Boneka Bermasker Jadi Kado Natal Favorit di Spanyol dan Portugal

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 26 Des 2020 13:10 WIB
Jakarta -

Anak-anak di Spanyol dan Portugal dapat menyadari bahwa hadiah Natal mereka tahun ini mencerminkan pandemi virus corona, seperti boneka yang mengenakan masker, perlengkapan perlindungan pribadi, dan mainan lama lainnya yang belum laku terjual yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Jutaan anak di seluruh dunia terjebak di rumah selama penguncian wilayah diberlakukan dan ketika harus keluar, mereka diminta untuk menggunakan masker.

Ketika musim liburan tiba, sejumlah pembuat mainan memberikan sentuhan berbeda pada mainan yang mereka jual. "Saya pikir itu jadi cara beradaptasi dengan kenyataan," kata Ibu Reyes Lopez, saat dia mengunjungi toko mainan di Madrid. Tampilan boneka juga harus mewakili masyarakat.

Di toko mainan di Spanyol, beberapa boneka Nancy yang terkenal dari produsen mainan Famosa, kini mengenakan masker. Satu set boneka dijual lengkap dengan alat penguji virus yang dapat mendeteksi infeksi pada mainan tersebut. Jika boneka "terinfeksi" anak-anak bisa menyembuhkannya dengan menggelitiknya.

"Memakaikan masker pada boneka, membantu (anak-anak) menyadari bahwa mereka juga perlu memakainya sendiri," kata pembeli Cristina Hernandez.

Seorang manajer toko, Adela Haro mengatakan mainan yang bertema COVID-19 laris manis terjual, sementara CEO Famosa Marie-Eve Rougeot mengatakan kepada Reuters bahwa boneka bermasker telah menjadi hit sejak dijual pada bulan September lalu.

"Ketika anak-anak harus pergi ke dokter atau menjalani tes, kecemasan mereka akan berkurang," kata Rougeot tentang mainan tersebut.

Laku terjual secara online

Di negara tetangga Portugal, perusahaan Science4You mengatakan penjualan mainan yang terkait dengan virus corona sedang booming, terutama secara online karena orang-orang saat ini tidak lagi mengunjungi pusat perbelanjaan.

Salah satu produk terpopuler adalah paket mainan yang terdiri dari 15 kegiatan yang meliputi membuat masker, face shield atau pelindung wajah, dan sabun berbentuk bintang.

"Jika kita membuatnya (mainan) dengan baik, anak-anak akan belajar lebih banyak tentang virus dan bagaimana menghindarinya," kata Kepala Eksekutif Science4You Miguel Pina Martins sambil menunjuk pada paket mainan laboratorium anti-virus, yang dijual seharga 20 euro atau Rp 342 ribu.

Inovasi juga menjadi cara bagi produsen mainan untuk beradaptasi dengan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi. "Pasar mainan sedang mengalami masa sulit ... tidak ada pesta ulang tahun sejak Maret," kata Pina. "Kami mencoba menemukan cara untuk berselancar di tsunami raksasa ini."

Science4You mengungkapkan mereka telah menjual lebih dari 8.000 paket mainan dengan perangkat laboratorium anti-virus sejak dipasarkan pada pertengahan Juli.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan anak-anak terserang virus corona lebih kecil dibanding orang dewasa, namun mereka tetap berpotensi menularkan virus tersebut.

ha/na (Reuters)

(ita/ita)