Israel Serang Aset Militer Iran di Suriah

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 17:08 WIB
dw
Serangan udara Israel terhadap ibu kota Suriah, Damaskus, Juli 2020
Jakarta -

Sasaran militer milik Iran di perbatasan antara Suriah dan Irak dibidik dalam operasi militer Israel teranyar pada Rabu (13/1) dini hari. Serangan tersebut merupakan bagian dari kebijakan agresif Israel sesuai doktrin "tekanan maksimal" terhadap Iran ala Presiden AS Donald Trump.

Sebanyak 57 korban jiwa berjatuhan dalam operasi militer Israel, klaim Syrian Observatory for Human Rights (SOHR). Setidaknya 18 serangan diarahkan kepada gudang senjata dan pos militer, dan menewaskan 14 serdadu pemerintah. Sementara korban lain bukan warga Suriah atau gerilyawan pro-Iran.

"Serangan ini adalah serangan udara paling mematikan yang dilakukan Israel di Suriah sejauh ini," kata Direktur SOHR, Rami Abdel-Rahman, kepada dpa.

Kantor berita Suriah, SANA, dan stasiun televisi pemerintah melaporkan militer Israel menyerang kota al-Bukamal di perbatasan. Kota tersebut merupakan jalur penghubung utama antara ibu kota Damaskus dan Baghdad di Irak.

Diyakini, al-Bukamal digunakan oleh Iran untuk menyuplai gerilyawan-gerilyawan proksi di Suriah dan Lebanon.

Dalam serangan udara teranyar, Israel juga dikabarkan membidik provinsi Deir al-Zor yang menjadi tempat bercokolnya milisi binaan Iran dan Garda Revolusi. Dua warga di Kota Deir al-Zor mengaku mendengar ledakan keras yang diyakini berasal dari gudang senjata, lapor Reuters.

Sejauh ini militer Israel enggan berkomentar. Tzachi Hanegbi, Menteri urusan Pemukiman, mengatakan kepada stasiun radio Israel, pihaknya hanya menyerang sasaran militer di Suriah, "jika dinas rahasia memerintahkannya dan sudah sesuai dengan kapabilitas operasi kita."

Eskalasi konflik melawan Iran

Amerika Serikat menempatkan satuan tempur kecil di Tanf, sebuah barak di dekat kota al-Bukamal yang menjadi sasaran serangan Israel. Sebuah sumber di komunitas intelijen barat mengklaim Israel menggiatkan serangan ke Suriah sejak beberapa bulan terakhir. Kebijakan itu diadopsi menyusul dukungan politik Presiden Donald Trump.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Aviv Kochavi, Desember lalu mengatakan serangan peluru kendali berhasil "memperlambat upaya Iran membentengi asetnya di Suriah." Di sepanjang 2020 lalu, Israel mengklaim telah menghancurkan lebih dari 500 target militer.

Pemerintah di Yerusalem ingin mengakhiri apa yang mereka tuduhkan sebagai campur tangan militer Iran di Suriah. Keberadaan gerilyawan dan milisi bersenjata bentukan Garda Revolusi kian menjamur, menurut laporan teranyar dinas rahasia.

Sumber Reuters di dinas rahasia Israel mengatakan sasaran operasi militer terbaru mencakup barak militer Suriah di dalam kota al-Bukamal dan Deir Zor. Sebelumnya Israel hanya membidik target di luar kota.

Serangan itu diklaim berhasil melumpuhkan "sistem persenjataan mutakhir dan gudang senjata di area perang yang luas," tutur sumber tersebut.

Sejak kejatuhan ISIS, wilayah Suriah terbagi antara Hizbullah di kawasan timur, selatan dan timur laut, kelompok pemberontak Free Syrian Army, Turki dan milisi Kurdi. Terutama keberadaan Hizbullah di Suriah dinilai krusial, lantaran wilayah kekuasaannya yang mencapai ibu kota Damaskus dan wilayah perbatasan dengan Lebanon.

rzn/gtp (rtr, dpa)

(ita/ita)