Demokratisasi Pegunungan, Warga Chili Tuntut Keterbukaan Akses

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 16:38 WIB
dw
Pegunungan di barat ibu kota Santiago diharapkan bisa menjadi destinasi wisata warga. Namun saat ini hanya militer dan perusahaan tambang yang diizinkan mengakses kawasan tersebut.
Jakarta -

Belakangan semakin banyak warga Chili yang menyambangi Cerro el-Barco, sebuah menara batu setinggi 4.500 meter yang diapit dua gletser kuno di dataran tinggi Andes.

Tapi jika dulu kawasan terjal itu hanya disambangi pendaki professional, kini warga biasa yang tergabung dalam gerakan Kami Ingin Taman Nasional atau Queremos Parque mulai ikut berdatangan.

Sejak dibentuk April 2019 lalu, Queremos Parque sudah menjaring lebih dari 192.000 tanda tangan dan dukungan politik di parlemen untuk membuka taman nasional seluas 1.420 kilometer (km) persegi di perbatasan Argentina.

Mereka ingin membuka kawasan terpencil itu untuk penduduk kota sebagai sarana hiburan yang ramah konservasi.

"Taman-taman nasional ini tidak seharusnya ditutup," kata inisiator gerakan Pilar Valenzuela. "Taman nasional harusnya dimanfaatkan," untuk kepentingan bersama.

Bersama warga lainnya, dia juga ingin memaksakan status lindung bagi gletser seluas 80 km persegi di basin Rio Colorado. Kawasan itu merupakan sumber air minum bagi ibu kota Santiago. Namun upaya mereka dihalangi lobi tambang yang ingin agar kawasan tetap dibuka untuk kegiatan ekonomi.

"Lokasi taman (yang dekat dengan ibu kota) dan potensi jutaan penggunanya, ditambah dengan gletser yang akan dilindungi, akan menjadikan pembentukan taman nasional sebagai pencapaian terbesar program konservasi di Chili," kata James Hardcastle dari organisasi lingkungan, International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Alam untuk masyarakat

Basin Rio Colorado adalah sebuah kawasan pegunungan sejauh seratusan kilometer dari ibu kota Chili, Santiago, ke arah perbatasan Argentina. Sejak era kediktatoran Augusto Pinochet pada dekade 197-0an, kawasan ini berada di bawah kontrol militer.

Setiap pengunjung yang ingin berpergian ke area ini harus mengantongi izin pemerintah, dan melalui protokol yang rumit untuk bisa masuk.

"Pembentukan sebuah taman nasional di pojok Andes ini akan mendemokratisasi pegunungan," kata Valenzuela.

Selain menjamin akses yang berdampak positif pada kesehatan mental warga ibu kota, status taman nasional menguatkan peran konservasi, dan sebabnya berguna bagi Bumi, menurut Kristine Timpkins, pakar lingkungan PBB.

"Sebagai solusi berbasis lingkungan bagi krisis iklim, peran taman nasional terhadap kelangsungan planet kita tidak bisa dianggap remeh," kata dia. "Bagi warga Santiago, akses ini adalah penyambung hidup."

Keterbukaan akses dan zonasi yang baik

Pada 1996, sebuah perusahaan semen nasional membeli 10% lahan di basin untuk ditambang.

Lokasi tambang yang tidak dimasukkan ke dalam peta taman nasional ini terletak di tengah satu-satunya lembah menuju Rio Colorado. Sebab itu, perusahaan harus mengizinkan pengunjung melintasi wilayahnya.

Miguel Fajardo, seorang penggembala lokal, misalnya harus membayar uang kepada perusahaan untuk bisa membawa ternaknya merumput di atas lahan miliknya. Namun begitu dia khawatir pembentukan taman nasional akan menutup sepenuhnya Rio Colorado bagi penggembala.

"Sebuah taman nasional berseberangan dengan kepentingan kami," kata dia. Sebaliknya Valenzuela dari Queremos Parque mengaku ingin melindungi hak penggembala mengakses taman nasional.

Adapun James Hardcastle dari IUCN meyakini, perpaduan antara kebijakan dan zonasi yang baik bisa mengakomodasi tambang yang ada, para penggembala, dan wisatawan. "Tidak ada alasan kenapa status taman nasional akan merugikan hak warga," kata dia.

"Kebijakan yang baik, jaminan hak, dan akses adalah kunci bagi konservasi."

Hal serupa diutarakan pendaki gunung lokal, Viviana Callahan, yang rajin menyambangi Rio Colorado. Menurutnya keterbukaan akses akan meningkatkan kesadaran warga dan melahirkan perilaku yang berkelanjutan.

"Kita harus menghubungkan warga dengan tempat ini untuk melindunginya."

rzn/ae (Reuters)

Lihat juga Video: Chili Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Corona Sinovac

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)