Menteri Transportasi Taiwan Tawarkan Undur Diri Atas Kecelakaan Kereta Api

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 14:13 WIB
Jakarta - Menteri Transportasi Taiwan Lin Chia-lung pada Minggu (04/04) menawarkan pengunduran diri, setelah terjadi kecelakaan kereta api pada Jumat (02/04) di dekat kota timur Hualien yang menewaskan sedikitnya 50 orang dan hampir 200 lainnya luka-luka.

Dalam pernyataan di halaman Facebook-nya, Lin mengatakan dia "bertanggung jawab penuh" atas bencana tersebut. Kereta yang membawa hampir 500 penumpang itu menabrak truk yang meluncur ke rel kereta api karena diduga tidak diparkir dengan baik. Kecelakaan itu menyebabkan kereta tergelincir dan bagian depannya hancur.

"Saya seharusnya menerima semua kritik selama beberapa hari terakhir, tetapi kami belum melakukannya dengan cukup baik," kata Lin dalam posting Facebook. Dia mengatakan akan meninggalkan posisinya begitu operasi penyelamatan berakhir.

Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengatakan, telah menerima tawaran pengunduran diri Lin, namun Su menolaknya untuk saat ini, dan mengatakan fokus utama adalah pada upaya penyelamatan dan pemulihan.

Tim penyelamat pada Senin (5/4) masih berusaha mengevakuasi jenazah terakhir penumpang dari puing-puing kereta api.

"Saya sangat menyesal," kata pemilik truk pemicu kecelakaan

Tawaran pengunduran diri Lin muncul setelah pekerja pemeliharaan sarana kereta api yang truknya diduga mengakibatkan kecelakaan itu membuat permintaan maaf sambil berlinang air mata pada Minggu (4/4).

"Saya sangat menyesal dan ingin mengungkapkan permintaan maaf saya yang paling tulus," kata pemilik truk Lee Yi-hsiang. "Saya akan kooperatif dalam penyelidikan oleh polisi dan jaksa."

Truk itu dilaporkan meluncur di jalan miring dari lokasi konstruksi ke rel kereta api. Lee diduga tidak menggunakan rem parkir untuk menahan truk tetap di tempatnya.

Setelah diinterogasi oleh hakim dan jaksa di pengadilan Hualien, pemilik truk Lee dituduh telah menyebabkan kecelakaan karena kelalaian. Pengadilan sebelumnya telah memerintahkan Lee ditahan selama dua bulan, karena adanya kekhawatiran bahwa dia dapat menghancurkan bukti dalam kasus tersebut.

Siapa yang menjadi korban?

Korban tewas termuda dari kecelakaan itu baru berusia empat tahun. Sementara, dua orang warga Amerika dan seorang warga Prancis termasuk di antara korban tewas dalam kecelakaan itu.

Kecelakaan pada Jumat (4/4) ini terjadi saat Festival Penyapuan Makam atau Qingming di Taiwan yang berlangsung selama 4 hari. Banyak orang diyakini berpergian ke seluruh negeri menggunakan kereta api untuk mengunjungi kuburan leluhur mereka.

Kecelakaan kereta api parah di Taiwan yang menewaskan 18 orang sebelumnya terjadi pada 2018. Pada tahun 1948, sebuah kereta api terbakar dan menewaskan 64 orang, dan menjadi bencana kereta terparah dalam sejarah Taiwan.

pkp/as (AP, AFP, Reuters)

(ita/ita)