Obat Semprot Hidung Bisa Memicu Kecanduan?

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 17:50 WIB
Jakarta -

Banyak yang menggunakan nasal spray alias obat semprot hidung untuk membuat nafas kembali lega, akibat hidung tersumbat saat mengidap flu atau pilek. Pakar kesehatan juga menilai hal ini tidak bermasalah.

Obat semprot hidung sangat membantu penderita flu, agar bisa kembali bernafas lega, dan cairan hidung dari peradangan, bisa mengalir keluar dari sinus. Nasal spray sangat populer dan merupakan pengobatan efektif. Syaratnya, dosisnya jangan berlebihan.

Nasal spray mereduksi bengkak pada membran mukosa hidung akibat flu atau pilek. "Turbinal hidung punya banyak pembuluh darah, dan nasal spray punya efek pada pembuluh darah ini", ujar Thomas Deitmer dari perhimpunan Oto-Rhino-Laryngology Jerman.

"Pembuluh darah menyempit, bengkak pada turbinal kempis. Ini membebaskan masuknya udara ke dalam hidung", ujar dokter ahli THT Jerman ini. Obat semprot hidung biasanya mengandung unsur serupa adrenalin, tapi bukan obat yang memicu kecanduan dan punya efek psikis.

Dosis bertambah, keampuhan justru turun

Kebanyakan nasal spray mengandung unsur aktif xylometazoline atau oxymetazoline. Unsur ini memicu kontraksi pembuluh darah di hidung, mereduksi bengkak dan membuat orang bernafas lebih lega.

Orang biasanya memakai nasal spray dengan dosis tiga kali sehari, tanpa memikirkan efek sampingnya. Sebabnya, obat semprot hidung dikategorikan sebagai obat bebas yang tidak memicu ketagihan atau kecanduan.

Akan tetapi, mukosa hidung sangat cepat tergerus jika nasal spray digunakan sangat sering setiap harinya. Ini memicu semacam lingkaran setan. Semakin sering kita memakai obat semprot hidung, makin cepat keampuhannya merosot. Dan tubuh makin cepat menuntut dosis baru.

Pada satu titik, nasal spray tidak lagi bisa menolong melegakan hidung mampet. Pada akhirnya orang bisa mengidap kasus kronis hidung mampet, dimana mukosa hidung menjadi kering dan sulit mempertahankan kelembaban.

Jangan gunakan dalam jangka panjang

Perasaan terbebas dan lega setelah pemakaian nasal spray saat hidung tersumbat bisa memicu ketagihan. "Batasan antara kebiasaan dan ketagihan nasal spray sangat tidak jelas", ujar Heino Stöver dari Institute for Social Science Addiction Research di University of Applied Sciences Frankfurt (ISFF).

"Nasal spray memiliki efek nyaman dan membuat kepala kita jadi ringan. Akibatnya kta cenderung makin sering memakainya", ujar peneliti masalah kecanduan ini.

Stöver tahu persis apa yang ia ungkapkan dari pengalaman pribadinya. "Saat masih muda, saya rutin memakai nasal spray tiga kali sehari selama sekitar dua tahun. Akibatnya, saya menderita kekeringan membran mukosa hidung. Sampai hari ini, saya tidak pulih sepenuhnya", ujar guru besar sosial sains berusia 64 tahun itu.

Sementara itu ahli THT Deitmer menambahkan, unsur aktif obat semprot hidung tidak memiliki efek psiko aktif seperti kokain, ganja atau bahkan alkohol. Namun, efek keampuhannya merosot cepat. "Dengan begitu, orang tidak hanya menyemprot hidungnya tiga kali sehari, melainkan hingga delapan kali sehari, agar efeknya kembali terasa", jelas Deitmer lebih jauh.

Hidung berbau busuk

Akibat keringnya mukosa hidung, udara yang dihirup tidak lagi bisa dilembabkan atau dihangatkan dengan tepat. Jaringan di dalam hidung lebih mudah diserang bakteri. Ini bisa memicu apa yang disebut ozena atau hidung bau busuk yang sejatinya adalah rhinitis atropik kronis.

"Bakteri yang menyerang jaringan dalam hidung yang menyebabkan bau busuk", papar ahli THT Deitmer. Penderitanya seringkali tidak mencium bau busuk dari hidungnya. Tapi orang di sekitarnya bisa mencium baunya. Nasal spray bukan lagi obatnya, melainkan sebaliknya, menjadi penyebab penyakitnya.

Deitmer menambahkan, orang yang hidungnya kembali mampet, dengan mudah akan kembali menggunakan nasal spray. Namun peneliti masalah kecanduan ini menyarankan, sebelum meraih botol obat semprot hidung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Karena boleh jadi pemicunya bukan hanya flu atau pilek. "Mungkin orang mengidap alergi, yang memerlukan cara pengobatan berbeda. Atau bisa jadi ada polyp di membran mukosa hidung, yang memerlukan tindakan operatif. Atau mungkin juga ada kanker hidung, walau kasusnya jarang", tambah ahli THT itu.

Menyemprotkan nasal spray memang cara termudah membebaskan diri dari hidung mampet. Tapi bukan tindakan paling bijaksana untuk melindungi organ penciuman kita. Apalagi jika dosis obat semprot hidungnya besar dan penggunaannya dalam jangka waktu cukup lama. (as/vlz)

(ita/ita)