Polisi Jerman Bubarkan Kebaktian dengan 150 Jemaah Langgar Aturan Corona

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 18:42 WIB
Jakarta -

Polisi Jerman membubarkan kebaktian gereja yang diikuti sekitar 150 jemaah di kota Herford, di negara bagian Nordrhein Westfalen (NRW) pada Sabtu malam (2/1).

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan, lebih 100 peserta kebaktian menghadapi dakwaan dan sanksi denda karena melanggar aturan pembatasan virus corona. Beberapa individu yang hadir, terutama penyelenggara, kemungkinan menghadapi sanksi yang lebih berat.

Aturan pembatasan corona mengizinkan kebaktian hingga 20 orang dalam satu ruangan, selama memakai masker, menjaga jarak sosial dan tidak bernyanyi bersama.

Jemaah tidak pakai masker dan abaikan aturan corona

Menurut polisi, kebaktian yang melibatkan jemaah dalam jumlah besar di Herford, termasuk anak-anak, tidak menaati aturan memakai masker wajah atau mematuhi peraturan jarak, dan juga bernyanyi bersama-sama.

Lockdown di Jerman yang diberlakukan selama bulan Desember membuat banyak perayaan dan atraksi Natal dibatalkan, seperti pasar Natal dan banyak ritual tradisional lainnya. Sesaat sebelum Natal, polisi juga sempat membubarkan sebuah acara kebaktian di kota Essen dan mengeluarkan hampir 60 sanksi denda untuk pelanggaran aturan corona.

Penerapan aturan corona maupun lockdown di Jerman adalah kewenangan negara bagian, bukan pemerintah pusat di Berlin. Secara umum, tidak ada pemerintahan di 16 negara bagian Jerman yang melarang pertemuan keagamaan, meskipun ibadah Natal baru-baru ini kebanyakan dibatalkan atau ditayangkan lewat televisi maupun secara online.

Polisi tutup akses ke tempat wisata musim dingin

Selama akhir minggu, puluhan ribu orang juga berbondong-bondong menuju kawasan pegunungan untuk menikmati salju dan menyebabkan kepadatan dan kemacetan di beberapa daerah.

Di negara bagian NRW polisi menutup akses ke kawasan ski dekat kota Winterberg untuk mencegah kedatangan lebih banyak pelancong. Hal yang sama dilakukan di beberapa kawasan wisata musim dingin di negara bagian Bayern.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan, dia berharap vaksin AstraZeneca/Universitas Oxford dari Inggris bisa segera disetujui otoritas Uni Eropa. Vaksin AstraZeneca memang efektifitasnya lebih rendah dibanding vaksin BioNTech/Pfizer, namun lebih mudah ditangani karena bisa disimpan di kulkas biasa dan harganya lebih murah.

hp/as (dpa, kna)

(ita/ita)