Perayaan Hari Nasional China, Kepolisian Hong Kong Larang Demo

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 16:25 WIB
Hong Kong -

Republik Rakyat China memperingati hari nasionalnya yang jatuh pada hari ini, Kamis 1 Oktober 2020, dengan hari libur dan serangkaian perayaan lainnya yang telah dirancang dengan cermat.

Namun di Hong Kong, perayaan ini menjadi hari yang dikeluhkan oleh sejumlah pihak lantaran khawatir akan tindakan brutal otoritas China yang semakin intensif terhadap para oposisi.

Pada Kamis (01/10) pagi, helikopter yang mengibarkan bendera China dan Hong Kong terlihat menyemarakkan upacara peringatan Hari Nasional China di pusat kota Hong Kong. Acara yang dihadiri Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam dan para pejabat senior ini dijaga dengan ketat oleh pihak keamanan.

Lam mengatakan undang-undang keamanan nasional baru telah memulihkan stabilitas di Hong Kong.

"Saya dan kolega saya tanpa rasa takut akan terus memenuhi tanggung jawab kami untuk menegakkan dan melindungi keamanan nasional dengan tekad," kata Lam dalam pidatonya.

"Selama beberapa bulan terakhir, fakta tak terbantahkan di depan semua orang, bahwa masyarakat kita telah kembali ke perdamaian," ucap Lam.

"Keamanan nasional negara telah diterapkan dan warga kami dapat kembali menggunakan hak dan kebebasan mereka sesuai dengan hukum yang berlaku," tambahnya.

Tidak ada lagi demonstrasi

Tahun lalu, peringatan 70 tahun hari kemerdekaan China diwarnai dengan bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan polisi selama tujuh bulan berturut-turut.

Sementara untuk tahun ini, otoritas Hong Kong telah menolak izin pawai protes dengan alasan masalah keamanan dan larangan pencegahan penyebaran virus corona yang tidak membolehkan lebih dari empat orang berkumpul di area publik.

Sebuah sumber dari kepolisian mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 6.000 aparat kepolisian telah direkrut untuk menghentikan segala bentuk protes saat perayaan Hari Nasional China.

Sekelompok petugas kepolisian dengan perlengkapan anti huru-hara melakukan operasi stop-and-search di sepanjang rute yang menghubungkan distrik perbelanjaan utama Causeway Bay dengan distrik administrasi Admiralty.

Sementara tidak jauh dari pusat pameran tempat upacara berlangsung, empat anggota oposisi Liga Sosial Demokrat yang dipimpin oleh aktivis veteran Leung Kwok-hung berbaris memegang spanduk bertuliskan "Tidak ada perayaan hari nasional, hanya duka nasional" dan meneriakkan slogan-slogan seperti "Akhiri pemerintahan satu partai". Mereka pun dijaga oleh sekitar 40 anggota polisi.

ha/pkp (AFP, Reuters)

(nvc/nvc)