Brasil Tangguhkan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac Buatan China

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 13:34 WIB
Brasilia -

Regulator kesehatan Brasil pada hari Senin (09/11) mengatakan bahwa pihaknya telah menangguhkan uji klinis vaksin corona Sinovac buatan China. Meski tak merinci secara lebih detail, penangguhan ini dilakukan karena "efek merugikan yang parah" yang dilaporkan terjadi pada 29 Oktober lalu.

Informasi ini muncul di hari yang sama ketika raksasa farmasi AS Pfizer mengatakan bahwa kandidat vaksin mereka menunjukkan keefektifan sebesar 90%, yang berhasil meningkatkan harapan diakhirinya pandemi.

Butantan yang merupakan lembaga penelitian medis Sao Paulo yang melakukan uji klinis Sinovac di Brasil, mengatakan "terkejut" dengan keputusan tersebut dan menyatakan akan mengadakan konferensi pers pada Selasa (10/11) pagi waktu setempat.

Kepala Butantan, Dimas Covas dalam pernyataannya kepada TV lokal Cultura, mengatakan bahwa keputusan penangguhan itu terkait dengan satu "kematian". Namun, Covas menganggap pengumuman regulator kesehatan tersebut sebagai hal yang aneh "karena kematian tersebut tidak terkait dengan vaksin".

"Mengingat ada lebih dari 10.000 sukarelawan saat ini, kematian dapat terjadi … Ini adalah kematian yang tidak ada hubungannya dengan vaksin dan oleh karena itu, sekarang bukan saatnya menghentikan percobaan," kata Covas.

Regulator kesehatan, Anvisa, tidak merinci apakah insiden tersebut terjadi di Brasil atau di negara lain yang melakukan uji klinis terhadap Sinovac. Mereka juga tidak mengatakan mengapa kejadian yang berlangsung pada Oktober lalu baru dikomunikasikan sekarang. Sementara itu, Sinovac belum memberi tanggapan terkait penangguhan ini.

Negara lain yang juga melakukan uji klinis terhadap vaksin Sinovac tidak ada yang mengumumkan penangguhan serupa. Seperti diketahui, uji klinis vaksin Sinovac juga dilakukan di Indonesia dan Turki.

Vaksin Sinovac adalah satu dari tiga vaksin eksperimental yang telah digunakan oleh China untuk menginokulasi ratusan ribu orang di bawah program penggunaan darurat. Dan seorang pejabat kesehatan China pada 20 Oktober lalu mengatakan belum mengamati adanya 'efek samping serius' dalam uji klinis.

Politik pandemi

Vaksin Corona asal China, Sinovac, telah menimbulkan kontroversi di Brasil. Presiden Brasil sendiri, Jair Bolsonaro menyatakan bahwa dirinya meragukan prospek efektivitas dari vaksin tersebut.

Bulan lalu, kebingungan di tengah publik mencuat ketika Bolsonaro secara terang-terangan menolak vaksin tersebut, dengan mengatakan bahwa Brasil tidak akan dijadikan kelinci percobaan.

Pengumuman Bolsonaro muncul menyusul berita bahwa Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello telah setuju membeli dosis Sinovac yang diproduksi secara lokal oleh Butantan.

Bolsonaro memang sering menyatakan ketidakpercayaannya terhadap China, khususnya ketika kampanyenya tahun 2018 lalu. Meski begitu, retorikanya melunak setelah dirinya berhasil meraih kursi kepresidenan. Sementara, Gubernur negara bagian Sao Paulo, Joao Doria, telah menjadi saingan politiknya sekaligus kritikus vokal atas respons pandemi oleh Bolsonaro.

gtp/pkp (AP, Reuters)

(nvc/nvc)