Dihantam Pandemi, Jumlah Penumpang di Bandara Frankfurt Terendah Sejak 1984

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 12:51 WIB
dw
Suasana Bandara Frankfurt yang kosong, Juni 2020
Jakarta -

Bandara terbesar Jerman di Frankfurt mencatat 18,8 juta penumpang pada 2020, turun 73 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata Fraport, yang mengoperasikan bandara internasional itu. Jumlah penumpang itu mencapai posisi terendah sejak 1984.

Kebijakan lockdown pada awal tahun untuk meredam penyebaran virus corona menyebabkan lalu lintas udara terhenti total antara April dan Juni. Saat itu "angka penumpang mingguan anjlok hingga 98 persen" dibandingkan tahun sebelumnya, kata Fraport.

Lalu lintas penerbangan mulai bangkit pada kuartal ketiga tahun 2020, namun kemudian turun lagi karena lockdown jilid dua pada akhir tahun, kata perusahaan itu. Pada Desember 2020, lalu lintas penumpang turun 82 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi hanya 890.000 orang.

Ada vaksinasi, angka penumpang bisa mulai pulih akhir tahun

"Tahun 2020 membawa tantangan ekstrem bagi seluruh industri penerbangan," kata Direktur Utama Fraport, Stefan Schulte. Pada pertengahan tahun ini, perusahaan mengatakan akan memangkas 3.000 hingga 4.000 pekerjaan, atau sekitar 15 persen dari angkatan kerjanya.

Stefan Schulte menerangkan, peluncuran vaksinasi baru-baru ini memang dapat mengangkat lagi keuntungan perusahaan, dan dia yakin "lalu lintas penumpang di Frankfurt akan pulih secara nyata pada paruh kedua tahun 2021."

Pada saat yang sama, dia memperkirakan lalu lintas penumpang 2021 hanya akan mencapai 35 hingga 45 persen dari tahun 2019, dan 2021 tetap akan menjadi "tahun yang sulit". Namun pada lalu lintas kargo barang terlihat titik terang, kata bos Fraport itu. Angkutan barang tahun 2020 hanya turun 8,3 persen.

Inggris perketat perbatasan, bisnis penerbangan tertekan lagi

Maskapai penerbangan Lufthansa dan operator tur wisata terbesar Eropa TUI harus memanfaatkan program bantuan miliaran euro dari pemerintah Jerman untuk menopang anjloknya permintaan di pasaran.

Saham Lufthansa dan TUI turun lagi pada perdagangan hari Senin (18/01) setelah Inggris mengumumkan pengetatan pembatasan perjalanan yang baru untuk meredam angka infeksi Covid-19 di negaranya.

Pemerintah Inggris menetapkan bahwa mulai hari Senin semua yang datang ke Inggris harus lebih dulu menunjukkan tes negatif Covid-19 dan setelah itu menjalani karantina. Kebijakan ketat itu diberlakukan untuk meredam varian baru virus corona yang menular lebih agresif, meski tidak mengakibatkan penyakit yang lebih parah.

hp/ae (dpa, afp)

(ita/ita)