Jelang Pelantikan Joe Biden, Protes Terjadi di Sejumlah Negara Bagian

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 15:55 WIB
Jakarta -

Polisi dan pasukan Garda Nasional telah dikerahkan pada Minggu (17/01) ke gedung-gedung milik pemerintah federal AS di seluruh negeri dalam persiapan menghadapi potensi gelombang protes oleh para pendukung Presiden Donald Trump.

Pejabat penegak hukum federal dan negara bagian memperingatkan kemungkinan adanya protes kekerasan di sekitar badan legislatif negara bagian setelah massa pendukung Trump menyerbu gedung Capitol AS di Washington DC pada 6 Januari lalu.

Akibatnya puluhan orang ditangkap dan Trump harus mendapati dirinya dimakzulkan untuk kedua kalinya oleh DPR AS.

Pendukung Trump percaya telah terjadi kecurangan dalam pemilihan presiden November tahun lalu meskipun tidak ada bukti kuat untuk membuktikan tuduhan mereka di puluhan pengadilan yang menyidangkan kasus tentang masalah tersebut. Mereka percaya bahwa Trump memenangkan pemilihan tersebut.

Protes pada hari Minggu (17/01) berlangsung dengan tenang dan damai, termasuk di gedung pemerintahan negara bagian Ohio, Carolina Selatan, Texas, dan Michigan, meski beberapa demonstran dilaporkan membawa senjata.

The New York Times melaporkan bahwa gerakan ekstremis Boogaloo Bois muncul di beberapa lokasi dengan membawa senapan ala militer. Dilaporkan bahwa orang-orang itu adalah bagian dari kelompok yang berharap perang saudara kedua akan mengarah pada penggulingan pemerintah AS.

Selain meningkatkan penjagaan polisi dan membangun barikade untuk melindungi gedung parlemen mereka, beberapa negara bagian, termasuk Pennsylvania, Texas, dan Kentucky, mengambil langkah lebih jauh untuk menutup halaman gedung DPR untuk publik.

Peringatan FBI

Biro Investigasi Federal AS (FBI) telah memperingatkan soal potensi pengunjuk rasa bersenjata, merujuk aksi yang dilakukan ekstremis sayap kanan pada peristiwa penyerbuan Gedung Capitol.

Pejabat keamanan menyebut gerakan anti-pemerintah, khususnya "boogaloo", sebagai salah satu kelompok yang telah membuat rencana untuk mengadakan demonstrasi di semua 50 negara bagian.

Masih belum dapat dipastikan apakah dengan peningkatan penjagaan ini dapat membuat para pengunjuk rasa mengurungkan niatnya.

Beberapa kelompok sayap kanan telah membatalkan demonstrasi yang telah mereka rencanakan, seperti yang terjadi di negara bagian Virginia, yang direncanakan dimulai pada hari Senin (18/01) ini.

Mereka telah memberi tahu anggotanya untuk tetap di rumah dengan alasan peningkatan penjagaan merupakan perangkap yang disiapkan penegak hukum.

Pihak berwenang pada Minggu (17/01) menangkap seorang pejabat terpilih dari New Mexico yang telah bersumpah untuk melakukan perjalanan ke Washington dengan membawa senjata api untuk memprotes pelantikan presiden terpilih Joe Biden, menurut Departemen Kehakiman AS.

Cuoy Griffin, seorang komisioner wilayah New Mexico dan pendiri kelompok "Cowboys for Trump," termasuk di antara ribuan orang yang menyerbu Gedung Capitol dalam upaya untuk menggagalkan pengesahan kemenangan Biden atas Trump.

Pihak berwenang mengatakan Griffin kembali ke New Mexico setelah kerusuhan, dan mengatakan pada pertemuan Dewan Wilayah Otero pada Jumat (14/01) bahwa dia berencana untuk kembali ke Washington untuk memprotes pelantikan Biden pada hari Rabu (20/01) ini.

Washington bak benteng

Sementara itu, keamanan di dalam dan sekitar Gedung Capitol AS di Washington telah ditingkatkan. Pada hari Minggu (17/01), daerah pusat kota tampak seperti benteng yang hanya diisi batalion pasukan Garda Nasional.

Pasukan mulai tiba di ibu kota AS beberapa hari yang lalu, dengan tujuan menjaga ibu kota dari aksi kekerasan dan kerusuhan selama pelantikan presiden terpilih Joe Biden.

Pelantikan Biden akan digelar pada Rabu (20/01), lewat upacara yang berlangsung di tangga Gedung Kongres AS.

Sebelumnya pada Sabtu (16/01) pihak berwenang menangkap seorang pria yang membawa pistol dengan membawa lebih dari 500 butir amunisi di sebuah pos pemeriksaan keamanan dekat Gedung Capitol.

Orang itu mengaku bahwa ia melakukan kesalahan yang tak disengaja dan bahwa dia adalah penjaga keamanan swasta yang tersesat dalam perjalanan ke tempat kerja di dekat Capitol.

rap/pkp (Reuters, AFP)

(ita/ita)