Tampilkan Blackface di Malam Imlek, Televisi China Banjir Kecaman

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 07:42 WIB
Beijing -

Pertunjukan yang digelar untuk merayakan Tahun Baru Imlek pada Kamis (11/02) malam waktu setempat oleh CCTV, lembaga penyiaran milik pemerintah China, banjir kecaman dan tuduhan mempromosikan stereotip rasisme. Pasalnya, pertunjukan itu menampilkan penari asal China yang wajah dan tubuhnya dicat hitam menyerupai orang Afrika.

Pertunjukan bertema "Lagu dan Tarian Afrika" ini adalah salah satu program TV yang paling banyak ditonton di dunia dengan pemirsa mencapai ratusan juta orang.

Pada pertunjukan tersebut, para dramawan tampil di atas panggung dengan mengenakan pakaian yang menyerupai pakaian Afrika dan menggelapkan kulit mereka dengan kosmetik. Mereka lalu menari dan menabuh drum.

Siaran ini kontan memanen kritik dengan ribuan pengguna media sosial China, Weibo, ramai-ramai menyatakan protes mereka. Organisasi dan lembaga advokasi untuk warga kulit hitam di China juga mengecam acara tersebut.

"Apa bedanya antara orang China yang berwajah (dicat) hitam dan orang kulit putih yang menyipitkan mata untuk mengolok-olok orang Asia?" ujar seorang pengguna Weibo.

Warisan stereotip rasisme

Ini bukan kali pertama lembaga siaran pemerintah China itu memicu kontroversi rasial karena menampilkan pertunjukan blackface atau minstrel.

Minstrel atau blackface minstrelsy adalah jenis hiburan komedi di mana aktor yang pada umumnya berkulit putih mengecat badan mereka dengan cat hitam, menampilkan nyanyian dan tarian para budak kulit hitam. Sebagai pertunjukan panggung, minstrel mencapai puncak popularitasnya di Amerika pada abad ke-17.

Pada tahun 2018, rakyat China juga pernah disuguhi drama komedi bernada rasisme. Acara tersebut dibintangi aktris kenamaan asal China, Lou Naiming, yang tampil di atas panggung dengan pakaian berwarna-warni. Dengan wajah dan lengan yang dicat coklat, Lou Naiming mengusung satu keranjang buah, ditemani oleh aktor lain yang berkostum monyet.

"Sementara pendukung praktik tersebut menyatakan bahwa blackface berpusat pada empati & realisme, sulit untuk memisahkannya dari sejarah panjang minstrel & fiksasi pada karikatur yang bermasalah," kata Black China Caucus, sebuah kelompok aktivis yang bergerak pada pengintegrasian warga kulit hitam di China lewat Twitter.

"Tahun depan, kami berharap penyelenggara memutuskan untuk mengakhiri praktik ini dan mempekerjakan ribuan orang kulit hitam yang tinggal di banyak wilayah di China."

Sementara Black Livity China, sebuah organisasi yang terdiri dari orang-orang keturunan Afrika yang bekerja di atau dengan China, menyebut siaran itu "sangat mengecewakan."

"Kami tidak bisa cukup menekankan dampak adegan seperti ini terhadap komunitas Afrika dan Afro-diaspora yang tinggal di China," tulis organisasi itu di Twitter.

Hingga Jumat (12/02), Kementerian Luar Negeri China belum menanggapi permintaan untuk berkomentar, mengingat di China ini adalah musim libur.

Pertunjukan yang tahun ini berfokus pada perayaan pekerja medis China dan program luar angkasa negara itu, telah menjadi acara populer sejak pertama kali ditayangkan pada tahun 1983.

Perayaan Imlek di rumah

Partai Komunis China yang berkuasa memang tengah mencoba untuk mempromosikan citra persatuan dengan negara-negara Afrika sebagai sesama negara berkembang. Namun sepertinya cara ini menjadi bumerang. Acara televisi itu ditonton oleh tidak kurang dari 800 juta orang di China, saat sebagian besar warga merayakan malam pergantian Tahun Baru Imlek dari rumah mereka.

Tahun ini, sebagian besar masyarakat China merayakan Imlek di kediaman mereka. Sejumlah tempat ibadah yang biasanya dipadati oleh jamaah ditutup. Jalan-jalan di kota besar sebagian besar kosong.

Kementerian Perdagangan mengatakan ada 48 juta lebih orang di kota-kota di China yang berencana merayakan tahun baru Imlek di rumah mereka, alih-alih pulang kampung atau pergi ke tempat-tempat hiburan.

Keberangkatan dari dua bandara utama Beijing pada Rabu (10/02) turun sebesar 75 persen dari tahun lalu, pemerintah melaporkan.

Di Taiwan, seorang pedagang mengatakan penjualannya pada tahun baru kali ini naik sekitar 10 hingga 20 persen karena orang-orang merayakan tahun baru di rumah dengan makan malam bersama keluarga dan tidak bepergian ke luar negeri.

ae/hp (Reuters, AP, Britannica)

Simak juga video 'Rayakan Imlek dengan Nonton Atraksi Liong Bawah Air':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/nvc)