Pertama Kali Sejak 1969, Malam Piala Oscar Tak Akan Tayang di Hong Kong

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 19:21 WIB
Jakarta - Upacara malam penghargaan tertinggi perfilman Hollywood, Academy Awards atau yang disebut piala Oscar telah disiarkan di Hong Kong selama lebih dari 50 tahun oleh stasiun televisi terestrial TVB di saluran berbahasa Inggrisnya secara gratis. Tapi untuk tahun ini, tidak akan ada saluran televisi yang akan menayangkan upacara piala Oscar.

Semenjak pemerintah Cina semakin menindak ekspresi artistik, muncul keraguan apakah Oscar juga akan mengudara di Cina daratan.

CCTV lembaga penyiaran negara Cina, yang sebelumnya menayangkan acara malam penghargaan tersebut, belum mengonfirmasi apakah akan menayangkannya tahun ini.

Mengapa Piala Oscar tidak ditayangkan?

TVB menyatakan bahwa keputusan untuk tidak menayangkan Oscar adalah keputusan yang "murni komersial". Tetapi keputusan untuk tidak menyiarkan upacara malam penghargaan itu muncul setelah Bloomberg News melaporkan awal bulan ini bahwa departemen propaganda Partai Komunis Cina telah memerintahkan media yang dikendalikan negara untuk mengabaikan Oscar dan tidak menayangkan upacara tersebut secara langsung.

Surat kabar Hong Kong The Standard menulis bahwa komentar kritis atas situasi Cina daratan yang sebelumnya dibuat oleh Chloe Zhao, sutradara Amerika kelahiran Beijing dari film Nomadland yang mendapat nominasi Oscar, bisa jadi mendorong tindakan itu.

"Nomadland", yang meraih hadiah utama pada penghargaan Golden Globes tahun ini juga sangat diunggulkan untuk memenangkan penghargaan besar di Oscar.

Dinominasikannya film dokumenter pendek tentang protes tahun 2019 di Hong Kong berjudul "Do Not Split" mungkin juga mengkhawatirkan otoritas Cina.

Pencarian judl film Do Not Split diblokir di internet Cina. Konten yang dianggap sensitif secara politik oleh pemerintah disaring dan dihapus secara rutin.

Academy of Motion Picture Arts and Sciences Awards, yang mempersembahkan penghargaan tersebut, tidak berkomentar.

Pembatasan seni di Hong Kong?

Meskipun negara semi-otonom Hong Kong mempertahankan kebebasan budaya yang lebih besar daripada Cina daratan, hal itu berubah dengan cepat.

Menyusul protes demokrasi yang besar dan sering kali disertai kekerasan pada tahun 2019, Beijing secara aktif membasmi oposisi.

Dalam beberapa minggu terakhir, bioskop telah menarik film dokumenter tersebut. Selain itu, sebuah universitas membatalkan pameran fotografi pers dan museum seni kontemporer yang belum dibuka mengatakan akan mengizinkan pejabat keamanan untuk memeriksa koleksinya.

Awal bulan ini, pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan pihak berwenang dalam "siaga penuh '' untuk memastikan bahwa pameran di kota itu tidak melanggar aturan baru.

rap/vlz (AP, AFP)

(ita/ita)