Jerman Tutup Perbatasan Darat Ceko-Austria Guna Hindari Mutasi Corona

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 16:53 WIB
Jakarta -

Jerman pada Minggu (14/02) menutup sebagian besar perbatasan antar wilayah di timur dan selatan, serta perbatasan dengan negara tetangga Republik Ceko dan Austria. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran mutasi virus corona.

Langkah-langkah tersebut ditetapkan untuk berlaku setidaknya selama 10 hari ke depan.

Sebelumnya pada Kamis (11/02), Jerman menetapkan wilayah Tyrol, Austria, dan perbatasan Republik Ceko sebagai "daerah mutasi virus."

Pemerintah mengambil keputusan setelah varian baru virus corona B.1.351 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, juga terdeteksi di wilayah Tyrol, Austria. Sementara, varian baru virus corona B.1.1.7 yang pertama kali ditemukan di Inggris, telah terdeteksi beredar di Republik Ceko.

Penutupan perbatasan ini ditetapkan di tengah kekhawatiran bahwa mutasi virus corona ini lebih menular dan vaksin mungkin tidak efektif melawannya.

Seberapa ketat batasan baru?

Sekitar 1.000 petugas polisi ditugaskan pada hari Minggu (14/02) untuk mengontrol wilayah perbatasan terkait aturan pembatasan baru ini.

Perusahaan kereta api milik negara, Deutsche Bahn, menangguhkan layanan dari dan ke daerah yang terkena dampak penutupan.

Hanya sedikit pengecualian yang diizinkan masuk ke Jerman dari negara-negara ini, di antaranya orang Jerman yang pulang kembali ke negaranya dan para pekerja esensial seperti dokter. Hubungan perdagangan juga akan ditangguhkan sementara.

Bahkan mereka yang diizinkan untuk melintasi perbatasan, "kemungkinan besar akan ditolak" jika tidak dapat memberikan bukti tes negatif COVID-19, kata Perdana Menteri Bayern Markus Sder, yang negara bagiannya berbatasan dengan wilayah Tyrol.

Industri otomotif menyuarakan kekhawatiran

Asosiasi industri otomotif Jerman VDA mengatakan pada hari Minggu (14/02) bahwa pihaknya yakin peraturan tersebut dapat menyebabkan hambatan serius dalam produksi karena pengiriman suku cadang dari negara lain sangat menentukan proses manufaktur.

Juru bicara VDA mengatakan bahwa produksi bahkan dapat berhenti di beberapa pabrik pembuatan mobil mulai Senin (15/02) sore, karena pabrik di lokasi Ingolstadt, Regensburg, Dingolfing, Zwickau, dan Leipzig akan menjadi yang paling pertama terdampak.

Sementara, produsen mobil Volkswagen dan Daimler sama-sama mengatakan masih kekurangan pengiriman hingga Minggu (14/02) sore. Keduanya mengatakan mereka tidak ingin produksi terganggu pada hari Senin (15/02).

Mutasi corona berpengaruh pada pengetatan pembatasan

Slovakia juga menjadi negara yang terkena pembatasan baru Jerman mulai Minggu (15/02), meskipun tidak berbatasan darat secara langung.

Tetapi pembatasan baru Jerman ini memicu keluhan dari Menteri Luar Negeri Slovakia Ivan Korcok, yang mengirim catatan diplomatik ke Berlin.

Korcok mengatakan bahwa persyaratan menunjukkan tes virus corona yang tidak lebih dari 48 jam di perbatasan masuk ke Jerman akan "menyebabkan masalah besar dan hampir tidak mungkin bagi pengemudi truk kami untuk memenuhi dalam praktiknya.''

Pekerja Ceko mengeluh

Jurnalis DW Barbara Wesel melaporkan situasi dari kota Schirnding di Bayern di perbatasan Ceko, dengan mengatakan bahwa persyaratan seperti itu juga menyebabkan kekhawatiran meningkat di sektor bisnis di daerah yang melakukan perdagangan lintas batas.

"Ada lebih dari 20.000 pekerja Ceko yang lewat di sini setiap hari dan bekerja di Jerman. Jadi jika mereka semua tidak bisa lewat, itu sangat merepotkan. Banyak perusahaan kecil mengatakan, 'Kami harus tutup' jika mereka tidak bisa lewat lagi, "katanya.

Perjalanan internasional dari negara-negara yang paling terpukul oleh varian baru virus corona sudah dilarang di Jerman.

Kontrol perbatasan ini juga dapat segera diberlakukan di perbatasan dengan wilayah Moselle di Prancis timur, tempat penyebaran mutasi virus corona yang sangat aktif.

pkp/rap (AFP, AP dpa)

(ita/ita)