Menteri Jerman Kritik Kurangnya Niatan Global Atasi Krisis Kelaparan Dunia

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 17:37 WIB
Berlin -

Menteri Kerja Sama Pembangunan Jerman Gerd Mller menyoroti kurangnya niatan politik global untuk memberikan bantuan tahunan sebesar € 14 miliar (Rp 231 triliun) sebagai upaya mengatasi krisis kelaparan di seluruh dunia.

"Dunia tanpa kelaparan hal yang mungkin," kata Mller kepada jurnalis DW Melinda Crane. Jika negara-negara industri bekerja sama untuk mengumpulkan dana yang diperlukan setiap tahun hingga tahun 2030, mereka "dapat membantu 500 juta orang, bahkan mungkin lebih, mengeluarkan mereka dari jerat kemiskinan dan menyelamatkan mereka dari kelaparan."

"Jadi mengapa kita tidak melakukan ini? Ada kurangnya kemauan politik di seluruh dunia, karena € 14 miliar (Rp 231 triliun) bukanlah jumlah global yang tidak mungkin," katanya.

Komentar Mller menyusul seruan yang dibuat oleh Program Pangan Dunia PBB (WFP), untuk mengumpulkan lebih banyak uang guna menghindari kelaparan di tengah pandemi virus Corona. WFP mengatakan pada Selasa (13/10) bahwa mereka perlu mengumpulkan US$ 6,8 miliar (Rp 95,2 triliun) selama enam bulan ke depan untuk mencegah kelaparan yang dipicu oleh pandemi.

WFP mengatakan sejauh ini telah mengumpulkan US$ 1,6 miliar (Rp 22,4 triliun). David Beasley, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia PBB (WFP), mengatakan bahwa tujuh juta orang telah meninggal karena kelaparan tahun ini, seiring dengan pandemi yang juga merenggut lebih dari satu juta jiwa di seluruh dunia. Angka itu, kata Beasley, bisa meningkat lebih jauh lagi akibat efek pandemi.

"Jika kita tidak menyelesaikan COVID, tingkat kematian karena kelaparan bisa menjadi 3, 4, 5 kali lipat," kata Beasley.

Mller mengkritik kurangnya dukungan finansial untuk menghapus kelaparan, membandingkan angka € 14 miliar (Rp 231 triliun) dengan investasi global lainnya. "Pada tahun ini saja, belanja senjata telah meningkat dengan tambahan € 70 miliar (Rp 1.200 triliun)," katanya.

Jerman tingkatkan investasi ketahanan pangan

Jerman juga menginvestasikan lebih dari sepertiga dari "total pengeluaran Kementerian Kerja Sama Pembangunan dalam ketahanan pangan," ungkap Mller.

Dia menambahkan bahwa kementerian juga berinvestasi lebih lanjut dalam pasokan energi terdesentralisasi, yang menurutnya akan digunakan untuk mendukung petani kecil.

''Apa yang juga kami lakukan adalah mengamankan hak properti dan membuat pendaftaran tanah. Dan kami juga meminta akses yang sama bagi perempuan atas tanah dan properti - dan juga untuk pinjaman,'' tambahnya.

Krisis kelaparan di seluruh dunia menurun selama beberapa dekade, tetapi sekarang kembali meningkat sejak 2016. Konflik dan perubahan iklim jadi faktor pendorong meningkatnya krisis kelaparan.

Menurut Indeks Kelaparan Global, sebanyak 37 negara akan gagal mencapai tingkat kelaparan yang rendah pada tahun 2030.

Proyeksi itu tidak termasuk negara-negara yang datanya tidak mencukupi untuk menghitung proyeksi 2030, dan tidak memperhitungkan dampak COVID-19, "yang dapat memperburuk kelaparan dan kekurangan gizi dalam waktu dekat dan mempengaruhi pertumbuhan negara-negara di masa depan."

rap/pkp

(nvc/nvc)