Mutasi Baru Corona Muncul di Jerman, Beda dengan Varian Inggris-Afsel

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 13:22 WIB
Jakarta -

Varian baru virus corona ditemukan di antara 35 pasien yang baru terinfeksi di Garmisch-Partenkirchen, Jerman selatan. Tim dokter mengatakan, varian ini berbeda dengan yang ditemukan di Inggris maupun di Afrika Selatan. Rumah sakit di Garmish-Partenkirchen mengatakan, dari 73 orang yang diperiksa, 35 orang tertular mutasi baru itu.

Masih belum diketahui seberapa menular, atau seberapa berbahaya varian baru itu, kata Frank Niederbühl, direktur rumah sakit di Garmisch-Partenkirchen dan menambahkan: "Fakta bahwa itu adalah varian yang baru, tidak otomatis berarti lebih menular."

Wakil direktur medis Clemens Stockklausner mengatakan, tidak ada alasan untuk panik. "Kita harus menunggu hasil sequencing yang lengkap. Saat ini kami sama sekali belum bisa mengatakan, apakah mutasi ini memiliki relevansi klinis," katanya kepada wartawan. Sequencing adalah analisa dan penguraian genom yang hanya bisa dilakukan di laboratorium khusus.

Berbeda dengan varian di Afrika Selatan dan Inggris

Sampel varian yanfg baru sudah dikirim ke Rumah Sakit Charite Berlin untuk pemeriksaan lebih lanjut, kata Clemens Stockklausner.

Dia menjelaskan, mutasi baru virus corona itu memang berbeda dengan yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Varian di Inggris dan Afrika Selatan lebih menular, meskipun tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah dan mematikan.

Para ahli medis menekankan, fakta yang lebih penting adalah, varian baru tidak mengurangi dampak dari vaksin yang saat ini digunakan di Jerman. Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn berjanji akan meningkatkan upaya pelacakan mutasi virus dari Inggris dan Afrika Selatan di Jerman.

Angka infeksi turun, tapi pembatasan akan diperketat

Angka infeksi harian di Jerman selama beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan. Juga tingkat hunian di unit perawatan intensif turun 10 sampai 15 persen, kata Menteri Kesehatan Jens Spahn. Sekali pun demikian, dia mengingatkan agar warga tetap waspada dan menaati aturan kesehatan yang telah ditetapkan.

Menurut data Robert-Koch-Institut (RKI), jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi hari Senin (18/01) bertambah 7.141 kasus. Tetapi angka harian ini masih belum lengkap, karena setelah akhir minggu ada kelambatan proses pelaporan. Minggu yang lalu, penambahan kasus harian masih di atas 14 ribu kasus.

Para pimpinan negara bagian Jerman hari Selasa (19/01) ini akan melakukan pertemuan dengan Kanselir Angela Merkel untuk membahas kemungkinan langkah-langkah pengetatan, guna meredam penularan cepat varian virus corona dari Inggris dan Afrika Selatan yang juga sudah ditemukan di Jerman. Lockdown yang diberlakukan saat ini kemungkinan akan diperpanjang.

hp/rap (dpa, rtr, afp)

(ita/ita)