye Brexit. Negosiasi Inggris dan Uni Eropa saat ini masih terganjal isu pengawasan perbatasan di Irlandia Utara.

"Presiden Biden sangat jelas tentang keyakinannya yang kuat pada Perjanjian Jumat Agung sebagai dasar untuk hidup berdampingan secara damai di Irlandia Utara," kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan; kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One.

"Setiap langkah yang membahayakan atau merusaknya tidak akan dijawab oleh Amerika Serikat," kata Sullivan, tanpa menjelaskan langkah konkrit yang akan dilakukan AS.

Pertikaian Inggris dan Uni Eropa soal Irlandia Utara

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa membuat situasi perdamaian di Irlandia Utara tegang lagi, karena Uni Eropa menuntut agar tidak ada pengawasan perbatasan antara Irlandia Utara, yang termasuk wilayah Inggris, dan Republik Irlandia, yang merupakan anggota Uni Eropa. Inggris dan Uni Eropa kemudian sepakat bahwa pengawasan perbatasan hanya akan dilakukan di Laut Irlandia. Namun belakangan, Boris Johnson secara sepihak membatalkan klausa Irlandia Utara dalam kesepakatan itu, yang membuat gusar para pemimpin Uni Eropa.

Kekhawatiran Biden atas situasi di Irlandia Utara dan sengketa antara Inggris dan Uni Eropa cukup besar, sehingga Duta Besar AS di London Yael Lempert sempat mengeluarkan surat teguran diplomatik, menurut laporan harian Inggris, Times. Dalam surat itu, AS minta Inggris agar tidak "membakar" ketegangan di Irlandia.

Joe Biden, yang bangga dengan darah Irlandianya, akan membahas hal itu dengan Boris Johnson, kata Jake Sullivan. "Dia tidak mengeluarkan ancaman atau ultimatum, dia hanya akan menyampaikan keyakinannya yang mendalam bahwa kita perlu berdiri di belakang dan melindungi protokol (perdamaian Irlandia) ini," katanya.

Biden cabut larangan WeChat dan Tiktok di AS

Pemerintahan Joe Biden sebelumnya mencabut keputusan pemerintahan Donald Trump yang melarang aplikasi populer dari Cina, TikTok dan WeChat. Gedung Putih menyatakan akan meninjau lagi kebijakan itu berkaitan dengan risiko keamanan nasional.

Joe Biden mengeluarkan keputusan presiden yang mengarahkan Departemen Perdagangan untuk melakukan analisis ``berbasis bukti'' atas transaksi yang melibatkan aplikasi yang diproduksi atau dipasok atau dikendalikan oleh Cina. Ada kekhawatiran bahwa aplikasi-aplikasi itu mengumpulkan data pribadi pengguna dan memiliki koneksi dekat ke militer atau intelijen Cina.

Joe Biden memerintahkan pencabutan beberapa keputusan Donald Trump terhadap perusahaan teknologi Cina dan melakukan analisis baru, apakah TikTok dan aplikasi lain menimbulkan bahaya bagi orang Amerika. Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan, keputusan dan tindakan Donald Trump tidak "selalu diterapkan dengan cara yang paling masuk akal''. Karena itu akan dilakukan tinjauan ulang untuk menetapkan kriteria yang jelas soal keamanan data dan risiko privasi dari setiap aplikasi.

Joe Biden berada di Inggris menjelang pertemuan KTT G7 hari Jumat-sampai Minggu dan KTT NATO pada hari Senin. Lalu pada hari Selasa dilaksanakan KTT AS-Uni Eropa. Pada hari Rabu Biden dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa, Swiss.

hp/vlz (rtr, afp, ap)

(ita/ita)